0

Pertanyaan:

“Jika saya sudah selesai shalat fardhu, kemudian ada remaja lebih muda meminta kita dengan sedikit memaksa untuk mengimami dia shalat fardhu yang sama. Maka bagaimana hukumnya? Saya sudah terlanjur menjadi imam dia”.

Jawaban:

Jika kita sudah melakukan shalat fardhu -semisal shalat isya-, ketika kita ingin mengulang shalat yang sama, maka shalat tadi berubah menjadi shalat sunnah. Dan hal itu sebagaimana yang diisyaratkan oleh syaikh Abdul Azim Al-Badawi dalam “Al-Wajiz hal. 138”.

1- Kembali kepada pertanyaan, maka kedudukan penanya adalah orang yang akan melaksanakan shalat sunnah sedangkan sang pemuda adalah orang yang akan melaksanakan shalat fardhu. Maka bagaimana hukumnya dengan permasalahan ini?

Maka jawabannya adalah boleh-boleh saja. Boleh bagi seseorang yang ingin melaksanakan shalat sunnah untuk menjadi imam bagi makmum yang akan melaksanakan shalat fardhu begitu pula dengan sebaliknya.

Jabir bin Abdillah radhiyalahu anhu berkata:

أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، كَانَ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ يَرْجِعُ، فَيَؤُمُّ قَوْمَهُ

“Bahwasanya Mu’adz bin Jabal shalat bersama nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian Mu’adz kembali kepada kaumnya dan mengimami mereka” (HR. Bukhari)

Kedudukan shalat Mu’adz radhiyallahu anhu adalah sunnah sedangkan kedudukan shalat kaumnya adalah wajib, dan hal itu dibenarkan di zaman nabi shallallahu alaihi wa sallam.

2- Kemudian, untuk dalil akan kebolehan orang yang shalat wajib menjadi imam bagi orang yang melaksanakan shalat sunnah adalah hadits Yazid bin Al-Aswad:

أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ غُلَامٌ شَابٌّ، فَلَمَّا صَلَّى إِذَا رَجُلَانِ لَمْ يُصَلِّيَا فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ، فَدَعَا بِهِمَا فَجِئَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا، فَقَالَ: مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا؟ قَالَا: قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا، فَقَالَ: لَا تَفْعَلُوا، إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فِي رَحْلِهِ ثُمَّ أَدْرَكَ الْإِمَامَ وَلَمْ يُصَلِّ، فَلْيُصَلِّ مَعَهُ فَإِنَّهَا لَهُ نَافِلَةٌ

“Bahwasanya Yazid bin Al-Aswad shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan dia masih mudah. Ketika beliau sudah selesai shalat, ternyata ada 2 orang yang tidak ikut shalat. Mereka berdua berada di pinggiran masjid. Maka Rasulullah memanggil keduanya dan kaki keduanya bergetar. Maka Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: “Mengapa engkau tidak shalat bersama kami?” Mereka berdua berkata: “Kami sudah shalat di tempat kami”. Maka Rasulullah menjawab: “ Jangan kalian seperti itu. Jika salah seorang dari kamu sudah shalat di kampungnya kemudian mendapati imam lain yang belum shalat, maka hendaklah dia shalat bersama imam tadi. Sesungguhnya shalat tadi disunnahkan untuknya” (HR. Abu Daud)

Disini sangat jelas sekali, bahwa orang yang melakukan shalat sunnah boleh berimam kepada orang yang melakukan shalat wajib.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.

Poskan Komentar

 
Top