0

Permasalahan ini mulai sering ditanyakan, “Apakah boleh seorang muslim menjual daging babi kepada non muslim?” Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa daging babi adalah haram untuk dimakan dengan kesepakatan para ulama. Lantas bagaimana dengan menjual dagingnya? Terlebih hanya menjualnya kepada non muslim saja?

Perlu diketahui, bahwa islam telah menjelaskan hukum hal ini baik dalam Al-Quran maupun dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka jual daging babi sudah diharamkan secara mutlak oleh islam baik kepada muslim maupun non muslim. Karena yang diharamkan adalah jual belinya bukan kepada siapa daging itu dijual.  

Mari kita urai:

Pertama: Jika Allah mengharamkan sesuatu maka Allah juga mengharamkan jual belinya.

- Daging babi sudah diharamkan di dalam Al-Quran dalam surat Al-An’am. Maka jual belinyapun diharamkan:

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا

“Katakanlah: "Tidaklah aku mendapati dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi. Maka sesungguhnya dia adalah najis dan keji” (QS. Al-An’am 145)

- Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَيْءٍ، حَرَّمَ ثَمَنَهُ

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla jika mengharamkan sesuatu untuk dimakan, maka Allah juga mengharamkan harganya” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Arna’uth)

Dapat kita petik faidah besar dari hadits ini bahwa Allah mengharamkan babi, maka Allah juga mengharamkan harganya untuk diperjual belikan.

Kedua: Rasulullah secara tegas mengharamkan jual beli daging babi.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah:

إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الخَمْرِ، وَالمَيْتَةِ وَالخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ

“Sesungguhnya Allah dan RasulNya mengharamkan jual beli khamr (miras), bangkai, babi, dan patung” (HR. Bukhari Muslim)

Dari sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas, maka sudah sangat jelas bagi kita tentang hukum permasalahan ini. Sehingga kita dapat beranjak kepada point berikutnya.

Ketiga: Bahwa seorang muslim dilarang oleh Allah dan RasulNya untuk memperjual belikan daging babi secara mutlak. Dan bahkan sudah dinukilkan ijma’ akan keharaman ini oleh para ulama di antaranya adalah Imam Nawawi rahimahullah ta’ala.

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

وَأَمَّا الْمَيْتَةُ وَالْخَمْرُ وَالْخِنْزِيرُ فَأَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى تَحْرِيمِ بَيْعِ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهَا

“Dan adapun bangkai, khamr, dan babi, maka kaum muslimin telah sepakat atas keharaman menjual salah satu barang dari barang-barang yang telah disebutkan” (Syarh Shahih Muslim 11/8)

Karena jual beli babi diharamkan secara mutlak, maka tidak ada pengecualian dalam masalah ini. Maka jual beli daging babi kepada muslim maupun non muslim sama-sama memiliki hukum yang sama, yakni diharamkan.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad. 


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.



Ikuti status kami dengan menekan tombol like pada halaman FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry 

Poskan Komentar

 
Top