0

Sebagian masyarakat kita masih banyak yang mendatangi dukun, baik itu karena musibah yang menimpanya semisal gunung meletus, dan semacamnya, atau karena ingin mendapatkan uang dan harta yang banyak.

Padahal, Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- telah melarang ummatnya untuk mendatangi dukun, peramal, tukang sihir, dan yang sejenisnya. Bahkan Rasulullah mengancam hal itu. Beliau -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

من أتى كاهنا، أو عرافا، فصدقه بما يقول، فقد كفر بما أنزل على محمد

“Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, kemudian dia mempercayai apa yang dikatakannya, maka dia telah kufur dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad (kufur kepada Al-Quran).” (HR. Ahmad No. 9536; dan dihasankan oleh Syu’aib Al-Arna’uth)

Jadi siapa saja yang masih mendatangi dukun dan mempercayainya maka dia telah kufur dengan Al-Quran karena Al-Quran telah menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada yang mengetahui hal ghaib kecuali Allah. Dan tidak ada yang mendatangkan manfaat dan madharrat (bahaya) kecuali Allah. Allah ta’ala berfirman:

قل لا يعلم من في السماوات والأرض الغيب إلا الله

“Katakanlah tidak ada satu makhlukpun baik di langit maupun di muka bumi yang mengetahui hal ghaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)

Maka janganlah mendatangi dukun karena orang yang mendatangi dukun kemudian mempercayai apa yang dikatakan oleh dukun tersebut, maka dia dapat keluar dari agama islam.

Adapun orang yang hanya mendatangi dukun namun tidak mempercayai apa yang dikatakannya, maka dia juga diancam oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-. Beliau bersabda:

من أتى عرافا فسأله عن شيء، لم تقبل له صلاة أربعين ليلة

“Barangsiapa yang mendatangi dukun dan dia bertanya tentang suatu hal kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima oleh Allah selama 40 hari.” (HR. Muslim No. 2230)

Sehingga orang yang tidak mempercayai dukun namun tetap mendatanginya maka dia tidak kufur dari agama islam  namun telah melakukan dosa besar dan diancam bahwa shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

Sehingga tinggalkanlah seluruh praktek perdukunan, sihir, pamali dan sebagainya karena Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

ليس منا من تطير أو تطير له، أو تكهن أو تكهن له، أو سحر أو سحر له، ومن عقد عقدة

“Bukan bagian dari kami (agama islam) orang yang berbuat pamali atau yang dipraktekkan untuknya pamali, dan orang yang berdukun atau minta praktek perdukunan, dan yang berbuat sihir atau minta praktek persihiran, dan orang yang membuat ikatan tahi buhul.” (HR. Al-Bazzar No. 3578 dan dinyatakan oleh Al-Albani bahwa sanadnya jayyid)

Dan ingat bahwa dukun dan orang yang mendatanginya, serta orang yang berbuat sihir, bahwa dia tidak akan pernah beruntung. Justru hal tersebut adalah langkah awal kebangkrutan untuknya. Allah ta’ala telah berfirman:

ولا يفلح الساحر حيث أتى

“Dan tukang sihir tidak akan beruntung dari sisi manapun dia datang” (QS. Thaha: 69)

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)

-----

Ingin pahala jariyah? Mari berinfak untuk pengembangan dakwah Kajian Al-Amiry melalui rekening:

BNI Syariah: 0605588960 a.n Yayasan Kajian Al Amiry (Kode bank: 009)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.

Posting Komentar

 
Top