0

Terkadang iman seorang muallaf lebih tinggi dari iman seorang muslim yang terlahir diatas agama islam. Hal tersebut, dapat kita lihat bagaimana wanita muallaf merasa bangga dan terhormat dengan memakai hijab syar’i dibanding kebanyakan wanita muslimah yang sedari kecil sudah berada diatas agama islam namun enggan dan malu untuk memakainya.

Bahkan banyak dari para wanita muslimah yang mencari-cari alasan untuk tidak memakai hijab.  Kita berdoa semoga Allah menetapkan iman kita dan seluruh kaum muslimin diatas hidayahNya.

Syaikh Muhammad Al-Arifi -hafidzahullah- pernah bercerita mengenai 4 wanita Jerman yang masuk islam dalam sebuah kajian yang beliau isi. Beliau berkata:

إنني أذكر قبل رمضان ليس الماضي وإنما قبله كنت في ألمانيا في أحد المساجد وألقيت فيه محاضرة على مجموعة الناس من ألمانيا وهناك مترجم. بعد المحاضرة قام رجلان أعلنا إسلامهما


“Aku ingat pada hari-hari sebelum Ramadhan, bukan Ramadhan tahun lalu namun Ramadhan sebelumnya lagi.  Aku berada di Jerman di salah satu masjid, aku mengisi kajian di hadapan orang-orang Jerman dan ada penerjemahnya. Setelah kajian selesai, 2 orang lelaki bangun dan mengumumkan akan keislamannya”.

ثم أرسلت الأخوات من الدور الثاني قلن: يالشيخ عندنا أربع ألمانيات الآن سيسلمن وعندهن أسئلة. فصعدت أنا ومترحم. أربع أرمانيات هن مدرسات دعتهن بعض طالباتهن لحضور المحاضرة. وتأثرن وأردن الإسلام الآن. تخيل ! لما أجبنا الأسئلة أول ما قالت: أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. التفتن وقلن أين الحجاب أين الحجاب هي ألمانية. وحين أسلمت ما قالت: أين القيد سيقيدني به الإسلام. لا ما قالت ذالك وإنما هي فارحة. فقامت الأخوات يلبسنها الحجاب وفرحت

“Kemudian beberapa akhwat (wanita) mengirim surat dari lantai 2 dan mereka berkata: “Wahai syaikh, disini ada 4 wanita yang akan masuk islam sekarang dan mereka memiliki beberapa pertanyaan.  Maka aku dan penerjemah naik ketas. 4 wanita Jerman tersebut adalah seorang guru yang mana sebagian murid-murid mereka mengajak untuk menghadiri kajian tersebut. Maka mereka tertarik dan segera ingin masuk Islam.

Bayangkan ! Ketika kami telah menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, yang pertama kali dikatakan oleh mereka adalah: “Asyhadu An Laa Ilaaha Illaa Allah. Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuuluh”.

Mereka langsung melihat-lihat dan berkata: “Dimana hijab? Dimana Hijab?”. Padahal mereka adalah wanita Jerman. Ketika mereka telah masuk islam, mereka tidak mengatakan: “Dengan apa islam akan mengekangku?”. Tidak, mereka tidak mengatakan itu. Namun mereka bahagia. Maka akhwat-akhwat yang lain segera memakaikan hijab untuk mereka dan mereka sangat bahagia.

المقصود: أنه فعلا عز ودين ليست القضية أنه عرف. لذالك تجد المسلمة الأمركية تلبس الحجاب والأسترالية تلبس. لذالك وقع الحرب على الحجاب

“Maksud dari semua ini adalah bahwa nyatanya hijab adalah kehormatan dan syariat agama dan bukanlah tradisi. Maka dari itu, engkau akan mendapati wanita muslimah Amerika memakai hijab begitu muslimah Australia (yang mana hijab bukanlah tradisi mereka). Maka dari itu, terjadi penolakan besar yang memerangi hijab”.

(Selesai kisah beliau)

Ada kisah yang lebih menarik, yakni tentang wanita Amerika berbicara mengenai hijab. Kisah bisa baca disini “Pelajaran Indah DariSeorang Wanita Amerika Tentang Hijab”.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.

Poskan Komentar

 
Top