0

Sering terjadi pada sebagian kaum muslimin ketika sedang melaksanakan shalat dia merasa seperti telah mengeluarkan angin dari duburnya ataukah itu hanya was-was saja. Perlu diketahui, hal ini pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dari Abdullah bin Zaid Al-Anshari radhiyallahu anhu:

أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل الذي يخيل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة؟ فقال: لا ينصرف حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا

“Bahwasanya ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa dia seakan-akan mengalami sesuatu ketika shalat (buang angin). Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: ‘Janganlah dia membatalkan shalatnya sampai dia mendengar suaranya atau mencium baunya’” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim 361)

Dalam lafadz lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إذا وجد أحدكم في بطنه شيئا، فأشكل عليه أخرج منه شيء أم لا، فلا يخرجن من المسجد حتى يسمع صوتا، أو يجد ريحا

“Jika seseorang dari kalian mendapati sesuatu pada perutnya, sehingga dia ragu apakah telah buang angin ataukah tidak, maka janganlah dia keluar dari masjid sampai dia mendengar suara dan mendapati baunya” (HR. Muslim no. 362)

Maksud hadits di atas adalah bahwa dia benar-benar yakin telah buang angin dan tidak ada keraguan lagi. Al-Imam Ash-Suyuuthi berkata:

حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا معناه حتى يعلم وجود أحدهما ولا يشترط السماع والشم بإجماع المسلمين

“Maksud sabda beliau: ‘Sampai dia mendengar suara kentutnya atau mencium baunya’ adalah sampai dia mengetahui wujud salah satunya dan itu tidak disyaratkan telah mendengar dan mencium sekaligus sesuai ijma’ kaum muslimin” (Ad-Diibaaj 2/103)

Sehingga jika seseorang ragu apakah telah kentut ataukah tidak, maka tidaklah batal wudhunya, karena dia telah wudhu dengan yakin dan kentut dengan ragu. Sedangkan keyakinan tidaklah gugur dengan keraguan. Disebutkan dalam sebuah kaidah:

اليقين لا يزول بالشك

“Keyakinan tidaklah gugur dengan keraguan” (Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah 1/32)

Ini kaidah fiqh yang sangat agung sekali, banyak syariat islam yang berkaitan dengan kaidah ini.

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengomentari hadits yang kita bahas dengan:

ودل حديث الباب على صحة الصلاة ما لم يتيقن الحدث

“Dan hadits ini menunjukkan akan sahnya shalat seseorang selama dia tidak yakin telah berhadats” (Fath Al-Baari 1/238)

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Posting Komentar

 
Top