Hukum Mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin Selamat Hari Raya Idul Fitri


Pertanyaan: “Assalamualaikum, Ustadz ada yang mengatakan bahwa mengucapkan ‘Minal aidin wal faizin selamat hari raya’ adalah ucapan bid’ah dan dilarang. Apa itu benar?

Jawaban: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Ini akan kita bahas dalam beberapa point:

1. Apa arti bid’ah? Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

البدعة شرعًا ضابطها التعبد لله بما لم يشرعه الله

“Bid’ah secara syariat ketentuannya adalah beribadah kepada Allah dengan seseuatu yang tidak Allah syariatkan” (Majmu’ Fatawa Wa Rasail Al-Utsaimin 2/292)

Ternyata, ucapan selamat di hari eid bukanlah ibadah melainkan adat istiadat saja dalam beberapa masyarakat. Apa yang menjadi adat sebuah masayaralat tertentu, maka itulah yang diucapkan. Contoh adat orang-orang saudi, ucapan hari rayanya adalah: “’idukum mubarak. Kullu ‘aamin wa antum bikhairin”. Contoh orang-orang Mesir: “Kullu sanatin wa anta tahyyib”. Contoh orang-orang Oman: “’Idukum mubaarak, asaakum minal aidin”. Dan orang-orang Indonesia: “Minal Aidin Wal Faizin”. Dan hal ini tidak ada masalah sama sekali untuk diucapkan karena ini bukan untuk diibadahi, melainkan hanya kebiasaan dan adat istiadat saja.

Jadi apakah ini dianggap bid’ah? Maka jawabannya tidak karena ini bukan ibadah melainkan adat. Contoh pakai batik tidak bisa dianggap bid’ah, walau nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah memakainya karena memakai batik adalah kebiasaan dan bukan ibadah. Begitupula dengan adat-adat yang lain.

2. Perlu kita ketahui, bahwa adat kebiasaan masyarakat dianggap dalam agama islam dan diamalkan selama tidak bertentangan dengan syariat.

Dan dalam kaidah fiqh disebutkan:

العادة محمكة مالم تخالف الشرع

“Adat istiadat dianggap sebagai rujukan hukum selama tidak menyelisihi syariat”

Dan secara khusus syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menegaskan tidak ada lafadz khusus berkaitan ucapan selamat di hari raya. Apa yang diucapkan oleh sebuah masyarakat, maka itu sah-sah saja selama tidak bertentangan dengan agama islam.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya:

ما حكم التهنئة بالعيد؟ وهل لها صيغة ميعنة؟

“Apa hukum mengucapkan selamat di hari raya? Dan apakah hari raya memiliki ucapan tertentu?”

Beliau menjawab:

التهنئة بالعيد جائزة، وليس لها تهنئة مخصوصة، بل ما اعتاده الناس فهو جائز ما لم يكن إثماً

“Ucapan selamat ketika eid adalah boleh. Dan dia tidak memiliki ucapan selamat secara khusus. Justru apa yang telah menjadi adat sebagian orang maka hukumnya boleh selama itu bukan suatu hal dosa” (Majmu’ Fatawa Ibni Utsaimin 16/210)

3. Apa arti dari minal aidin wal faizin? Apakah dia mengandung sebuah dosa dalam konteks kalimatnya?  من العائدين والفائزين berarti “Kita termasuk orang-orang yang merayakan eid dan orang-orang yang menang”. Dan ini sama sekali tidak mengandung hal yang diharamkan oleh Allah ta’ala dan tidak ada dosa sama sekali.

Sehingga kita ada pada kesimpulan bahwa ucapan: “Minal aidin wal faizin selamat hari raya idul fithri” tidaklah dilarang sama sekali dan ini diperbolehkan.

Allahu a’lam, semoga bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung media ilmu ustadz Al-Amiry dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

BCA 3000712298 a.n Muhammad Abdurrahman

BSM 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman 

Rekening ini khusus untuk media ilmu dan dakwah ustadz Al-Amiry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar