Apakah Lutut Laki-Laki Aurat?

 


Pertanyaan: "Ustadz, saya mau bertanya ‘apakah lutut seorang laki-laki aurat’? Soalnya saya pernah baca bahwa aurat laki-laki tidak termasuk aurat. Namun setahu saya dari dulu bahwa lutut adalah aurat. Mohon pencerahannya ustadz."

 

Jawab: Perlu diketahui, bahwasanya lutut seorang laki-laki diperbincangkan oleh para ulama ‘apakah ia termasuk bagian dari aurat ataukah bukan?’. Namun jumhur (mayoritas) para ulama berpendapat bahwasanya lutut bukanlah aurat.

 

Hal tersebut karena disebutkan dalam shahih Bukhari dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu anhu:

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ قَاعِدًا فِي مَكَانٍ فِيهِ مَاءٌ، قَدِ انْكَشَفَ عَنْ رُكْبَتَيْهِ أَوْ رُكْبَتِهِ، فَلَمَّا دَخَلَ عُثْمَانُ غَطَّاهَا

 

“Bahwasanya nabi shallallahu alaihi wa sallam duduk di sebuah tempat yang ada airnya. Maka beliau menyingkap kedua lututnya. Ketika Utsman radhiyallahu datang, maka beliau langsung menutupnya” (HR. Bukhari no. 3695)

 

Di dalam hadits di atas, sangat jelas sekali bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyingkap lututnya dan dilihat oleh banyak sahabat, salah satunya adalah Abu Musa Al-Asy’ari -radhiyyallahu anhu-. Namun beliau hanya menutupnya dari Utsman bin Affan. Beberapa riwayat yang shahih menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menutupnya dari Utsman karena Malaikat pun malu dari Utsman, sebab Utsman bin Affan selalu menjaga kehormatan dirinya, baik sendirian ataupun di hadapan orang lain.

 

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

 

فَفِي عَوْرَةِ الرَّجُلِ خَمْسَةُ أَوْجُهٍ الصَّحِيحُ الْمَنْصُوصُ أَنَّهَا مَا بَيْنَ السُّرَّةِ والركبة وليست السرة والركبة مِنْ الْعَوْرَةِ

 

“Maka aurat laki-laki ada 5 pendapat ulama. Namun yang shahih dan yang dinashkan (dalam madzhab syafi’i) bahwasanya aurat laki-laki adalah apa yang ada di antara pusar badan dan lutut. Dan pusar serta lutut bukanlah termasuk dari bagian aurat” (Al-Majmû’ Syarh Al-Muhadzzab 3/168)

 

Jika ada yang berkata: Namun ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الرُّكْبَةُ مِنَ الْعَوْرَةِ

 

“Lutut termasuk bagian dari Aurat” (HR. Ad-Dâruquthni no. 889)

 

Jawab: Ini adalah hadits lemah yang tidak bisa dijadikan hujjah. Karena dalam sanad haditsnya terdapat beberapa rawi yang bermasalah. Di antaranya:

 

1. Abu Al-Janûb.

 

Ia didhaifkan oleh para ulama hadits di antaranya adalah Abu Hatim Ar-Razi, Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan Ad-Daruquthni sendiri dalam sunan beliau. Dan mereka semua mengakatan dhaif.

 

2. An-Nadhr bin Manshur Al-Fazari

 

Dia adalah seorang Munkar Al-Hadîts. Banyak para ulama yang mendhaifkannya, di antaranya adalah Ibnu Adiy, Abu Hatim Ar-Razy, Abu Daud, An-Nasâ’i, ibnu Hajar, Bukhari, Adz-Dzahabi, dan Yahya bin Ma’in.

 

3. ‘Uqbah bin ‘Alqamah

 

Dia adalah seorang yang dhaif. Dan didhaifkan oleh ibnu Al-Jauzî, dll.

 

Alâ kulli hâl, kita dapat menyimpulkan bahwasanya hadits di atas adalah hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.

 

Sehingga kesimpulannya adalah bahwa lutut tidak termasuk bagian dari aurat lelaki, namun perlu diketahui menutup lutut di hadapan banyak orang adalah termasuk menjaga wibawa ataupun menjaga kehormatan diri.

 

Semoga bermanfaat, wa shallallahu alâ nabiyyinâ Muhammad.


Abdurrahman Al-Amiry

 

Artikel: alamiry.net

----------

Yuk sedekah jariyah dengan berdonasi Digital Dakwah: di sini. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar