0

Tidak dipungkiri bahwasanya telah banyak fitnah yang keluar dari kalangan musuh dakwah terhadap Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Namun sangat disayangkan, kebanyakan dari mereka tidak membawakan nash (teks asli) yang ditulis oleh Ibnu Taimiyyah untuk diuji kebenaran yang mereka tuduhkan. Kalaupun mereka tidak mencantumkan teks asli, seharusnya mereka mencantumkan penerbit dan cetakan keberapa dari kitab Ibnu Taimiyyah tersebut, sebagai bukti untuk diuji kebenarannya.

1- Ibnu Taimiyyah rahimahullah tidak pernah melakukan hal itu (mencela Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu). Maka dari itu, Al-Alusi rahimahullah menantang orang-orang yang menuduh Ibnu Taimiyyah untuk mendatangkan bukti dari kitab Ibnu Taimiyyah.  Itu, jikalau tulisan mereka mau dikatakan sebagai tulisan ilmiyyah yang dapat dipertanggung jawabkan.

Begitu pula dengan contoh lainnya: Ketika Imam Ath-Thabari dikatakan sebagai orang syi’ah, maka seharusnya orang yang menuduh Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari untuk mendatangkan bukti dari kitab-kitab Imam Ath-Thabari. Maka dari itu Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata:

وَكَانَ ابْنُ جَرِيْرٍ مِنْ رِجَال الكَمَال، وَشُنِّعَ عَلَيْهِ بِيَسِيْر تشيُّع، وَمَا رأَينَا إِلاَّ الخَيْر، وَبَعْضُهُم ينْقل عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يُجِيز مسحَ الرِّجْلَيْن فِي الْوضُوء، وَلَمْ نَرَ ذَلِكَ فِي كُتُبِه

“Dan Ibnu Jarir termasuk orang-orang yang memiliki kesempurnaan, dan dia telah dituduh memiliki sedikit pemahaman syi’ah, dan kami tidak melihat padanya kecuali kebaikan. Dan sebagian mereka menukil darinya (Ibnu Jarir Ath-Thabari) bahwasanya beliau membolehkan untuk mencukupkan diri agar membasuh kedua kaki saja (tanpa mencucinya) ketika wudhu. Dan kami tidak pernah melihat hal itu dalam kitab-kitab beliau” (Siyar A’lam An-Nubala 14/277)

Lihat, telah dinukil dari Imam Ath-Thabari bahwa beliau telah membolehkan diri untuk mencukupkan dengan membasuh kedua kaki tanpa mencucinya ketika wudhu yang mana itu adalah amaliyyah syi’ah dalam wudhu. Namun sama sekali tidak ada bukti yang menunjukkan akan hal itu.

Begitu pula halnya dengan Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Telah dinukil dari beliau bahwa beliau adalah orang yang mencela Imam Ali bin Abi Thalib. Maka seharusnya orang yang menuduh, hendaknya mendatangkan bukti yang membenarkan tuduhan mereka tersebut. Namun sangat disayangkan tidak ada bukti dari perkataan Ibnu Taimiyyah yang membenarkan tuduhan tersebut.

2-  Yang ada, justru Ibnu Taimiyyah adalah orang yang sangat memuliakan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Mana buktinya ? Tentu kita akan datangkan bukti sebagai bahan yang dapat dipertanggung jawabkan dan bukan hanya pembelaan buta semata.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam memuji Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu anhu:

أنه ليس من أهل السنة من يجعل بغض علي طاعة ولا حسنة، ولا يأمر بذلك، ولا من يجعل مجرد حبه سيئة ولا معصية، ولا ينهى عن ذلك

“Dan sesungguhnya tidak ada dari ahlussunnah yang menjadikan kebencian terhadap Ali bin Thalib sebagai ketaatan dan kebaikan. Dan mereka tidak pernah memerintahkan untuk membenci Ali. Dan tidak ada dari ahlussunnah yang menjadikan kecintaan terhadap Ali bin Thalib sebagai keburukan dan kemaksiatan. Dan mereka tidak pernah melarang dari kecintaan terhadap Ali”.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah melanjutkan:

