Apakah Panitia Zakat Fitrah Mendapatkan Bagian Dari Zakat?


Pertanyaan: Bismillah. Ustadz, apakah panitia zakat fitiri menerima bagian dari zakat fitri? Jazakallah khair ustadz. (Bpk. Rio Kurniawan, Riau)

Jawaban: Ini akan kita bahas menjadi beberapa point:

1. Perlu diketahui, memang ada beberapa golongan yang berhak untuk mendapatkan zakat. Diantara mereka sebagaimana yang difirmankan oleh Ta’ala:

إنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ

“Sesungguhnya zakat hanya diberikan untuk orang-orang fakir, miskin, pengurus-pengurus zakat, muallaf yang dilembutkan hatinya, pembebasan budak, orang-orang yang berhutang, untuk di jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan. Ini semua sebagai ketetapan yang diwajibkan dari Allah” (QS. At-Taubah: 60)

2. Namun kebanyakan panitia zakat yang ada di masyarakat kita tidaklah masuk ke dalam kategori amil zakat yang difirmankan oleh Allah dalam ayat di atas. Karena amil zakat harus ditunjuk oleh pemerintah langsung. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah:

وَالْعامِلِينَ عَلَيْها يَعْنِي السُّعَاةَ وَالْجُبَاةَ الَّذِينَ يَبْعَثُهُمُ الْإِمَامُ لِتَحْصِيلِ الزَّكَاةِ بِالتَّوْكِيلِ عَلَى ذَلِكَ. رَوَى الْبُخَارِيُّ عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيُّ قَالَ: اسْتَعْمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنَ الْأَسْدِ عَلَى صَدَقَاتِ بَنِي سُلَيْمٍ

“Dan amil zakat yaitu: Orang-orang berjalan yang diutus oleh pemimpin untuk mendapatkan zakat dengan diwakilkan atasnya. Imam Bukhari rahimahullah meriwayatan dari Humaid As-Sa’idi radhiyallahu anhu, beliau berkata: ‘Rasulullaj mempekerjakan seseorang dari Al-Asd untuk mengambil zakat dari kabilah bani Sulaim” (Tafsir Al-Qurthubi 8/389)

Sehingga panitia zakat bukanlah amil zakat jika tidak diutus oleh pemerintah.

3. Zakat fitrah tidak bisa diberikan untuk siapapun kecuali orang fakir miskin. Dan hal ini sebagaimana yang telah dikhususkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pensuci bagi orang yang berpuasa dari sikap lalai dan kotor, dan juga untuk memberikan makan kepada orang-orang miskin” (HR. Abu Daud no. 1609; Hasan sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah  berkata ketika menjelaskan hadits di atas:

وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْفِطْرَةَ تُصْرَفُ فِي الْمَسَاكِينِ دُونَ غَيْرِهِمْ مِنْ مَصَارِفِ الزَّكَاةِ كَمَا ذَهَبَ إلَيْهِ الْهَادِي وَالْقَاسِمُ وَأَبُو طَالِبٍ

“Dan dalam pernyataan Rasulullah terdapat dalil bahwa fitrah diberikan khusus orang-orang miskin dan bukan untuk selain mereka dari orang-orang yang berhak menerima zakat secara umum. Ini sebagaimana yang dipegang oleh Al-Hadi, dan Al-Qasim, serta Abu Thalib” (Nail Al-Authaar 4/392)

Sehingga penyaluran zakat fitrah berbeda dengan zakat-zakat yang lainnya. Yang mana zakat fitrah, hanya khusus diberikan untuk orang-orang miskin saja.

Allahu a’lam. Semoga bermanfaat wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung media ilmu ustadz Al-Amiry dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

BCA 3000712298 a.n Muhammad Abdurrahman

BSM 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman 

Rekening ini khusus untuk media ilmu dan dakwah ustadz Al-Amiry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar