0
Foto hanya ilustrasi

Tuduhan lagi-lagi jatuh kepada syaikhul Islam “Muhammad Bin Abdil Wahhab” rahimahullah sang pembela sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam. Namun disini saya bukan hanya membela Muhammad bin Abdil Wahhab saja melainkan juaga membela akidah yang benar.

3 tauhid yang dimaksud adalah: Tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma wa sifat (nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala).

Benarkah tauhid 3  dibuat pertama kali oleh Imam Muhammad bin Abdil Wahhab yang mereka tuduh sebagai ulama wahhabi pengasas paham wahhabiyyah? Sehingga siapa saja yang meyakini pembagian tauhid 3 maka dia adalah wahhabi yang taklid buta kepada Muhammad bin Abdil Wahhab tanpa merujuk kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam??

Thayyib, mari kita bahas satu persatu agar lebih jelas..

1-  “Muhammad bin Abdil Wahhab adalah pembuat pertama pemahaman tauhid 3” ?

Sebelum mereka menuduh seperti ini dengan tuduhan yang tidak-tidak, seharusnya mereka baca dahulu kitab-kitab para ulama dan menelitinya. Jangan sembarangan main tuduh sana-sini. Mengapa? Agar mereka tidak memikul rasa malu karena sudah salah menuduh.

A- Lama sebelum kelahiran Muhammad bin Abdil Wahhab, sudah lahir Ibnu Battah rahimahullah guru dari Abu Nu’aim Al-Asbahani. Ratusan tahun setelah Ibnu Battah meninggal, maka lahirlah Muhammad bin Abdil Wahhab. Ibnu Battah wafat pada tahun  387 H dan Muhammad bin Abdil Wahhab wafat pada tahun 1206 H.

Selang berapa tahun Ibnu Battah dan Muhammad bin Abdil Wahhab? Ternyata selang antara keduanya adalah selang kurun yang sangat jauh-jauh sekali.  

Maka ratusan tahun sebelum kelahiran Muhammad bin Abdil Wahhab, Ibnu Battah telah membenarkan pembagian tauhid menjadi 3.

Beliau berkata:

أَنَّ أَصْلَ الْإِيمَانِ بِاللَّهِ الَّذِي يَجِبُ عَلَى الْخَلْقِ اعْتِقَادُهُ فِي إِثْبَاتِ الْإِيمَانِ بِهِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ أَحَدُهَا: أَنْ يَعْتَقِدَ الْعَبْدُ آنِيَّتَهُ لِيَكُونَ بِذَلِكَ مُبَايِنًا لِمَذْهَبِ أَهْلِ التَّعْطِيلِ الَّذِينَ لَا يُثْبِتُونَ صَانِعًا. الثَّانِي: أَنْ يَعْتَقِدَ وَحْدَانِيَّتَهُ، لِيَكُونَ مُبَايِنًا بِذَلِكَ مَذَاهِبَ أَهْلِ الشِّرْكِ الَّذِينَ أَقَرُّوا بِالصَّانِعِ وَأَشْرَكُوا مَعَهُ فِي الْعِبَادَةِ غَيْرَهُ. وَالثَّالِثُ: أَنْ يَعْتَقِدَهُ مَوْصُوفًا بِالصِّفَاتِ الَّتِي لَا يَجُوزُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَوْصُوفًا بِهَا مِنَ الْعِلْمِ وَالْقُدْرَةِ وَالْحِكْمَةِ وَسَائِرِ مَا وَصَفَ بِهِ نَفْسَهُ فِي كِتَابِهِ

“Bahwasanya landasan dari iman kepada Allah yang wajib diyakini oleh seorang hamba dalam penetapan iman padaNya ada 3 landasan. Pertama: Seorang hamba meyakini wujud Allah agar dia berbeda dari madzhab ahli ta’thil yang tidak menetapkan adanya Pencipta. Kedua: Seorang hamba meyakini keesaan Allah agar dia berbeda dari madzhab-madzhab pelaku kesyirikan yang menetapkan adanya Pencipta namun mereka menyekutukan Allah dalam peribadatan. Ketiga: Seorang hamba berkeyakinan bahwa Allah tersifati dengan sifat-sifat yang harus dimiliki olehNya berupa ilmu, kemampuan, hikmah, dan seluruh sifat yang Dia menyifati diriNya dengan sifat tersebut dalam kitabNya” (Al-Ibanah Al-Kubra 6/149)

Masih kita ingin menuduh bahwa tauhid 3 dibuat oleh ulama Wahhabi “Muhammad bin Abdil Wahhab” atas prasangka anda??

Malulah orang-orang yang masih mau bertaklid buta dan menuduh secara serampangan. Terbantahlah tuduhan bahwa pengasas tauhid 3 adalah ulama wahhabi “Muhammad bin Abdil Wahhab”.

B- Dan lama sebelum kelahiran Muhammad bin Abdil Wahhab, At-Thurthusy Al-Maliki berkata:

وأشهد له بالربوبية والوحدانية. وبما شهد به لنفسه من الأسماء الحسنى. والصفات العلى

“Dan saya bersaksi dengan rububiyyah Allah dan keesaanNya, dan aku bersaksi dengan apa yang Allah nyatakan untuk diriNya dari nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang agung” (Siraj Al-Muluk hal. 3)

At-Thurthusy wafat pada tahun 520 H dan Muhammad bin Abdil Wahhab wafat pada tahun 1206 H. Ternyata sebelum lahirnya Muhammad bin Abdil Wahhab, para ulama sudah menyatakan akan tauhid 3.

