0

Kebelet Nikah Tapi Takut Biaya Walimah

Solusinya apa? Solusinya ada banyak, namun solusi ini tidak akan bermanfaat kalau kita masih mendahulukan gengsi dari pada syariat. Di bawah ini adalah sebagian curhatan para pemuda ketika hendak nikah.

1. Pertanyaan pertama: Jika belum ada biaya walimah nikah dan belum bisa menafkahi. Apa ya solusinya?

Jawab: Solusinya adalah jangan nikah terlebih dahulu.

Tidakkah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyarankan para pemuda seperti ini untuk berpuasa untuk menahan syahwatnya dan sama sekali beliau tidak memaksa untuk menikah?

مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Barang siapa yang sudah mampu menafkahi istri hendaknya dia menikah, sesungguhnya pernikahan akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa. Sesungguhnya puasa adalah tameng baginya” (HR. Bukhari Muslim)

2. Pertanyaan kedua: Aku sudah bisa menafkahi istri, karena aku sudah memiliki pekerjaan. Tapi aku hanya belum bisa mengumpulkan biaya untuk walimah nikah karena besarnya pernikahan yang ada di sebagian masyarakat. Apa solusinya?

Jawab: Solusinya adalah nikah di KUA secara gratis tanpa kena biaya apapun juga. Tidakkah Allah ta’ala telah berfirman?

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286)

3. Pertanyaan ketiga: Tapi aku sedikit malu untuk nikah di KUA, bagaimana ya?

Jawab: Gengsi nikah di KUA? Pantas saja, itu selalu menjadi beban pikiran para pemuda. Jelas-jelas Allah sudah memberikan keringanan untuk hambaNya kenapa justru kalian memberatkan diri sendiri?

Ingat, rezeki Allah itu sudah sangat cukup untuk kehidupanmu namun belum tentu cukup untuk gaya hidupmu. Maka jangan gengsi.

Allah sudah memberikan banyak keringanan, maka salahkanlah diri sendiri ketika anda mencoba untuk memberatkan apa yang telah Allah ringankan.

4. Pertanyaan keempat: Lantas, bagaimana cara mengutarakan kepada calon istri ataupun keluarganya agar mereka semua menyetujui akad nikah dan walimahnya dilangsungkan di KUA karena ketidakmampuan kita akan besarnya biaya walimah?

Jawab: Mudah saja, yaitu dengan terus terang dan tidak perlu ditutupi disebabkan gengsi dan rasa malu. Ingat, terus terang itu menenangkan, itulah sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Arab:

الصراحة راحة

“Terus terang itu menyenangkan”

Sampaikanlah ke walinya: “afwan pak saat ini saya hanya bisa melangsungkan pernikahan di KUA. Bagaimana menurut bapak?”

Kalau dia setuju, maka alhamdulillah. Jika tidak setuju, maka dunia tak selebar daun kelor. Masih banyak wanita yang ingin menikah dengan apa adanya tanpa gengsi dan gaya hidup yang tinggi. Semuanya ada pangsa pasarnya masing-masing.

5. Pertanyaan kelima: Aku mau nikah, tapi berhutang dulu untuk semua biayanya. Bagaimana ya?

Jawab: Tujuan nikah adalah agar kita mendapatkan kebahagiaan. Namun, kebahagiaan apa yang akan kita dapatkan ketika memikirikan hutang yang segede gaban? Jika bisa tidak berhutang, kenapa memaksa diri untuk berhutang?

Aslinya, kamu bisa menikah dan beromantis ria dengan istri. Namun semua itu terhalangi karena beban hutang yang ada pada pundakmu. Akhirnya yang menjadi fokus pikiranmu adalah bagaimana caranya membayar hutang dan bukan lagi bagaimana cara membahagiakan istri yang kau sayang.  

Saya ulangi, solusi dari Allah ada banyak. Namun itu semua tergantung pada kita, mau pilih solusi dari Allah atau pilih tuntutan manusia?!

Wallahu a’lam.

Abdurrahman Al-Amiry

Islamic Center Al-Istiqomah, Prabumulih, Sumatra Selatan.

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

 
Top