Corona, Apakah Harus Adzan Ketika Shalat Di Rumah?


Perlu diketahui bahwasanya hukum adzan adalah wajib. Sebagaimana sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam: 

وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ، فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

“Dan jika telah masuk waktu shalat, maka salah seorang dari kalian harus adzan. Dan yang paling tua yang menjadi imam” (HR. Bukhari Muslim)

Namun kewajiban ini adalah fardhu kifayah. Yang artinya adalah kewajiban yang jika telah dilakukan oleh seseorang maka kewajiban tadi gugur untuk orang lain. Sehingga, jika seorang muadzin telah mengumandangkan adzan disebuah wilayah dan terdengar oleh masyarakat sekitar, maka masyarakat tersebut tidak wajib mengumandangkan adzan kembali. 

Walau kewajiban itu sudah gugur karena sudah ada orang lain yang mengerjakannya, namun adzan di rumah tetap dianjurkan. Dan hal ini sebagaimana yang disebutkan pada riwayat Anas bin Malik:

أنه دخل المسجد بعد انتهاء الناس من الصلاة ، فأمر بعض من معه فأذن وأقام ، ثم تقدم أنس رضي الله عنه وصلى بهم

“Bahwasanya beliau (Anas bin Malik) masuk ke dalam masjid setelah orang-orang selesai melakukan shalat. Maka beliau memerintahkan seseorang yang bersama beliau untuk adzan dan iqamah. Dan Anas radhiyallahu anhu pun maju untuk menjadi imam” (HR. Ibnu Abi Syaibah; shahih sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

Sehingga tetap dianjurkan untuk adzan walau shalat di rumah, namun adzan tersebut tidaklah sampai kebatas wajib. Begitu pula dengan iqamah, maka iqamah juga disunnahkan untuk orang yang sedang shalat di rumah.

Allahu a’lam bis shawab. 

Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net
----------
Kesempatan bagi anda untuk mendapatkan amal jariyah. Dukung dakwah “Kajian Al-Amiry” dengan mengirimkan donasi ke salah satu rekening di bawah ini: 

BNI Syariah 0605588960 a.n Yayasan Kajian Al Amiry (Kode transfer: 427)

BCA 3000573069 a.n Muhammad Abdurrahman (Kode transfer: 014)

Semoga Allah selalu memberikan ganjaran atas amal jariyah anda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar