1

Wanita muslimah wajib menutup auratnya dengan sempurna. Jangan sampai seorang muslimah tak bisa menjaga auratnya dengan baik. Dan hal yang sangat menyedihkan adalah banyak wanita muslimah yang tak bisa menjaga auratnya, terlebih dengan mudahnya dia berenang di kolam renang umum.

Kita perlu tahu sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam masalah ini:

عن أبي المليح الهذلي، أن نساء من أهل حمص، أو من أهل الشام دخلن على عائشة، فقالت: أنتن اللاتي يدخلن نساؤكن الحمامات؟ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ما من امرأة تضع ثيابها في غير بيت زوجها إلا هتكت الستر بينها وبين ربها

Dari Abu Al-Malih Al-Hudzali: Bahwasanya para wanita penduduk Homs atau Syam berkunjung kepada Aisyah. Maka Aisyah berkata: “Apakah wanita-wanita dari kalangan kalian yang suka masuk ke pemandian umum? Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang wanita membuka hijab  di luar rumahnya kecuali dia telah merobek tirai rasa malu antara dia dengan Rabbnya” (HR. Tirmidzi no. 2803)

Ada pula sebagian muslimah lain berenang di kolam renang umum dengan menggunakan penutup kepala dengan alasan untuk menutupi rambutnya. Maka perlu diketahui, hal ini tidaklah cukup untuk menutupi auratnya. Karena aurat itu bukan hanya pada rambut, melainkan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Terlebih jika pakaian yang dia gunakan adalah pakaian renang yang memang semuanya ketat dan tidak longgar. Baca kriteria pakaian muslimah yang sempurna di sini.

Adapun jika kolam renang itu untuk dibuat khusus untuk para wanita muslimah, maka ini tidaklah mengapa dengan beberapa syarat dan ketentuan sebagaimana yang difatwakan oleh sebagian para ulama di antaranya adalah syaikh Khalid Al-Mushlih, dll hafidzahumullah.

Syaikh Khalid Al-Mushlih hafidzahullah ditanya mengenai hukum para wanita berenang di kolam renang khusus untuk muslimah. Maka beliau menjawab:

إذا كانت فيه خصوصية كما أنه يستأجر في وقت معين أو كان لباسها لا يبدي المفاتن فلا حرج

“Jika kolam renang tersebut ada kekhususan semisal dia disewa pada waktu tertentu khusus untuk wanita, dan pakaian para wanita yang berenang tidak memunculkan fitnah, maka tidak mengapa” (Lihat fatwa beliau di sini)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid juga ditanya:

ما حكم السباحة للمرأة؟

“Apa hukumnya berenang untuk wanita?”

Maka beliau menjawab:

إذا كان المكان ليس فيه أي رجل أجنبي يطلع أبدا جاز لها ذلك كأن تسبح مثلا في بركة في بيتها أو لها مزرعة ما فيها عمال في جوارها أو أناس أجانب فنزلت فيها لا بأس. لكن هذه المسابح الموجودة في الفنادق لعن الله الذين ينشرون الفساد بين المسلمين وقاتل الله الذين يحبون أن تشيع الفاحشة للذين آمنوا فهذا لا شك من مصائب عظيمة

“Jika tempat renangnya tidak ada satu pun lelaki asing (lelaki yang bukan mahramnya) yang melihat, maka boleh bagi wanita tersebut untuk berenang. Seperti dia berenang di kolam renang kecil di rumahnya atau semisal dia memiliki ladang yang tidak ada para pekerja lelaki atau para lelaki asing lain di sekitarnya, kemudian dia turun untuk berenang, maka hal tersebut tidak mengapa.

Adapun kolam renang yang ada di hotel-hotel (yang bercampur baur), semoga Allah melaknat orang yang menyebarkan keburukan di antara kaum muslimin. Semoga Allah juga memerangi orang-orang yang senang jika keburukan tersebut menyebar untuk orang-orang yang beriman. Tidak diragukan lagi hal ini termasuk musibah yang besar.” (Simak fatwa beliau di sini)

Sehingga dapat kita simpulkan, wanita boleh berenang di kolam renang khusus wanita, jika terpenuhi beberapa syarat:

1- Tidak ada lelaki lain yang ikut berenang (khusus untuk muslimah saja)
2- Aman dari penglihatan para lelaki, baik lelaki yang bekerja di kolam renang seperti satpamnya atau pelayannya, ataupun para lelaki lainnya.
3- Wanita yang berenang, wajib menggunakan pakaian yang baik dan sopan untuk menutupi auratnya.
4- Mendapatkan izin dari suami. Karena istri tidak boleh keluar rumah tanpa izin dari suaminya.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Posting Komentar

  1. Assalamu'alaikum, apa benar mewarnai rambut dengan cat alami dan halal untuk remaja di bawah 17 tahun itu di halalkan/di bolehkan di dalam islam?

    BalasHapus

 
Top