0

Pertanyaan: Assalamu'alaykum ustadz, apa hukumnya aqiqah anak? Kalau ketika lahir ayahnya tidak punya uang kemudian ketika dua bulan berikutnya dia punya uang apa tetap dilanjutkan aqiqahnya? Apa boleh aqiqah pakai uang istri, karena suami belum bisa memberi nafkah? Apakah boleh aqiqah dengan 1 kambing buat anak laki-laki terlepas dari mampu atau tidak kedua orang tuanya? Dan jika aqiqah tidak dikerjakan apa berdosa walau dia mampu atau tidak mampu? Mhn faedahnya ustadz.

Jawaban: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, pertanyaan ini akan kita jawab dengan beberapa point:

1- Hukum aqiqah anak.

Aqiqah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah (sunnah yang ditekankan), karena nabi memerintahkan aqiqah namun beliau menyerahkan hal itu kepada keinginan orang tua. Jika orang tua berkehendak, maka hal itu bagus. Jika tidak berkehendak, maka tidak berdosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وُلِدَ لَهُ، فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ

“Barangsiapa yang memiliki anak, dan berkeinginan untuk mengaqiqahi anaknya, maka kerjakanlah” (HR. Ahmad no. 23135; Hasan li ghairih)

Sehingga jika aqiqah tidak dikerjakan maka tidak berdosa namun hal tersebut rugi, karena aqiqah sangat dianjurkan di dalam agama islam.

2. Waktu aqiqah yang paling dianjurkan

Waktu yang dianjurkan dalam aqiqah adalah hari yang ke 7. Jika belum mampu, maka di hari yang ke 14. Dan jika belum mampu pula, maka di hari yang ke 21. Hal tersebut sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

العقيقة تذبح لسبع , ولأربع عشرة , ولإحدى وعشرين

“Aqiqah dilakukan di hari yang ke 7, 14, dan 21” (HR. Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 19293; Dha’if)

3. Bagaimana jika belum mampu dan sudah melewati waktu yang dianjurkan seperti 1 bulan dan bahkan 1 tahun, dst?

Masih diajurkan baginya untuk melakukan aqiqah walau sudah melewati waktu yang dianjurkan. Hal tersebut, karena nabi shallallahu alaihi wa sallam meaqiqahi diri beliau sendiri ketika sudah diutus menjadi nabi. Dan beliau diutus menjadi nabi pada umur 40 tahun.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن نفسه بعد ما بعث نبيا

Bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengaqiqahi diri beliau sendiri setelah beliau diutus menjadi nabi” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath no. 994; Hasan)

4. Bolehkan mengaqiqahi anak menggunakan uang istri?

Boleh, dan tidak ada masalah sama sekali.

5. Bolehkan mengaqiqahi anak laki-laki dengan satu kambing ketika mampu ataupun tidak mampu?

Lebih utama bagi anak laki-laki diaqiqahi dengan 2 kambing, adapun anak perempuan maka diaqiqahi 1 kambing. Ummu Kurz radhiyallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang aqiqah, maka beliau menjawab:

عن الغلام شاتان، وعن الأنثى واحدة

“Untuk anak laki-laki maka diaqiqahi dengan 2 kambing, dan anak perempuan 1 kambing” (HR. Tirmidzi no. 1516; Shahih)

Namun juga diperbolehkan jika anak laki-laki diaqiqahi hanya dengan satu ekor kambing. Hal tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن، والحسين كبشا كبشا

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengaqiqahi Hasan dan Husain satu ekor kambing dan satu ekor kambing” (HR. Abu Daud no. 2841; Shahih)

Allahu a’lam, mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Tags: Aqiqah, Hukum Aqiqah, Waktu Aqiqah, Jumlah Kambing Aqiqah

Posting Komentar

 
Top