0

Dalam islam, menampar wajah seseorang sangat diharamkan terlebih yang ditampar adalah wajah istri. Ketika ada perselisihan antara suami dan istri, maka wajib bagi suami untuk menjaga dirinya agar tidak menyakiti sang istri.

Rasulullah -shallalllahu alaihi alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau ditanya oleh salah seorang sahabat mengenai hak-hak istri yang wajib dipenuhi oleh suami:

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، أَوِ اكْتَسَبْتَ، وَلَا تَضْرِبِ الْوَجْهَ، وَلَا تُقَبِّحْ، وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ

“Agar engkau memberi makan istrimu jika engkau makan, engkau memberinya pakaian ketika engkau memakai pakaian dan engkau memiliki harta, dan janganlah engkau memukul wajahnya, atau memakinya, atau mendiamkannya kecuali engkau mendiamkannya di dalam rumah” (HR. Abu Daud; Hasan Shahih)

Dan bahkan Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- tidak pernah menampar wajah istrinya. Jangankan menampar, memukul saja beliau tidak pernah. Aisyah -radhiyallahu anha- berkata:

مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ، وَلَا امْرَأَةً، وَلَا خَادِمًا

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah memukul seseorangpun dengan tangannya, dan bahkan beliau tidak pernah memukul istri-istri beliau atau pembantu beliau.” (HR. Muslim)

Beginilah akhlak Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersama istri-istri beliau.

Benar, bahwa dalam syariat islam ada syariat memukul istri. Namun jangan dibayangkan bahwa memukul di sini dengan menyiksa. Ini adalah hal yang sangat salah besar. Allah ta’ala berfirman dalam Al-Quran Al-Karim:

واللاتي تخافون نشوزهن فعظوهن واهجروهن في المضاجع واضربوهن فإن أطعنكم فلا تبغوا عليهن سبيلا إن الله كان عليا كبيرا

“Dan istri-istri yang engkau khawatirkan mereka membangkang, maka nasihatilah mereka, dan pisahlah mereka dari satu ranjang, dan pukullah mereka. Dan jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa: 34)

Dalam ayat ini, mari kita melihat bagaimana memukul yang dibolehkan dalam agama islam. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- menjelaskan:

ولكم عليهن ألا يوطئن فرشكم أحدا تكرهونه، فإن فعلن فاضربوهن ضربا غير مبرح، ولهن رزقهن وكسوتهن بالمعروف

“Dan hak kalian yang wajib ditunaikan istri agar mereka tidak mendatangkan seseorang di atas ranjang kalian dan kalian membencinya. Dan seandainya mereka melakukan itu, maka pukul lah istri dengan tidak menyakitinya.” (HR. Muslim No. 1218)

Dan Ibnu Katsir -rahimahullah- ketika menafsirkan ini, beliau berkata:

قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ: يَعْنِي غَيْرَ مُؤَثِّرٍ. قَالَ الْفُقَهَاءُ: هُوَ أَلَا يَكْسِرَ فِيهَا عُضْوًا وَلَا يُؤَثِّرَ فِيهَا شَيْئًا

“Al-Hasan Al-Bashri berkata: Yaitu pukulan yang tidak membekas. Dan para ahli fiqh berkata: Tidak melukai satu anggota tubuhpun dan tidak membekas di seluruh tubuhnya” (Tafsir Ibn Katsir 2/295)

Dan contoh memukul istri yang benar adalah memukul dengan siwak. Dan ini disebutkan riwayatnya dari para ulama salaf. ‘Atha berkata:

قلت لابن عباس: ما الضرب غير المبرح؟ قال: بالسواك ونحوه

“Aku bertanya kepada Ibnu Abbas: ‘Bagaimana memukul dengan tidak menyakiti istri?’ Beliau berkata: ‘Memukulnya dengan siwak atau yang sejenisnya’”(Tafsir Ath-Thabari 8/315)

Sehingga inilah makna yang benar dari memukul istri. Yaitu memukul untuk mendidik dan bukan dengan menyakiti. Karena istri adalah tanggungan kita yang mana kita telah menghalalkan mereka dengan nama Allah. Maka jangan menjadi seseorang yang menampar wajah istri, terlebih hal tersebut memiliki bekas cidera di wajah. Bertakwalah kepada Allah.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)
-----
Ingin pahala jariyah? Dukung pengembangan dakwah Kajian Al-Amiry melalui:

BNI Syariah: 0605588960 a.n Yayasan Kajian Al Amiry (Kode bank: 009)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

 
Top