0

Cintailah seseorang sewajarnya dengan tidak berlebihan dalam memujinya. Dan bencilah seseorang sewajarnya dengan tidak berlebihan dalam mengkritiknya hingga mencapai tahap pencelaan atau amarah. Karena orang yang kita sukai pada saat ini bisa menjadi orang yang paling kita benci di masa depan. Dan orang yang kita benci saat ini bisa menjadi orang yang paling kita sukai di masa depan.

Inilah wasiat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما، وأبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما ما

“Cintailah orang yang kau cintai sewajarnya saja, karena dia bisa menjadi orang yang engkau benci di masa depan. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja, karena dia bisa menjadi orang yang engkau sukai di masa depan.” (HR. Tirmidzi No. 1997 dishahihkan oleh Al-Albani)

Al-Munawi rahimahullah berkata ketika menerangkan hadits ini:

ربما انقلب ذلك بتغيير الزمان والأحوال بغضا فلا تكون قد أسرفت في حبه فتندم عليه إذا أبغضته أو حبا فلا تكون قد أسرفت في بغضه فتستحي منه إذا أحببته

“Bisa jadi rasa cinta akan berubah menjadi kebencian dengan perubahan zaman dan keadaan. Maka janganlah engkau berlebihan dalam mencintainya sehingga engkau menyesal ketika membencinya. Atau kebencian berubah menjadi rasa cinta maka janganlah engkau berlebihan dalam membencinya sehingga engkau malu untuk mencintainya” (Faidhul Qadir 1/176)

Umar bin Khattab radhiyallahu anhu pernah berkata:

لَا يَكُنْ حُبُّكَ كَلَفًا، وَلَا بُغْضُكَ تَلَفًا، فقيل: كَيْفَ ذَاكَ؟ قَالَ: إِذَا أَحْبَبْتَ كَلِفْتَ كَلَفَ الصَّبِيِّ، وَإِذَا أَبْغَضْتَ أَحْبَبْتَ لِصَاحِبِكَ التَّلَفَ

“Jangan sampai rasa cintamu berlebihan (terlalu mengelu-elukan karena suka). Dan jangan sampai rasa bencimu berlebihan menjadi kehancuran.” Maka Umar ditanya: “Bagaimana itu?” Maka beliau menjawab: “Jika engkau suka, maka engkau terlalu menge-elukannya seperti anak kecil. Dan jika engkau benci, maka engkau suka agar sahabatmu binasa.” (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad No. 1322)

Dan dinukilkan juga dari Al-Hasan Al-Bashri –rahimahullah-  bahwa beliau berkata:

أحبوا هوناً وأبغضوا هوناً فقد أفرط قوم في حب قوم فهلكوا ، وأفرط قوم في بغض قوم فهلكوا

“Cintailah sewajarnya dan bencilah sewajarnya. Karena sebuah kaum telah berlebihan dalam membenci kaum lainnya sehingga mereka binasa.

Semoga bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


-----
Ingin pahala jariyah? Dukung pengembangan dakwah Kajian Al-Amiry melalui:

- Bank BCA No Rek 3000573069 (Kode bank: 014)
- Bank BNI Syariah No Rek 0360066890 (Kode bank: 009)
- Bank Syariah Mandiri No Rek 7108850811 (Kode bank: 451)
(A/N: Muhammad Abdurrahman)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.

Posting Komentar

 
Top