0

Pertanyaan: Assalamualaikum ustadz, mau tanya apa hukmua asuransi kematian? Asuransi itu dibutuhkan untuk biaya di saat kematian misalnya biaya beli tanah kuburnya dan biaya transport dan lain-lain. Sebab biaya kematian di Belandang mahal.

Dan jika tidak mampu bayar maka akan diambil alih oleh pemerintah Belanda dan akan dikubur sesuai adat mereka dan dikumpulan di makam kuburkan orang-orang nashrani. Dan jika ikut asuransi yang diadakan oleh orang-orang muslim di sana maka akan dikubur sesuai adat orang muslim dan dikuburkan di pemukiman muslim. Bagaimana solusinya jika tidak ikut asuransinya?

Dari: Ummu Kheiria, Jerman

Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Secara umum asuransi ada 2 macam:

1. Ta’miin ta’awuni (Asuransi tolong menolong). Dan ini diperbolehkan dalam agama islam, karena asuransi ini murni untuk saling membantu dan meringankan beban orang lain tanpa mencari keuntungan sedikitpun. Allah ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong menolonglah kamu untuk kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kamu tolong menolong untuk perbuatan dosa dan permusuhan” (QS. Al-Maidah: 2)

2. Ta’min tijaari (Asuransi Komersial/konvensional) Dan ini adalah asuransi yang diharamkan dalam agama islam karena mengandung unsur gharar, riba, dan kedzaliman dengan mengambil harta orang lain tanpa hak, serta adanya perjudian.

1. Unsur gharar (ketidakjelasan) dalam asuransi tijaari telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.  Dalam sebuah hadits sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

“Bahwasanya nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang trasaksi yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan/penipuan)” (HR. Abu Daud no. 3376)

2. Ada unsur riba sedangkan itu sudah diancam keras oleh Allah ta’ala dalam Al-Quran Al-karim:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (278) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 278-279)

3. Unsur kedzaliman dengan mengambil harta orang tanpa hak. Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang bathil” (QS. An-Nisa: 29)

4. Ada unsur perjudian. Dan Allah ta’ala telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (menyembelih untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (Qs. Al-Maidah: 90)

Kesimpulannya: Jika asuransi yang diadakan oleh orang-orang muslim di sana murni ta’awuni untuk saling tolong menolong tanpa mencari keuntungan, maka hal ini diperbolehkan.

Allahu a’lam, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Posting Komentar

 
Top