0

Syiah meyakini bahwasanya seluruh para sahabat nabi radhiyallahu anhum telah kufur dan murtad kecuali 3 atau 4 atau 7 saja. Disebutkan dalam Al-Kafi kitab rujukan mereka:

عن أبي جعفر (عليه السلام) قال: كان الناس أهل ردة بعد النبي (صلى الله عليه وآله) إلا ثلاثة فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الأسود وأبو ذر الغفاري و سلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم

“Dari Abi Ja’far Alihissalam, dia berkata: Orang-orang telah murtad setelah wafatnya nabi shallallahu alaihi wa sallam kecuali 3 orang saja. Maka aku berkata: Siapakah 3 orang itu ? Abu Ja’far berkata: Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi rahmat dan berkah Allah untuk mereka” (Al-Kafi 8/245)

Dan disebutkan dalam Al-Anwar An-Nu’maniyyah:

ارتد الناس كلهم بعد النبي صلى الله عليه وسلم إلا أربعة سلمان وأبو ذر والمقداد وعمار وهذا مما لا إشكال فيه

“Orang-orang telah murtad sepeninggal nabi shallallahu alaihi wa sallam kecuali 4 orang saja, Salman, Abu Dzar, Miqdad,  dan ‘Ammar. Dan ini apa yang tidak ada permasalahan di dalamnya” (Al-Anwar An-Nu’maniyyah 1/64)

Jika seluruh para sahabat dikafirkan oleh syi’ah, maka siapakah yang lebih berhak untuk dikatakan sebagai takfiri ?? Syi’ah begitu gemar untuk menuduh orang-orang dengan “takfiri” padahal mereka adalah takfiri sejati. Bayangkan seluruh sahabat nabi yang mana mereka adalah sebaik-baik generasi, dikafirkan oleh syi’ah. Maka bagaimana dengan generasi setelahnya yang mengikuti jalan para sahabat ??

Maka dari itu, tak diragukan lagi begitu banyak pelecehan yang mereka lakukan epada para sahabat nabi dan ahlulbaitnya.

- Diantaranya mereka mengatakan bahwasanya Abu Bakr dan Umar radhiyallahu anhuma adalah 2 berhala arab.
- Diantaranya pula, mereka mengatakan bahwasanya Aisyah dan Hafshah adalah wanita pelacur.
- Diantaranya pula, mereka menyatakan bahwasanya Utsman bin Affan adalah sahabat nabi munafik.

Mengapa mereka melakukan ini semua ? Jawabannya adalah sangat jelas, mereka ingin menghancurkan islam dari dalam. Maka dari itu, mereka adalah para zindiq munafik sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Abu Zur’ah Ar-Razi:

إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَنْتَقِصُ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ فَاعْلَمْ أَنَّهُ زِنْدِيقٌ , وَذَلِكَ أَنَّ الرَّسُولَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ عِنْدَنَا حَقٌّ , وَالْقُرْآنَ حَقٌّ , وَإِنَّمَا أَدَّى إِلَيْنَا هَذَا الْقُرْآنَ وَالسُّنَنَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ , وَإِنَّمَا يُرِيدُونَ أَنْ يُجَرِّحُوا شُهُودَنَا لِيُبْطِلُوا الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ , وَالْجَرْحُ بِهِمْ أَوْلَى وَهُمْ زَنَادِقَةٌ

“Jika engkau melihat seseorang yang mencela salah satu dari sahabat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka ketahuilah bahwasanya dia adalah zindiq (munafik). Dan itu karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah benar bagi kami, dan Al Quran adalah benar, dan sesungguhnya hanyalah para sahabat yang menyampaikan Al Quran dan Sunnah-Sunnah nabi kepada kita. Sesungguhnya mereka mengingingkan untuk menjarh para sahabat (dengan membatalkan kesaksian mereka) agar mereka membatalkan Al Quran dan Sunnah, sesungguhnya merekalah yang lebih berhak di jarh, dan mereka adalah para zindiq” (Al-Kifayah Fii Ilm Ar-Riwayah hal. 49)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اخْتَارَنِي وَاخْتَارَ أَصْحَابِي فَجَعَلَهُمْ أَصْهَارِي , وَجَعَلَهُمْ أَنْصَارِي , وَإِنَّهُ سَيَجِيءُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ يَنْتَقِصُونَهُمْ , أَلَا فَلَا تُنَاكِحُوهُمْ , أَلَا فَلَا تَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ , أَلَا فَلَا تُصَلُّوا مَعَهُمْ , أَلَا فَلَا تُصَلُّوا عَلَيْهِمْ عَلَيْهِمْ , حَلَّتِ اللَّعْنَةُ

“Sesungguhnya Allah telah memeilihku dan memilih sahabatku maka Allah menjadikan mereka keluarga-keluargaku, dan Allah menjadikan mereka penolong-penolongku, dan sesungguhnya akan ada di akhir zaman sebuah kaum yang akan mencela mereka. Maka ketahuilah, jangan kalian menikahkan anak kalian dengan mereka dan jangan kalian menikahi mereka. Dan jangan kalian shalat bersama mereka dan jangan kalian menyalati mereka (ketika wafat), telah halal laknat atas mereka” (Al-Kifayah Fii Ilmi Ar-Riwayah hal. 48)

Maka hati-hatilah dari agama sesat dan kufur syiah. Semoga yang sedikit ini bermanfaat wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad. 


-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.

Poskan Komentar

 
Top