0

Syariat islam adalah syariat yang sangat mulia, bukan untuk guyonan atau bahan celaan. Dan di antara bentuk syariat yang beberapa kali telah direndahkan atau bahkan dihinakan adalah hijab syari terlebih jika sang muslimah menyempurnakannya dengan memakai cadar.

Allah ta’ala mengancam keras orang-orang yang masih sering mencela syariat Allah atau mencela orang yang bersungguh-sungguh menjalankan sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan firmanNya:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ * لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? * Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah kamu beriman.” (QS. At-Taubah 65-66)

Ayat di atas memiliki sababun nuzul, yaitu seseorang dari kelompok kaum muslimin mencela rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya ketika perang Tabuk. Maka seketika itu, Allah hukumi dia telah kafir dan murtad.

عن عبد الله بن عمر قال: قال رجل في غزوة تبوك في مجلس: ما رأينا مثل قرائنا هؤلاء، أرغبَ بطونًا، ولا أكذبَ ألسنًا، ولا أجبن عند اللقاء! فقال رجل في المجلس: كذبتَ، ولكنك منافق! لأخبرن رسول الله صلى الله عليه وسلم، فبلغ ذلك النبي صلى الله عليه وسلم ونزل القرآن. قال عبد الله بن عمر: فأنا رأيته متعلقًا بحَقَب ناقة رسول الله صلى الله عليه وسلم تَنْكُبه الحجارة، وهو يقول: "يا رسول الله، إنما كنا نخوض ونلعب! "، ورسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزؤن لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم)  

Dari Abdullah bin Umar, beliau berkata: “Seseorang pada perang Tabuk berkata di sebuah majlis: ‘Kami tidak pernah melihat orang-orang seperti qari kami. Kerjaan mereka hanyalah mengenyangkan perut dan lisan mereka adalah yang paling dusta serta mereka adalah orang yang paling pengecut ketika berperang’. Maka seseorang langsung berkata di majlis tersebut: ‘Engkau telah berdusta. Sesungguhnya engkau adalah orang munafik! Aku akan kabarkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam’. Maka sampailah berita ini kepada Rasulullah dan ayat Al-Quran pun turun (ayat yang telah kita sebutkan di atas). Abdullah bin Umar berkata: Maka aku melihat orang yang mencela tadi bergelantungan di kaki unta Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang berjalan dan menabrak bebatuan (karena ingin minta maaf). Dan dia berkata: ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya kami hanya bercanda dan bermain-main saja’. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata: ‘Apakah dengan Allah dan ayat-ayatNya serta RasulNya kalian membuat celaan? Janganlah kamu minta maaf, sesungguhnya engkau telah kufur setelah keimanan” (Tafsir Ath-Thabari 14/334 dengan sanad yang shahih)

Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite Tetap Penelitian dan Penerbitan Fatwa) Saudi Arabia ditanya:

ما هو حكم من يستهزئ بمن ترتدي الحجاب الشرعي، ويصفها: بأنها عفريتة أو أنها خيمة متحركة، وغير ذلك من ألفاظ الاستهزاء؟

“Apa hukum orang yang menghina wanita yang memakai hijab syar’i dan mensifatinya dengan wanita ifrit (syaithan wanita) atau dengan kemah yang bergerak, atau dengan lafadz-lafadz hinaan lainnya?”

Para ulama dari Al-Lajnah Ad-Daimah menjawab:

من يستهزئ بالمسلمة أو المسلم من أجل تمسكه بالشريعة الإسلامية فهو كافر، سواء كان ذلك في احتجاب المسلمة احتجابا شرعيا أم في غيره

“Barangsiapa yang mencela seorang wanita muslimah atau lelaki muslim karena mereka menjalankan syariat islam, maka dia telah kafir. Sama saja dia menghina seorang muslimah memakai hijab syar’i atau karena menjalankan syariat yang lain” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 2/25)

Maka untuk orang yang lisannya masih ringan sekali dalam mencela syariat Allah atau menghina orang yang menjalankan syariatNya agar pintar-pintar menjaga lisan dengan baik, karena efek yang terjadi adalah kekufuran.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Posting Komentar

 
Top