Corona; Hukum Shaf Shalat Renggang 1 Meter Ketika Berjama’ah


Di tengah wabah corona ini, ada banyak masjid yang menerapkan shalat berjamaah dengan shaf shalat (barisan shalat) yang renggang sepanjang satu hingga dua meter. Sedangkan salah satu kewajiban shalat berjamaah adalah merapatkan shaf. Sebagaimana sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam: 

أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ، وَتَرَاصُّوا، فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي

“Sempurnakanlah shaf kalian, dan merapatlah. Sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari belakang punggungku” (HR. Bukhari no.719)

Dan dalam riwayat lain disebutkan: 

رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ

“Rapatkanlah shaf-shaf kalian dan mendekatlah sesama shaf dan sesuaikan leher-leher kalian. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangannya, sesungguhnya aku melihat syaithan masuk ke dalam celah-celah shaff kalian seperti anak kambing” (HR. Abu Daud no. 667; shahih sebagaiamana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

Lantas bagaimana sikap kita mengenai shalat jamaah di tengah wabah corona seperti ini? Karena kalau saling berdekatan akan memiliki dampak menularkan virus corona lebih efektif. Akan tetapi kalau shalat dengan berjauhan juga masuk ke dalam larangan nabi shallallahu alaihi wa sallam. 

Permasalahan ini insha Allah kita bahas dalam beberapa point: 

1. Kembali kepada fatwa para ulama. Di sini saya merujuk kepada 2 fatwa para ulama mengenai hal ini: 

Pertama: Guru kita syaikh Ali Hasan Al-Halabi -hafidzahullah- ta’ala. Saya pernah bertanya kepada beliau beberapa hari yang lalu tentang masalah ini via whatsapp, saya bertanya: 

السلام عليكم ورحمة الله  يافضيلة شيخنا. ما حكم صلاة الجماعة في المسجد وبين كل رجال فرجة نحو متر واحد أو مترين مخافة وقوع فيروس كورونا؟ هل تصح صلاتهم ويؤجرون بصلاة الجماعة؟ أو لا تصح  بمعنى يلزمهم تكرار الصلاة أو صحت صلاتهم لكن تعتبر صلاتهم صلاة منفردة ولا يحصلون على أجر الجماعة. أفيدونا يا فضيلة شيخنا أفادكم الله. جزاكم الله خير الجزاء

“Assalamualaikum warahmatullah wahai syaikh kami yang muliau. Apa hukum shalat jamaah di dalam masjid sedangkan jarak setiap orang memiliki renggang sejauh 1 meter atau 2 meter karena takut terkena virus corona? Apakah shalat mereka sah dan diberi ganjaran dengan shalat berjamaah? Atau shalat mereka tidak sah dengan artian mereka harus mengulangi shalatnya atau shalat mereka sah akan tetapi shalat mereka dianggap seperti shalat sendiri dan tidak mendapatkan pahala jamaah? Tolong berikan kepada kami faidah ilmu wahai syaikh yang mulia. Jazaakumullah khairal jazaa”.

Beliau menjawab: 

حكمهم حكم صلاة الفرادى

“Hukum shalat mereka adalah seperti shalat sendiri-sendiri”

Silahkan lihat screenshoot di bawah ini:



Kedua: Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad -hafidzahullah ta’ala-. Beliau ditanya: 

هناك في بعض المساجد رجال يصلون وبين كل شخص وشخص فرجة مترا أو مترين زعما منهم أن هذا لتوقي المرض فما حكم ذلك شيخنا؟

“Di sana ada sebagian masjid, orang-orang melakukan shalat dan di antara setiap orang shaf renggang sejauh satu meter atau dua meter karena klaim mereka bahwa hal ini untuk menghindari penyakit corona. Apa hukum hal ini wahai syaikh kami?”

Beliau hafidzahullah menjawab: 

لا تصح الصلاة ويعتبرون أفرادا كما لو صلوا منفردين

“Tidak sah shalat jamaahnya. Dan mereka dianggap sendiri-sendiri sebagaimana mereka shalat sendirian” (Dars al-Muwatha - Sabtu, 19 Rajab 1441H)

2. Shalat di rumah di tengah wabah corona adalah sikap yang tepat. Hal ini sebagaimana yang telah kita bahas pada dua hadits di atas, jika celah shaf yang kecil saja bisa dilewati oleh syaithan untuk mengganggu orang-orang yang sedang shalat, apalagi shaf shalat yang renggang sejauh satu hingga dua meter. Tentu orang-orang yang sedang shalat dengan shaf shalat seperti itu akan terganggu oleh was-was dari syaithan. 

3. Orang yang shalat di rumahnya di wabah corona ini juga akan mendapatkan pahala seperti dia shalat berjamaah di dalam masjid. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: 

إِذَا مَرِضَ العَبْدُ، أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sedang sakit atau melakukan safar, maka ditulis untuknya pahala sebagaimana dia beramal ketika mukim dan sehat” (HR. Bukhari no. 2996)

Kalau sakit saja seseorang diperbolehkan shalat di rumahnya, apalagi di tengah wabah corona ini yang mana penyakit bukan hanya diidap oleh orang yang sakit saja namun bisa ditularkan kepada orang yang sehat jika mereka saling berdekatan. 

4. Dalam kaidah islam, tidak boleh kita membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain” (HR. Ahmad no. 2865; Hasan sebagaimana yang dinyatakan oleh Syu’aib Al-Arnauth)

Dan kita tahu, dengan berkumpulnya orang di dalam masjid akan membahayakan banyak orang dan bukan hanya beberapa orang saja. Bahkan itu bisa berdampak kepada puluhan hingga ratusan orang yang akan tertimpa bahaya. 

Sehingga dari beberapa point di atas, maka janganlah kita shalat berjamaah di masjid walau dengan shaff yang renggang. Namun kita shalat di dalam rumah saja dan pahala shalat jamaah akan kita dapatkan pula. Sehingga tidak perlu khawatir mengenai pahala shalat jamaah di tengah wabah corona seperti ini. 

Allahu a’lam, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad. 

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung dakwah “Kajian Al-Amiry” dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini:

BCA 3000712298 a.n Muhammad Abdurrahman

BSM 7108850811 a.n Muhammad Abdurrahman 

Rekening khusus donasi media dakwah dan kajian Al-Amiry. Terima kasih, jazaakumullah khairan. 

2 komentar: