0

Ini adalah hadits masyhur yang banyak tersebar diantara lisan ummat manusia. Namun benarkah hadits ini telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam? Ataukah status hadits ini dusta yang disematkan kepada beliau shallallahu alaihi wa sallam?

Disebutkan dalam sebuah riwayat:

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، أخبرنا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُقْبَةَ الشَّيْبَانِيُّ، حدثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَفَّانَ، ح  وَأَخْبَرَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْأَصْبَهَانِيُّ، أخبرنا أَبُو سَعِيدِ بْنُ زِيَادٍ، حدثنا جَعْفَرُ بْنُ عَامِرٍ الْعَسْكَرِيُّ، قَالَا: حدثنا الْحَسَنُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي عَاتِكَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ

Telah mengabarkan kami Abu Abdillah Al-Hafidz, telah mengabarkan kepada kami Abu Al-Hasan Ali bin Muhammad bin ‘Uqbah Asy-Syaibani, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali bin ‘Affan (ح) dan telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Al-Ashbahani, telah mengabarkan kepada kami Abu Sa’id bin Ziyad, telah menceritakan kepada kami Ja’far bin ‘Amir Al-Askari. Keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Athiyyah, dari Abi ‘Atikah dari Anas bin Malik. Beliau berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda: “Tuntutlah ilmu hingga ke Negri China”. (HR. Baihaqi)

Di dalam sanad hadits ini terdapat Abu ‘Atikah dan dia adalah orang yang munkarul hadits. Para ulama telah menjarhnya.

- Imam Bukhari menyebutnya sebagai: Munkar Al-Hadits.
- At-Tirmidzi menyebutnya sebagai: Dhoif.
- Abu Hatim Ar-Razi menyebutnya sebagai: Dzahib Al-Hadits (sama derajatnya dengan matruk al-hadits)
- Adz-Dzahabi mengatakan: Bahwa para ulama hadits mendhoifkannya.
- An-Nasai menyebutnya sebagai: Laisa bi tsiqah.

Maka dapat disimpulkan bahwa hadits ini adalah hadits bathil palsu yang mana Rasulullah shallallahu alaih wa sallam tidak pernah menyebutnya.

Dan Ibn Al-Jauzi rahimahullah menyatakan hadits ini adalah hadits palsu dan beliau menyebutnya dalam kitab Al-Maudhu’at 1/215.

Imam Ibnu Hibban rahimahullah mengatakan: Hadits ini adalah bathil yang tidak ada asal usulnya.

Al-Munawi rahimahullah berkata:

قال ابن حبان باطل لا أصل له والحسن ضعيف وأبو عاتكة منكر الحديث

“Ibnu Hibban menyatakan bahwa hadits ini adalah palsu yang tidak ada asal usulnya. Dan Hasan (bin Atiyyah) adalah rawi yang dhoif sedangkan Abu ‘Atikah adalah rawi munkarul hadits” (Faidh Al-Qadir 1/542)

Dan syaikh Al-Albani juga menyebutnya sebagai hadits palsu di dalam “Dhoif Al-Jami’ Ash-Shaghir” no. 906.

Maka jangan sandarkan lagi perkataan ini kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena orang yang berdusta atas nama beliau, tempatnya adalah di neraka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan disengaja, maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya di neraka kelak” (HR. Bukhari Muslim)

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad. 



-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.  

Poskan Komentar

 
Top