0

Telah terdapat larangan mencabut atau menipiskan alis mata. Dan hal ini masih sering dilakukan oleh beberapa wanita ketika hendak menikah dan sebagainya. Padahal perbuatan ini adalah dosa besar karena telah ada larangan keras dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan ancaman laknat. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma:

لعن الله الواشمات والمستوشمات، والنامصات والمتنمصات

“Allah melaknat wanita yang mentato dan wanita yang minta ditato, begitu pula wanita yang menghilangkan alis mata dan wanita yang meminta dihilangkan alis matanya” (HR. Muslim no. 2125)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu juga berkata:

لعنت الواصلة، والمستوصلة، والنامصة، والمتنمصة، والواشمة، والمستوشمة، من غير داء

“Telah dilaknat wanita yang memasang rambut palsu dan wanita yang meminta untuk dipasang rambut palsu, begitu pula wanita yang menghilangkan alis mata dan wanita yang meminta untuk dihilangkan alis matanya, begitu pula wanita yang mentato dan wanita yang minta untuk ditato” (HR. Abu Daud no. 4170)

Dan larangan menghilangkan alis mata adalah larang secara umum, baik dengan mencukurnya atau mencabutnya, atau dengan menipiskannya.

Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan tentang an-namishah dan al-mutnammishah yang dilaknat oleh Allah dalam hadits di atas:

والنامصة التي تأخذ من شعر الحاجب وترققه ليصير حسنا والمنتمصة التي تأمر من يفعل ذلك بها

“An-Namishah adalah wanita yang mengambil bulu dari alis matanya dan begitu pula dia menipiskannya agar menjadi indah. Dan Al-Mutanammishah adalah wanita yang memerintahkan seseorang melakukan hal itu terhadap dirinya” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhaddzab 3/141)

Imam Abu Daud rahimahullah berkata:

والنامصة: التي تنقش الحاجب حتى ترقه

“Dan An-Namishah adalah wanita yang mengukir alis matanya sampai membuatnya menjadi tipis” (Sunan Abi Daud 4/78)

Imam Ar-Ramli rahimahullah berkata:

والتنميص، وهو الأخذ من شعر الوجه والحاجب المحسن

“At-Tanmish adalah mengambil bulu yang ada di wajah dan alis untuk dihiasi” (Nihayah Al-Muhtaj 2/25)

Syaikh Ibn Baaz rahimahullah berkata:

لا يجوز أخذ شعر الحاجبين، ولا التخفيف منهما؛ لما ثبت عن النبي - صلى الله عليه وسلم -: أنه لعن النامصة والمتنمصة، وقد بين أهل العلم أن أخذ شعر الحاجبين من النمص

“Tidak boleh mengambil bulu alis mata begitu pula menipiskannya. Karena telah ada riwayat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwasanya beliau melaknat An-Namishah (wanita yang mengambil bulu alis mata) dan Mutanammishah (wanita yang meminta untuk dilakukan kepadanya). Dan para ulama telah menjelaskan bahwasanya mengambil bulu alis mata termasuk perbuatan An-Namsh” (Majmu’ Fatawa Ibni Baaz 10/51)

Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite tetap fatwa) juga memberikan fatwa haramnya mencukur alis atau mencabutnya atau meinipiskannya dalam fatwanya:

لا يجوز حلق الحواجب ولا تخفيفها؛ لأن ذلك هو النمص الذي لعن النبي صلى الله عليه وسلم من فعلته أو طلبت فعله

“Tidak boleh mencukur alis mata atau menipiskannya, karena hal itu termasuk perbuatan An-Namsh yang telah dilaknat oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam siapa saja yang melakukannya dan yang meminta perbuatan itu” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/211)

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------

Posting Komentar

 
Top