0

Namanya adalah Mark dari Prancis. Sekarang, umurnya 23 tahun. Dulunya adalah seorang muallaf masuk islam pada umur 17 tahun.

Bahasa arabnyapun sangat lancar. Kalau baca ayat dan hadits maka dia bisa mengetahui artinya dan bisa membaca tafsir dan syarh ulama tentangnya.

Dengan waktu yang singkat dan di lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan non muslim), bagaimana dia bisa menguasai itu semua? Dia bisa mengalahkan orang-orang yang sudah terlahir dalam keadaan islam, karena masih banyak kaum muslimin yang tidak menguasai bahasa Al-Quran dan bahasa hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan bahkan orang-orang yang sudah mengaji berpuluh-puluh tahunpun masih sangat banyak yang tidak menguasai kunci agama islam ini yakni bahasa arab. 

Ini bukan tentang umur, pekerjaan, kesibukan, ataupun yang lainnya. Tapi ini tentang kegigihan. Kebanyakan dari kita, ngajinya ya gitu-gitu saja tanpa mau berkembang sendiri. Ramai mendatangi daurah kalau yang datang adalah ustadz Fulan yang berasal dari luar kota padahal beliau hanya akan bisa datang 1 tahun sekali ataupun 1 tahun 2 kali saja. Dan tidak serius menggali ilmu dari ustadz daerah sendiri, yang kalau diseriuskan maka bisa banyak faidah ilmu yang didapat.

Kalau Mark, maka dia manfaatkan seorang pengajar yang ada di masjid dekat rumahnya untuk mengajarinya bahasa arab dan untuk mengenalinya huruf-huruf arab yang dulunya sama sekali tak dikenali olehnya. Dan dia gali terus tanpa malu atau putus asa kalau dia masuk islam di umur yang telat. Karena pada asalnya, tidak ada kata “telat” dalam menuntut ilmu.

Sekali lagi, ini bukan tentang pekerjaan dan kesibukan. Antum sibuk, maka dia juga lebih sibuk. Antum banyak pekerjaan, maka dia juga lebih banyak pekerjaan.

Tapi ini tentang usaha dan kegigihan. Allah ta'ala berfirman:

 وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berusaha di jalan Kami, maka akan Kami beri petunjuk untuknya. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik"(QS. Al-‘Ankabut: 69)

Jangan jadikan “kesibukan”  sebuah alasan untuk malas belajar. Namun jadikanlah “tahu diri kalau masih jahil” sebuah alasan untuk lebih gigih dalam menuntut ilmu. Kalau ada usaha, maka Allah akan berikan petunjuk jalannya dan Dia berikan kemudahan untuk kita.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top