Fenomena Anak Ustadz Zina



“Assalamualaikum ustadz, apa pandangan islam jika ada anak seorang ulama berzina? Mohon diperinci beserta dalil-dalil yang ada ustadz. Syukran”.

Jawab:

Pertama: Jika anak seorang ustadz ataupun ulama berzina, maka tidak boleh disangkutpautkan dengan ayahnya. Dan ayahnya tidak bisa dibebankan atas dosa anaknya.

Contoh: 

1. Anak nabi Nuh alaihissalam yang bernama Kan’an kufur kepada Allah. Maka nabi Nuh alaihissalam tidak dibebankan atas dosa anaknya. Dan nabi Nuh tidak tercela atas perbuatan anaknya.

2. Istri nabi Nuh dan istri nabi Luth yang kufur kepada Allah. Maka kedua nabi tersebut tidak terhina karena perbuatan istrinya. Allah berfirman:

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا

“Allah menjadikan istri nabi Nuh dan istri nabi Luth sebagai perumpaan untuk orang-orang yang kafir. Keduanya dibawah bimbingan 2 hamba yang shalih namun kedua istri tersebut bekhianat kepada suaminya” (QS. Ath_tahrim: 10)

Namun nabi Nuh dan nabi Luth sama sekali tidak tercela hingga hari kiamat dikarenakan perbuatan istri mereka.

Maka Allah berfirman:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

“Dan seseorang tidak akan memikul dosa orang lain” (QS. Fathir: 18)

Kedua: Di dalam islam, jika ada anak seorang ustadz berzina karena dia telah mengakui perbuatannya atau karena dilihat oleh 4 saksi, maka harus ditegakkan hukuman hadd atasnya dan ia tidak boleh dibela walau anak dari seorang ustadz atau anak dari seorang tokoh yang terpandang.

Jika dia telah menikah, maka dirajam. Dan jika dia belum menikah, maka dicambuk.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Seandainya Fathimah bintu Muhammad mencuri, niscaya aku akan potong tangannya” (HR. Bukhari Muslim)

Di dalam hadits di atas sangat jelas, bahwa walaupun ia adalah anak seorang pemimpin besar atau seorang tokoh, bahkan anak dari nabi, maka tetap harus ditegakkan hukuman hadd jika dia melakukan hal-hal terlarang seperti zina dan mencuri.

Sebelum hadits tersebut, nabi juga bersabda:

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa dikarena jika ada seorang tokoh yang mencuri, mereka biarkan. Dan jika ada orang yang lemah dan tidak terpadang mencuri, mereka tegakkan hukuman hadd atasnya” (HR. Bukhari Muslim)

Semoga bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung media ilmu ustadz Al-Amiry dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

- BSM (Mandiri Syariah) no. Rek 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman 

- BNI Syariah no. Rek 0360066890 a.n Muhammad Abdurrahman

Rekening ini khusus untuk media ilmu dan dakwah ustadz Al-Amiry.

Posting Komentar untuk "Fenomena Anak Ustadz Zina"