0

Pada asalnya suami dan istri boleh memperlihatkan aurat kepada sesama dan tidak ada larangan akan hal itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

احفظ عورتك إلا من زوجتك أو ما ملكت يمينك

“Jagalah auratmu (tutupilah) kecuali kepada istri dan budakmu” (HR. Abu Daud no. 4017; Hasan sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

Dan jika hal ini justru dapat menambah kecintaan kepada suami dan istri, maka hal ini justru dianjurkan dan disunnahkan. Karena hal ini termasuk merias diri di hadapan suami yang diperbolehkan.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:

إني لأتزين لامرأتي كما تتزين لي، لأن الله تعالى قال:" ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف" أي زينة من غير مأثم

“Sesungguhnya aku selalu berias diri untuk istriku sebagaimana dia wajib berias diri untukku. Karena Allah ta’ala telah berfirman: ‘Dan istri-istrimu memiliki hak sebagaimana dia telah menunaikan kewajibannya dengan ma’ruf’ (Al-Baqarah: 228).” (Tafsir Al-Qurthubi 3/123)

Jadi sebagaimana istri diperbolehkan untuk memakai pakaian ketat dan menerawang di hadapan suaminya, maka hal itu juga diperbolehkan untuk suami kepada istrinya.

Dan yang perlu diingat, bahwa hal ini khusus dilihat oleh sepasang suami dan istri dan haram untuk dilihat oleh anak dan anggota keluarganya yang lain. Karena wanita hanya boleh menampakkan aurat di hadapan mahramnya selain suaminya sebatas anggota-anggota wudhu seperti tangan sampai siku, kepala, rambut, dan telapak kaki hingga setengah betis.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata:

لا يجوز للمرأة أن تلبس القصير من الثياب أمام أولادها ، ومحارمها ، ولا تكشف عندهم إلا ما جرت به العادة بكشفه مما ليس فيه فتنة ، وإنما تلبس القصير عند زوجها فقط

“Tidak diperbolehkan bagi wanita untuk memakai pakaian pendek di hadapan anak-anaknya, dan mahramnya yang lain. Dan tidak boleh baginya untuk menyingkap anggota tubuhnya kecuali apa yang biasa bagi mereka yang tidak ada fitnah di dalamnya. Istri hanya diperbolehkan memakai baju pendek di hadapan suaminya saja” (Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan  3/107)

Pada kesimpulannya, istri diperbolehkan untuk memakai baju lingerie di hadapan suami dan jika itu dapat menambah kecintaan di antara mereka justru hal itu disunnahkan dan dianjurkan. Wallahu ta’ala a’lam.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.
----------

Posting Komentar

 
Top