0

Adakah pacaran boleh dalam agama islam? Seorang lelaki mengencani seorang wanita yang mana status keduanya adalah lajang dan gadis, tak ada ikatan akad pernikahan di antara keduanya.

Untuk menjawab soalan “Adakah pacaran boleh dalam islam”, maka cukup serahkan pertanyaan itu kepada nabi besar kita baginda Rasulullah -shallallahu alaih wa sallam-.

1- Pertama, Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Lebih baik kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi dari pada dia menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya” (HR. Thabrani No. 486 dishashihkan oleh Al-Albani)

Betapa banyak orang yang pacaran dengan bergandengan tangan dan bahkan keduanya melakukan hal itu dengan waktu yang lama dan berulang-ulang.

2- Kedua, Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

لا يخلون رجل بامرأة إلا كان ثالثهما الشيطان

“Tidaklah seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiganya adalah syaithan.” (HR. Tirmidzi No. 1171 dan dishashihkan oleh Al-Albani)

Jadi mudahnya adalah orang yang pacaran dan berdua-duaan dengan pasangannya tanpa adanya akad nikah yang sah adalah saudaranya syaithan dan kawan dekatnya syaithan.

3- Ketiga, Allah ta’ala berfirman:

ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesunggugnya zina adalah perbuatan keji dan jalannya yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Jujur saja, betapa banyak wanita saat ini yang hamil di luar nikah?! Semua karena zina yang dilakukan oleh dua remaja yang sedang jatuh cinta. Dan dimulai dengan pecaran. Mudahnya pula dapat kita katakana bahwa pacaran adalah jalan besar untuk mendekati zina.

Mau tahu buruknya zina? Betapa banyak bayi yang dibunuh oleh ibunya sendiri ketika dia dilahirkan di dunia. Seorang wanita yang tipikalnya adalah seorang penyayang dapat berubah menjadi seorang pembunuh karena zina. Dan bayi yang sepatutnya disayang dapat berubah menjadi orang yang paling dibenci dan menjadi korban pembunuhan karena perbuatan zina.

Tidakkah ada yang mengambil pelajaran?

4- Keempat, diriwayatkan dari Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:

إن النظرة سهم من سهام إبليس مسموم، من تركها مخافتي أبدلته إيمانا يجد حلاوته في قلبه

“Sesunguhnya pandangan mata (kepada yang haram) termasuk anak panak iblis yang beracun. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepadaKu maka aku ganti untuknya keimanan yang dia dapatkan rasa manisnya di hati.” (HR. Thabrani no. 10362 dan sanad hadits ini adalah dha’if / lemah sebagaimana yang dinyatakan oleh As-Safarini Al-Hanbali)

Dan orang yang berpacaran tidak bisa menjaga pandangan matanya. Dia selalu melihat kepada wanita yang tidak halal baginya.

5- Kelima, bangga dengan dosa yang diperbuat (pacaran) dan memamerkannya ke khalayak ramai. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله عليه، فيقول: يا فلان، عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه

“Setiap ummatku dapat diampunkan dosanya kecuali orang yang terang-terangan dalam berbuat dosa. Dan termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat dosa di malam hari dan Allah telah tutup aibnya namun di pagi hari dia berkata: ‘Wahai Fulan, aku telah berbuat ini dan itu di malam hari.’ Sedangkan Allah telah menutup dosanya di malam hari, namun dia membuka apa yang telah Allah tutup di pagi hari.” (HR. Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990)

Jika berbuat dosa ketika sendirian dan disebar kepada seseorang adalah dosa yang tidak diampunkan, maka bagaimana dengan dosa yang diperbuat di keramaian orang banyak?! Dan bahkan dia bangga dengan itu semua, tidakkah itu jauh lebih berbahaya?!

Ini adalah beberapa contoh kemunkaran yang dilakukan oleh sebuah pasangan yang berpacaran, namun ada banyak lagi kemunkaran yang belum disebutkan.

Benarlah perkataan: “Nikmatnya pacaran setelah menikah”. Karena itulah pacaran yang islami.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
----------
Ingin pahala jariyah? Mari berinfak untuk pengembangan dakwah Kajian Al-Amiry melalui rekening:

BNI Syariah: 0605588960 a.n Yayasan Kajian Al Amiry (Kode bank: 009)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.

Posting Komentar

 
Top