0

Dalam islam, hukum menyambung rambut dengan rambut lain atau bulu dengan bulu lain adalah dilarang dan diharamkan. Hal tersebut sebagaimana yang diceritakan dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu anha bercerita:

أَنَّ امْرَأَةً مِنَ الأَنْصَارِ زَوَّجَتِ ابْنَتَهَا، فَتَمَعَّطَ شَعَرُ رَأْسِهَا، فَجَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَتْ: إِنَّ زَوْجَهَا أَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ فِي شَعَرِهَا، فَقَالَ: لاَ، إِنَّهُ قَدْ لُعِنَ المُوصِلاَتُ

“Bahwasanya ada seorang waita dari kalangan Anshar yang akan menikahkan putrinya. Namun rambut putrinya mulai berjatuhan (rontok). Maka ibunya mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan menceritakan masalah itu kepada beliau. Maka dia berkata: ‘Sesungguhnya calon suaminya memerintahkan kepadaku untuk menyambungkan rambutnya dengan rambut palsu’. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak, sesungguhnya orang-orang yang menyambungkan rambutnya dengan rambut palsu telah dilaknat” (HR. Bukhari no. 5205)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ، وَالوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ

“Allah melaknat orang-orang yang menyambungkan rambutnya dengan rambut lain / bulunya dengan bulu lain, dan melaknat orang yang mentato dirinya dan yang minta ditato” (HR. Bukhari no. 5933 dan Muslim no. 2122)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

السائلة أم معاذ من الرياض تقول ما حكم استعمال الرموش الصناعية للتجمل بها عند الزوج؟

“Ada seorang wanita yang bertanya yaitu Ummu Mu’adz dari Riyadh. Dia bertanya: Apa hukumnya menggunakan bulu mata buatan sebagai perhiasan untuk suami?”

Beliau menjawab:

الرموش الصناعية لا تجوز لأنها تشبه الوصل أي وصل شعر الرأس وقد (لعن النبي صلى الله عليه وسلم الواصلة والمستوصلة)

“Bulu mata buatan tidak boleh dipakai. Karena itu menyerupai perbuatan menyambung rambut dengan rambut yang lain. Sedangkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah melaknat orang yang menyambung rambutnya dengan rambut yang lain dan orang yang minta rambutnya disambungkan dengan rambut yang lain” (Fatawa Nuur Alaa Ad-Darb li Al-Utsaimiin)

Dan banyak para masyaikh lain yang berfatwa seperti fatwa syaikh Ibnu Utsaimin di atas. Sehingga kesimpulannya adalah bahwasanya memakai bulu mata diharamkan sebagaimana sabda Rasulullah di atas. Allahu a’lam.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Posting Komentar

 
Top