0

Setiap datangnya hari jum’at, maka ada sebuah waktu yang mana doa seorang hamba akan dikabulkan. Maka hendaknyalah seorang muslim benar-benar memanfaatkan waktu tersebut. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

في الجمعة ساعة، لا يوافقها عبد مسلم قائم يصلي، فسأل الله خيرا إلا أعطاه

“Di hari jum’at ada sebuah waktu, tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengan waktu tersebut dan dia tegak sedang shalat, kemudian dia meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah tentu memberikan untuknya” (HR. Bukhari No. 5294)

Dan waktu tersebut datang sebanyak 2 kali setiap hari jum’at.

Pertama: Ketika khatib jum’at duduk sampai selesainya shalat jum’at. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam hadits Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-. Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari berkata:

قال لي عبد الله بن عمر: أسمعت أباك يحدث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في شأن ساعة الجمعة؟ قال: قلت: نعم، سمعته يقول: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Abdullah bin Umar berkata kepadaku: ‘Apakah engkau mendengar ayahmu menyampaikan hadits dari Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- mengenai waktu dikabulkannya doa pada hari jum’at? Maka aku berkata: Ya, aku mendengar ayahku berkata: Aku mendengar Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: ‘Waktu dikabulkannya doa adalah ketika imam (khatib) duduk hingga selesainya shalat jum’at’” (HR. Muslim No. 853)

Namun, bukan berarti para hadirin jum’at sibuk dengan berdoa tatkala imam sedang berkhutbah. Yang benar adalah para hadirin mengaminkan doa imam ketika menutup khutbah atau dia berdoa ketika shalat yakni saat sujud dan sebelum tahiyyat. Karena di saat itu pula doa dikabulkan oleh Allah ta’ala.

Kedua: Setelah shalat ashar pada hari jum’at.

Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah -shallallahu alaih wa sallam-

يوم الجمعة ثنتا عشرة ساعة، لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا، إلا أتاه الله عز وجل، فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Pada siang hari jum’at ada 12 jam. Tidaklah ada seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla di satu waktu dari waktu-waktu tersebut kecuali Allah akan memberikan untuknya. Carilah waktu tersebut di akhir waktu yaitu habis ashar.” (HR. Abu Daud No. 1048 dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani)

Maka dengan hal di atas, hendaklah setiap muslim memperhatikan 2 waktu yang sangat agung ini pada hari jum’at.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)

════ ❁✿❁ ═══

Ingin pahala jariyah? Yuk, dukung pengembangan dakwah Kajian Al-Amiry melalui:

BNI Syariah: 0605588960 a.n Yayasan Kajian Al Amiry (Kode bank: 009)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.

Posting Komentar

 
Top