وكتب أهل السنة من جميع الطوائف مملوءة بذكر فضائله ومناقبه، وبذم الذين يظلمونه من جميع الفرق، وهم ينكرون على من سبه، وكارهون لذلك. وما جرى من التساب والتلاعن بين العسكرين، من جنس ما جرى من القتال

“Dan kitab-kitab ahlussunnah dari seluruh kelompok, terpenuhi dengan menyebutkan keutamaan-keutamaan Ali dan kebaikan-kebaikan beliau. Dan kitab-kitab Ahlussunnah mencela orang-orang yang mendzalimi Ali dari setiap kelompok. Dan ahlussunnah mengingkari orang-orang yang mencela beliau dan ahlussunnah benci terhadap hal itu. Dan apa yang terjadi dari saling cela dan laknat diantara 2 pasukan (Pasukan Ali dan Mu’awiyah) adalah termasuk dari jenis apa yang terjadi ketika peperangan”

Ibnu Taimiyyah melanjutkan melanjutkan perkataan beliau:

وأهل السنة من أشد الناس بغضا وكراهة لأن يتعرض له بقتال أو سب، بل هم كلهم متفقون على أنه أجل قدرا، وأحق بالإمامة، وأفضل عند الله وعند رسوله وعند المؤمنين من معاوية وأبيه وأخيه الذي كان خيرا منه

“Dan ahlussunnah adalah orang yang paling benci terhadap orang yang memerangi Ali dan orang yang mencela beliau. Bahkan mereka sepakat bahwasanya Ali lebih mulia dan lebih berhak untuk menjadi imam dan lebih mulia disisi Allah dan RasulNya serta kaum mu’minin dari Mu’awiyah dan ayahnya serta saudaranya yang mana dia lebih utama darinya”

Ibnu Taimiyyah melanjutkan perkataannya:

 وعلي أفضل ممن هو أفضل من معاوية - رضي الله عنه -، فالسابقون الأولون الذين بايعوا تحت الشجرة كلهم أفضل من الذين أسلموا عام الفتح، وفي هؤلاء خلق كثير أفضل من معاوية، وأهل الشجرة أفضل من هؤلاء كلهم، وعلي أفضل جمهور الذين بايعوا تحت الشجرة، بل هو أفضل منهم كلهم إلا الثلاثة، فليس في أهل السنة من يقدم عليه أحدا غير الثلاثة، بل يفضلونه على جمهور أهل بدر وأهل بيعة الرضوان، وعلى السابقين الأولين من المهاجرين والأنصار

“Dan Ali lebih utama dari orang-orang yang lebih utama dari Mu’awiyah. Maka orang-orang yang berbai’at dibawah pohon, mereka lebih utama dari orang yang masuk islam pada ‘Aamul Fath. Dan di dalam mereka terdapat banyak makhluk yang lebih utama dari Mu’awiyah. Dan orang-orang yang berbaiat di bawah poon, itu lebih baik dari mereka semua. Dan Ali lebih utama dari orang-orang yang berbaiat di bawah pohon. Dan Ali lebih utama dari mereka semua kecuali 3 orang (Abu Bakr, Umar, dan Utsman). Maka tidak ada orang yang berada di lingkup ahlussunnah yang mendahulukan seseorang dari pada Ali kecuali 3 orang saja. Bahkan ahlussunnah mendahulukan Ali terhadap orang-orang yang ikut peperangan Badr dan ikut dalam Bai’ah Ridwan. Dan mereka mendahulukan Ali dari pada Muhajirin dan Anshar” (Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyyah 4/396)

Maka, fitnahlah para ulama dengan sesuka hatimu karena fitnah tersebut tidak akan membahayakan mereka namun akan menjadi luka pada dirimu.

Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.

Poskan Komentar

 
Top