Hadits Umdatul Ahkam 1: Pentingnya Niat


Umdatul Ahkam ditulis oleh Al-Imam Al-Hafidz Abu Muhammad Abdul Ghani Al-Maqdisi Ad-Dimasyqi rahimahullah. Dan dalam penjelasan umdatul ahkam, kita menjadikan penjelasan ringkas dari syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah sebagai refrensi. Dan Umdatul Ahkam dimulai dengan kitab At-Thaharah (bersuci).

Kitab Ath-Thaharah (bersuci)

Pengertian suci:

Suci secara bahasa artinya: “bersih”. Dan secara syariat artinya: “Terangkatnya hadats dan hilangnya najis”.

Dan suci terkadang disebutkan untuk hal maknawi contohnya: “Suci akhlaknya, suci akidahnya, suci amalannya, dll”. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah dari hartanya sebagai zakat untuk mensucikan mereka dan membersihkan mereka dengan zakat tersebut” (QS. At-Taubah: 103)

Dan para ulama mengawali penulisan buku mereka dengan kitab bersuci, karena bersuci adalah kunci sahnya shalat yang mana shalat adalah rukun islam yang paling kuat setelah syahadat.

Teks hadits ke-1:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ - وَفِي رِوَايَةٍ: بِالنِّيَّةِ - وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

“Dari Umar bin Khattab -semoga Allah meridhainya- dia berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda’: ‘Sesungguhnya semua amalan hanya bergantung kepada niat-niatnya saja. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan dari apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya dihitung menuju Allah dan rasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya menuju dunia yang ia dapatkan atau seorang wanita yang hendak ia nikahi maka hijrahnya dihitung menuju apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari Muslim)

Perawi hadits:

Umar bin Khattab radhiyallahu anhu adalah Amiirul Mukminin (pemimpin orang-orang yang beriman) dan khalifah kedua setelah Abu Bakr radhiyallahu anhu dengan wasiat dari Abu Bakr. Dia masuk islam di tahun ke 5 atau ke 6 setelah Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam diutus menjadi nabi. Dan islamnya Umar bin Khattab adalah keperkasaan untuk agama islam dan kaum muslimin. Dan dia selalu mengikuti semua peperangan yang dipimpin oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan di akhir bulan Dzul Hijjah, Umar bin Khattab di bunuh oleh seorang pemuda dari pemeluk agama majusi (penyembah api) yang dikenal sebagai Abu Lu’luah Al-Majusi. Ketika itu Umar bin Khattab sedang melaksanakan shalat subuh. Setelah ditusuk oleh Abu Lu’luah, maka Umar bin Khattab dibawa menuju rumahnya kemudian meninggal setelah 3 hari dari kejadian tersebut. Meninggal pada tahun 23 H. Dan beliau dikuburkan bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan juga Abu Bakr di kamarnya Aisyah radhiyallahu anha. Dan umur khilafah kepemimpinan Umar adalah 10 tahun 6 bulan. Semoga Allah meridhainya.

Penjelasan kata dari hadits:

Kata
Makna
Amalan
Setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia baik ucapan atau perbuatan atau meninggalkan perbuatan karena suatu hal. Seperti: Membaca Al-Quran, berwudhu, dan meninggalam perbuatan mencuri.
Niat
Keinginan dan kemauan. Maka jika seseorang telah memiliki keinginan dan kemauan untuk shalat, puasa, dll, maka niatnya sah tanpa harus diucapkan. Karena arti niat adalah keinginan.
Hijrah
Hijrah secara bahasa adalah meninggalkan. Seperti ucapan: “Aku telah menghajrnya” yang berarti: “Aku telah meninggalkannya”. Adapun secara syariat, maka artinya: Meninggalkan negeri kafir non muslim menuju negri islam.
Hijrah menuju Allah
Hijrah menuju agamanya hingga  pada puncaknya adalah tiba di surgaNya.
Hijrah menuju Rasulullah:

Ada 2 macam. Ketika beliau hidup: Dengan cara berangkat menuju beliau agar selalu bersamanya untuk mengikuti sunnah beliau dan belajar dari beliau. Ketika beliau telah wafat: Dengan caraberangkat menuju para pengikutnya dan tempat-tempat yang ditegakkan syariat Allah.

Syarh hadits secara global

Ini adalah hadits yang mulia yang sangat mencakup segala hal. Hadits ini menceritakan kedudukan niat mengenai sebuah amalan. Dan niat ini penting untuk semua amalan. Dan benarnya amalan atau rusaknya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan seseorang juga dihukum atau diberi ganjaran juga tergangtung pada niatnya.

Kemudan nabi shallallahu alaihi wa sallam memberikan contoh untuk permasalahan ini dengan amalan hijrah dan bisa diqiyaskan dengan amalan-amalan yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, semuanya pindah dari negri kafir menuju negri islam. Namun amalan mereka sesuai niat yang bermacam-macam padahal amalnya hanya satu yaitu “hijrah”. Barangsiapa yang berhijrah untuk meninggikan kalimat Allah dan menolong agamaNya, maka dia mendapatkan kedudukan yang tinggi karena telah menolong agama Allah dan meninggikan kalimatNya. Dan barangsiapa yang berhijrah untuk dunia seperti menikahi wanita di sebuah tempat yang hendak ia tuju, maka dia hanya mendapatkan apa yang ia niatkan. Kalau ternyata ia bisa menikah dengan wanita tersebut, maka ia telah mendapatkan apa yang ia niatkan. Namun dia tidak mendapatkan pahala akhirat sama sekali.

Faidah hadits:

1. Pentingnya niat dalam sebuah amalan. Dan ukuran benarnya sebuah amalan adalah pada niatnya.

2. Anjuran untuk selalu mengikhlaskan niat dan penjelasan akan pentingnya hal tersebut.

3. Bahwasanya niat letaknya di hati, karena niat adalah keinginan. Seseorang tidak dianjurkan untuk berucap dengan niat.

4.Bahwasanya manusia bertingkat-tingkat dalam meraih pahala dalam sebuah amalan. Seperti shalat jama’ah, walau amalannya satu namun pahalan untuk mereka berbeda-beda tergantung niatnya masing-masing.

5. Bersuci termasuk amalan, maka dari itu dia diwajibkan untuk berniat. Seperti wudhu dan mandi besar.

6. Wajibnya mengingati seseorang dari bahaya riya’ dan sum’ah karena ini bisa merusak amalan seseorang.

7. Bagusnya cara nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika mengajar. Yaitu dengan memberikan contoh dalam sebuah permasalahan.

8. Ibadah untuk selain Allah ada 3 macam:

a. Ibadah yang dari awal untuk selain Allah, seperti menyembelih untuk selain Allah. Maka ini perbuatan syirik besar dan mengeluarkan seseorang dari agama islam.

b. Ibadah yang dari awal untuk riya’ dan sum’ah, maka ini adalah syirik kecil. Dan pelakunya mendapatkan dosa besar. Namun tidak mengeluarkannya dari islam. Dan amalnya tertolak.

c. Ibadah yang dilakukan ikhlas untuk Allah namun di tengah peribadatan muncul riya’. Jika langsung ia lawan dan hilangkan, maka amalnya sah dan diterima. Namun jika ia biarkan riya’ mengalir hingga akhir, maka ulama berselisih pendapat. Namun yang lebih kuat ibadahnya tertolak dan pelakunya dosa.

Latihan:

1. Siapa penulis kitab Umdatul Ahkam?

2. Apa yang dimaksud berhijrah dalam hadits di atas? Dan bagaimana cara berhijrah menuju Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setelah wafatnya beliau?

3. Kenapa penulis kitab mdatul Ahkam meletakkan hadits ini di awal kitab bersuci?

4. Apa hukum ibadah yang diberikan untuk Allah, namun tiba-tiba muncul riya dan dibiarkan hingga akhir ibadah?

5. Letakkan huruf (b) jika kalimat di bawah benar dan kalimat (s) jika kalimat di bawah salah:

a. Umar bin Khattab masuk islam pada tahun ke 5 atau ke 6 Hijriyyah (      )
b. Sepatutnya untuk penuntut ilmu agar menjadikan tujuannya belajar untuk mendapatkan ijazah (      )
c. Suci secara bahasa terangkatnya hadats dan hilangnya najis (      )
d. Ukuran diterimanya ibadah dan tertolak adalah niat (     )

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung media ilmu ustadz Al-Amiry dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

- BNI Syariah 0360066890 a.n Muhammad Abdurrahman
- BSM (Mandiri Syariah) 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman
- BCA 3000712298 a.n Muhammad Abdurrahman

(Rekening khusus operasional dan media dakwah).

Informasi: 0821 2121 2982 / 0821 8056 9933

Atas partisipasi dan bantuannya, kami ucapkan terima kasih. Jazakumullah khairal jazaa'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar