Alam Jin #1: Keberadaan Jin Dan Tempat Tinggal Mereka


Di dalam agama islam, kita wajib beriman kepada perkara-perkara ghaib yang telah dikabarkan oleh Allah dan Rasulnya shallallahu alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman tentang orang-orang yang bertakwa:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Mereka adalah orang-orang yang beriman tentang perkara ghaib dan menegakkan shalat serta menginfakkan dari apa yang kami rezekikan untuk mereka” (QS. Al-Baqarah: 3)

Bukti keberadaan bangsa jin.

Dari bukti dan dalil akan adanya jin adalah:

1. Firman Allah ta’ala:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-Araf: 27)

2. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bermajlis dengan jin, ‘Alqamah berkata:

سَأَلْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ فَقُلْتُ: هَلْ شَهِدَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ؟ قَالَ: لَا وَلَكِنَّا كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَفَقَدْنَاهُ فَالْتَمَسْنَاهُ فِي الْأَوْدِيَةِ وَالشِّعَابِ. فَقُلْنَا: اسْتُطِيرَ أَوِ اغْتِيلَ. قَالَ: فَبِتْنَا بِشَرِّ لَيْلَةٍ بَاتَ بِهَا قَوْمٌ فَلَمَّا أَصْبَحْنَا إِذَا هُوَ جَاءٍ مِنْ قِبَلَ حِرَاءٍ. قَالَ: فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ فَقَدْنَاكَ فَطَلَبْنَاكَ فَلَمْ نَجِدْكَ فَبِتْنَا بِشَرِّ لَيْلَةٍ بَاتَ بِهَا قَوْمٌ. فَقَالَ: « أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ» قَالَ: فَانْطَلَقَ بِنَا فَأَرَانَا آثَارَهُمْ وَآثَارَ نِيرَانِهِمْ وَسَأَلُوهُ الزَّادَ فَقَالَ:  لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ

“Aku bertanya kepada Ibnu Mas’ud: ‘Siapa di antara kalian yang hadir bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di malam pertemuan bersama jin?’ Beliau berkata: ‘Tidak ada, akan tetapi kami pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada suatu malam, dan kami tiba-tiba kehilangan beliau. Maka kami mencari beliau di lembah-lembah dan jalan-jalan yang ada di gunung. Maka kami berkata: Beliau telah dibawa terbang oleh jin atau dibunuh secara diam-diam. Maka kami bermalam dengan malam yang terburuk yang pernah dialami oleh sebuah kaum. Maka ketika di pagi hari, tiba-tiba beliau datang dari arah Hira. Maka kami berkata: Wahai Rasulullah, kami kehilangan engkau dan kami mencarimu dan kami tidak mendapatimu, maka kami bermalam dengan malam terburuk yang pernah dialami sebuah kaum.’ Maka beliau bersabda: ‘Aku didatangi oleh pengundang jin, maka aku pergi bersamanya dan aku bacakan Al-Quran untuk mereka.’ Maka Rasulullah berangkat bersama kami memperlihatkan jejak-jejak mereka dan jejak api-api mereka. Dan Mereka bertanya tentang makanan yang boleh dimakan untuk mereka (jin). Maka beliau bersabda: ‘Untuk kalian setiap tulang yang disebutkan nama Allah yang ada di tangan kalian dan berubah menjadi banyak daging. Dan setiap kotoran hewan akan menjadi makanan untuk hewan kalian’. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ‘Janganlah kalian istinja dengan keduanya (tulang dan kotoran hewan), sesungguhnya keduanya adalah makanan saudara kalian” (HR. Muslim no. 150)

Jin diciptakan dari apa?

Jin diciptakan dari api. Dan hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh ta’ala:

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

“Dan jin telah Kami ciptakan sebelum Adam dari api yang sangat panas” (QS. Al-Hijr: 7)

Tempat Tinggal Jin

Jin secara umum akan tinggal di sebuah tempat yang tidak ditetapi oleh manusia. Di antaranya jin akan tinggal di:

1,2. Padang sahara & tempat sampah. Dan ini sudah kita sebutkan dalilnya ketika nabi shallallahu alaihi wa sallam bermajlis bersama jin.

3.Gunung. Ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bilal bin Al-Harits radhiyallahu anhu:

خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في بعض أسفاره فخرج لحاجته, وكان إذا خرج لحاجته يبعد, فأتيته بأداوة من ماء, فانطلق فسمعت عنده خصومة رجال ولغطاً لم أسمع مثلها, فجاء فقال: بلال؟ فقلت: بلال, قال: أمعك ماء؟ قلت: نعم, قال: أصبت. فأخذه مني فتوضأ قلت: يا رسول الله, سمعت عندك خصومة رجال ولغطاً ما سمعت أحدَّ من ألسنتهم, قال اختصم عندي الجن المسلمون والجن المشركون, فسألوني أن أسكنهم, فأسكنت المسلمين الجلس, وأسكنت المشركين الغور

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebagian safar beliau. Maka beliau keluar untuk buang hajat. Dan beliau ketika hendak buang hajat, maka beliau keluar menjauh. Maka aku membawa wadah berisi air untuk beliau. Ketika aku pergi, maka aku mendengar di sisi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ada suara orang yang sedang berseteru yang tidak jelas yang mana aku belum pernah mendengarkannya. Maka beliau datang dan bertanya: ‘Kamu bilal?’ Maka aku jawab: ‘Ya, aku bilal’. Beliau bertanya: ‘Apakah engkau sudah membawa air?’ Maka aku menjawab: ‘Iya.’ Maka beliau menjawab: ‘Bagus’. Dan beliaupun mengambil wadah air dariku dan beliau berwudhu. Aku pun bertanya kepada beliau: ‘Aku telah mendengar di sisimu ada perseteruan orang dan suara yang tidak jelas. Dan aku tidak pernah mendengar suara lisan mereka. Maka beliau menjawab: ‘Ada jin muslim dan jin musyrik berseteru di hadapanku. Maka mereka meminta keputusan dariku agar aku menempat mereka di sebuah tempat tinggal. Maka aku berikan tempat tinggal untuk jin muslim di gunung. Dan aku berikan tempat tinggal untuk jin musyrik di laut” (HR. Thabrani no. 1143)

4. Laut. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgahsananya di atas laut. Kemudian ia mengirimkan pasukan-pasukannya. Maka yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang paling besar fitnahnya (gangguanya). Salah satu dari syaithan berkata: ‘aku telah melakukan ini dan itu’. Maka Iblis berkata: ‘Engkau belum melakukan apapun’. Kemudian datanglah syaithan lain dan berkata: ‘Tidaklah aku tinggalkan manusia kecuali aku telah memisahkan antara dia dengan istrinya.’ Maka iblis pun mendekatkan dia kepada dirinya. Dan iblis berkata: ‘Sebaik-baik pasukan adalah engkau.” (HR. Muslim no. 2813)

5. Kuburan. Karena kuburan adalah tempat yang tidak ditinggali oleh manusia dan begitu pula karena Al-Quran tidak boleh dibaca di sana. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah” (HR. Muslim no. 212)

6. Toilet. Karena toilet adalah tempat yang tidak ditinggali oleh manusia dan karena toilet adalah tempat yang kotor dan najis. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ،  فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Sesungguhnya toilet-toilet ini dihadiri jin. Maka jika salah seorang kalian hendak masuk ke dalam toilet, maka dia harus membaca ‘ a’uudzubillah minal khubutsi wal khabaaits’ aku berlindung kepada Allah dari jin lelaki dan wanita” (HR. Abu Daud no. 6; shahih sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

7. Pasar. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق, ولا آخر من يخرج منها، فإنها معركة الشيطان، وبها ينصب رايته

“Kalau bisa, janganlah engkau menjadi orang yang pertama masuk ke dalam pasar. Dan janganlah menjadi orang yag terakhir keluar dari pasar. Karena sesungguhnya pasar adalah tempat perangnya syaithan. Dan di sana dia tancapkan benderanya” (HR. Muslim no. 2451)

Bersambung...

Semoga bermanfaat wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung media ilmu ustadz Al-Amiry dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

BCA 3000712298 a.n Muhammad Abdurrahman

BSM (Mandiri Syariah) 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman 

Rekening ini khusus untuk media ilmu dan dakwah ustadz Al-Amiry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar