Lafadz Takbir Idul Fitri Dan Idul Adha


Bertakbir di saat Idul Fitri dan hari-hari Dzul Hijjah hingga eidul adha dan hari-hari tasyrik dianjurkan oleh Allah dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Namun takbir ini tidak memiliki lafadz yang khusus. Seseorang bebas mengagungkan Allah dengan takbir-takbir dan pujian-pujian yang ia dengungkan selama tidak melanggar syariat islam.

Allah ta’ala berfirman:

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

“Dan agar kalian mengagungkan Allah dengan takbir atas apa yang telah Allah berikan untuk kalian berupa hidayah” (QS. Al-Baqarah: 185)

Pada firman Allah di atas, hanya diperintahkan untuk kita agar betakbir tanpa ada petunjuk lafadzh-lafadz tertentu. Namun ada beberapa lafadz takbir yang diriwayatkan dari para salaf. Di antaranya adalah:

1. Takbir dengan 3 kali, diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu:

 اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha Illallahu wallahu Akbar, Allahu akbar walillahil hamd” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 5633; Shahih)

2. Takbir dengan 2 kali, diriwayatkan juga dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allahu akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. no. 5651; Shahih)

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkomentar di sini:

وقد ثبت تشفيع التكبير عن ابن مسعود رضى الله عنه:  أنه كان يكبر أيام التشريق: الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد. أخرجه ابن أبى شيبة (٢/٢/٢) وإسناده صحيح. ولكنه ذكره فى مكان آخر بالسند نفسه بتثليث التكبير ، وكذلك رواه البيهقى (٣/٣١٥) عن يحيى بن سعيد عن الحكم وهو ابن فروح  أبو بكار عن عكرمة عن ابن عباس بتثليث التكبير. وسنده صحيح أيضا

“Dan telah ada ketetapan menggenapkan takbir dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu bahwasanya beliau bertakbir di hari tasyrik: Allahu akbar, Allahu akbar, Laa ilaa illallahu wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd. Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dan sanadnya shahih. Akan tetapi beliau juga menyebutkan di tempat lain dengan sanad yang sama akan pengulangan takbir hingga 3 kali. Dan begitu pula sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Yahya bin Said dan Al-Hakam dan dia adalah ibnu Farruh Abu Bakkar dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dengan pengulangan takbir. Dan sanadnya juga shahih” (Irwa Al-Ghalil 3/125)

3. Lafadz tambahan, imam Syafi’i rahimahullah berkata:

وَإِنْ زَادَ فَقَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدَّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَاَللَّهُ أَكْبَرُ  فَحَسَنٌ

“ Dan jika seseorang menambah takbirnya dengan ucapan: ‘Allahu akbar kabiira wal hamdulillah katsiira wa subhanallahi bukrataw wa ashiila, Allahu akbar laa na’budu illallah mukhlishiin lahuddiin, wa lauw karihal kaafirun laa ilaha illallahu wahdah. Shadaqa wa’dah wa nashara abdah wa hazaman ahzaaba wahdah. Laa ilaaha ilallah wallahu akbar’ maka itu baik” (Al-Umm 1/276)

Maka kesimpulannya adalah bahwa lafadz takbir itu luas perkaranya. Silahkan seseorang menggunakan lafadz takbir yang ia sukai yang mengandung pujian-pujian untuk Allah ta’ala.

وَفِي الشَّرْحِ صِفَاتٌ كَثِيرَةٌ وَاسْتِحْسَانَاتٌ عَنْ عِدَّةٍ مِنْ الْأَئِمَّةِ، وَهُوَ يَدُلُّ عَلَى التَّوْسِعَةِ فِي الْأَمْرِ، وَإِطْلَاقُ الْآيَةِ يَقْتَضِي ذَلِكَ

“Dan takbir terdapat sifat yang banyak dan anggapan baik dari beberapa imam ulama. Dan ini menunjukkan akan luasnya perkara ini. Dan kemutlakan ayat dalam takbir eid memiliki konsekuensi itu” (Subul As-Salam 1/438)

Dan syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata:

والأمر في هذا واسع ، لأن الأمر ورد بمطلق التكبير ، ولم يخص الرسول صلى الله عليه وسلم صيغة دون أخرى ، قال الله تعالى : (وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ) البقرة/185  ، فتحصل السنة بأي صيغة كان

“Dan perkara ini luas, karena perintahnya disebutkan dengan kemutlakan takbir dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mengkhususkan lafadz tertentu dari yang lainnya. Allah berfirman: ‘Dan agar kalian bertakbir atas apa yang telah Allah berikan untuk kalian’ (QS. Al-BaqarahL 185) maka sunnah dapat dilakukan dengan lafadz takbir apapun” (Lihat fatwa di sini)

Dan syaikh Abdul Adzim Badawi hafidzahullah berkata dalam kitab beliau Al-Wajiz:

وأما صيغة التكبير فالأمر فيها واسع

“Dan adapun lafadz takbir, maka perkara dalam permasalahan ini luas” (Al-Wajiz hal. 160)

Allahu a’lam, semoga bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung media ilmu ustadz Al-Amiry dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

BCA 3000712298 a.n Muhammad Abdurrahman

BSM 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman 

Rekening ini khusus untuk media ilmu dan dakwah ustadz Al-Amiry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar