0

Berbicara mengenai bendera Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-, maka cukup kembalikan masalah ini kepada riwayat-riwayat hadits yang telah ada. Tidak perlu meruju’ ke museum ini dan itu namun ternyata tak ada bukti yang kuat lagi akurat.

Seseorang berkata: “Yang saya tahu sebagai seorang muslim, hadits itu (hadits bendera Rasulullah berwarna hitam dan berpanjikan warna putih) baru ada setelah 200 tahun Rasulullah wafat. Banyak yang dhaif, banyak yang palsu juga”.

Jawaban:

Mengenai bendera Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-, maka ada beberapa riwayat yang menjelaskannya. Riwayat itu menyatakan bahwa bendera Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- berwarna hitam dan berukir tulisan berwarna putih.

Dan ini benar adanya sesuai hadits hasan yang didiriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ath-Thabrani, dll dari jalan Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma-.

Mari kita bahas riwayat ini.

عن ابن عباس قال: كانت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم سوداء، ولواؤه أبيض

“Dari Ibnu Abbas, beliau berkata: ‘Bendera Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam berwarna hitam dan berukir tulisan berwarna putih.” (HR. Tirmidzi no. 1651, Ibnu Majah no. 2818, Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra no. 13061, dll)

Derjat hadits: Hadits ini adalah hasan sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Takhrij Misykaah Al-Mashaabih (4/36), dan Al-Albani dalam Al-Silsilah As-Shahihah (5/136), dan Syu’aib Al-Arnauth dalam Sunan Ibnu Majah yang ditakhrij oleh beliau (4/93).

Sanad jalan hadits ini adalah Abu Zakariya Yahya bin Ishaq As-Salihani dari Yazid bin Hayyan dari Abu Mijlaz Lahiq bin Humaid dari Ibnu Abbas.

Sanad riwayat di atas terdapat Yazid bin Hayyan. Ibnu Hajar mempermasalahkannya seraya berkata: “صدوق يخطئ (Beliau adalah orang yang jujur namun terkadang salah)”.

Sehingga secara sanad, riwayat ini memang dhaif. Namun dia terangkat menjadi hasan karena ada penguatnya yaitu syawahid lain dari jalan Jabir bin Abdillah.

Mari kita bahas riwayat Jabir bin Abdillah:

عن جابر، أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل مكة ولواؤه أبيض

“Dari Jabir, bahwasanya nabi -shallallahu alaihi wa slalam- masuk ke dalam Makkah (Fathu Makkah) dengan membawa bendera berukir tulisan warna putih.” (HR. Tirmidzi no. 1679, An-Nasa’i no. 2866, Ibnu Majah no, 2817, Ibnu Hibban no. 4743, dll)

Sanad jalan hadits ini adalah Yahya bin Adam dari Syuraik bin Abdillah Al-Qadhi dari Ammar Ad-Duhni dari Abu Az-Zubair dari Jabir bin Abdillah.  

Sanad riwayat ini terdapat Syuraik bin Abdillah Al-Qadhi. Dan dia adalah orang yang memiliki masalah hapalan buruk walau dia adalah orang yang jujur.  Sehingga kesimpulan dari para ulama jarh wat ta’dil bahwa beliau adalah “صدوق سيئ الحفظ Jujur namun memiliki hapalan yang buruk”. Sehingga riwayat ini jika dihukumi secara sendirian tanpa ada syawahidnya maka sanadnya adalah dhaif.

Namun dalam ilmu Musthalahul Hadits (Ilmu yang membahas keabsahan status sanad riwayat dan matannya) ada yang namanya “Hadits Hasan Lighairih (Hadits yang menjadi hasan karena ada penguat dari jalan lain)”.

Hadits hasan lighairih adalah Hadits dhaif yang memiliki beberapa jalan riwayat, namun kedhaifannya bukan karena sifat rawi yang fasiq dan pendusta. Namun karena hapalannya buruk atau terputus sanadnya atau pula karena status perawi yang tidak diketahui (majhul). Sehingga jalan riwayat itu saling menguatkan.

Sehingga dapat kita rumuskan, Hadits Dhaif + Hadits Dhaif = Hadits Hasan Lighairih.

Di akhir pembahasan ini dapat kita simpulkan, bahwa hadits mengenai bendera Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang berwarna hitam dan berukir tulisan berwarna putih adalah hadits hasan dan dapat digunakan sebagai hujjah. Dan inilah yang dinyatakan oleh para ulama hadits semisal Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani, Syaikh Al-Albani, dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth -rahimahumullah-.

Terakhir, seharusnya pembahasan seperti ini disampaikan oleh para ulama yang memang memiliki ilmu hadits bukan ustadz abal-abal aktivis facebook yang tidak memiliki ilmu hadits sama sekali.

Na’alullahat taufiiq was sadaad, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------
Ingin pahala jariyah? Mari berinfak untuk pengembangan dakwah Kajian Al-Amiry melalui rekening:

BNI Syariah: 0605588960 a.n Yayasan Kajian Al Amiry (Kode bank: 009)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

 
Top