Lagi-lagi, masihkah kita ingin menuduh bahwa tauhid 3 dibuat oleh ulama Wahhabi “Muhammad bin Abdil Wahhab” atas prasangka anda??

Dan lagi-lagi, malulah orang-orang yang masih mau bertaklid buta dan menuduh secara serampangan. Terbantahlah tuduhan bahwa pengasas tauhid 3 adalah ulama wahhabi “Muhammad bin Abdil Wahhab”.

2- Mau Muhammad bin Abdil Wahhab yang pertama kali membagikan pembagian tauhid menjadi 3 ataukah tidak, maka pembagian tauhid tersebut adalah pembagian yang benar. Karena pembagian tauhid tersebut memiliki dalil.

A- Tauhid rububiyyah.  Tauhid rububiyyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatanNya. Kita yakin bahwa Allah yang menciptakan bumi dan langit. Dan Allah yang menghidupkan dan mewafatkan. Dan begitu juga Allah yang mengatur semesta alam, dan seterusnya.  
Bukankah kita meyakini akan hal itu semua? Bukankah kita meyakini bahwa Allah adalah Rabb semesta alam? Kalau begitu, maka kita meyakini dan menetapkan tauhid rububiyyah.

Dalil dari tauhid rububiyyah adalah firman Allah ta’ala:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam” (QS. Al-fatihah 2)

B- Tauhid uluhiyyah. Tauhid uluhiyyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba. Seluruh perbuatan hamba dari amalan ibadah maka harus diikhlaskan hanya untuk Allah saja. Bukankah kita shalat hanya untuk Allah saja? Bukankahkah kita dzikir hanya untuk Allah saja? Dan bukankah kita beribadah hanya untuk Allah saja?

Kalau begitu, maka kita telah menjalankan tauhid uluhiyyah dan kita telah menetapkannya dan kita tidak mengingkarinya.

Dalil dari tauhid uluhiyyah adalah firman Allah ta’ala:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan” (QS. Al-Fatihah: 5)

C- Tauhid asma’ wa sifat. Tauhid asma wa sifat adalah beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah yang ditetapkan oleh Allah untukNya dalam kitabNya, atau yang ditetapkan oleh rasulNya dalam hadits-haditsnya. Dan kita menjalankannya atas segi yang layak dengan kemuliaan Allah ta’ala.

Bukankah kita yakin bahwa Allah adalah Maha penyayang lagi Maha pengasih? Bukankah kita yakin bahwa Allah adalah Maha pemberi rezeki? Dan bukankah kita yakin dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang lain yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulNya?

Kalau begitu, maka saya dan anda telah beriman kepada Asma dan Sifat Allah.

Dalil dari adanya tauhid asma’ dan sifat Allah adalah firman Allah ta’ala:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Allah Dzat Maha pengasih lagi Maha penyayang” (QS. Al-Fatihah: 3)

Kalau begitu, tidak ada yang salah bukan dengan tauhid 3 ini? Karena andapun meyakininya.

3- Pembagian tauhid ini bukanlah yang terpenting. Dia hanya memudahkan seorang hamba saja dalam belajar tauhid. Yang penting adalah hakikatnya. Walaupun orang tidak kenal dengan istilah rububiyyah, uluhiyyah, dan asma wa sifat namun ternyata dia mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatanNya seperti dia yakin bahwa Allah adalah Rabb semesta alam. Dan dia mengesakan Allah dengan perbuatan hamba seperti dia beribadah hanya untukNya saja dan tidak menyekutukan Allah. Dan dia mengesakan Allah dengan asma dan sifatNya seperti dia beriman bahwa Allah Maha pengasih lagi penyayang dan seterusnya. Dengan ini semua, maka keimanannya sah dan benarlah keyakinannya.

Contoh mudahnya: Para ulama membagi rukun-rukun shalat menjadi sekian jumlahnya. Dan begitu pula mereka membagi kewajiban-kewajiban shalat menjadi sekian jumlahnya. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah membaginya. Apa para ulama itu salah dan tidak merujuk kepada Rasulullah ? Tentu tidak bukan?  Karena mereka membaginya berlandaskan dengan penelitian dari dalil-dalil yang ada. Dan tidak ada satupun dari kita yang menyalahkan para ulama yang membagikan rukun-rukun shalat.

Maka mengapa mereka lakukan itu? Dan mengapa mereka membaginya? Jawabannya, tidak lain dan tidak bukan agar mudah dipelajari oleh kaum muslimin. Dan hal itu tentunya dengan istiqra’ dan tatabbu’ (penelitan) akan dalil-dalinya.

Mudah-mudahan dengan yang sedikit ini mata kita terbuka untuk mencari kebenaran dan tidak mudah untuk menuduh padahal kita yang salah dan belum mengetahui kebenaran.

Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.



-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi. 

Poskan Komentar

 
Top