7

Pertanyaan:

Assalamualaikum,,ustad saya mau nanya,ada seseorang dia tidak bisa membaca Al-Qur'an tapi hanya bisa baca artinya saja,maksud saya tidak bisa baca tulisan arabnya tapi hanya bisa baca artinya saja,dan dia memahami & mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,pertanyaan saya apakah sama pahalanya dengan orang yg bisa membaca tulisan arabnya & hukumnya apa mohon penjelasanya ustad,terimakasih sebelumnya.

(Dari saudari Nilam anggota grup T/J Kajian Al Amiry)

Jawab:

Disebutkan dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitab Allah, maka baginya akan mendapatkan sebuah kebaikan. Dan sebuah kebaikan akan dilipat gandakan menjadi 10 ganjaran. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim adalah sebuah huruf. Akan tetapi Alif adalah satu huruf fan Laam adalah satu huruf dan Miim adalah satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Sedangkan  orang yang hanya membaca terjemahan Al-Qurannya saja, maka dia tidak membaca satu huruf dari teks Al-Quran dia hanya membaca teks terjemahan. Maka dia tidak mendapatkan pahala membaca huruf-huruf Al-Quran yang telah diterangkan oleh Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam, berbeda dengan orang yang membacanya.

Kalau ditanyakan: “Dia tidak bisa membaca teks Al-Quranya, maka apakah ada solusi untuknya ?”

Jawabannya : “Tentu ada”.  Yakni belajar untuk membaca Al-Quran dan tidak mencukupkan diri dengan membaca terjemahannya saja.

Walaupun dia terbata-bata dalam membaca Al-Quran dan tidak mahir karena masih pemula, maka dia akan tetap mendapatkan pahala membaca huruf-huruf Al-Quran dan justru ditambah lagi oleh dengan pahala bersabar atas kesulitan di saat membacanya.

Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ، لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir dalam membaca Al-Quran maka dia akan bersama kumpulan malaikat yang ta’at. Dan orang yang membaca Al-Quran dalam keadaan terbata-bata dan dia kesulitan dalam membacanya, maka dia akan mendapatkan 2 pahala” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan 2 pahala disini adalah:

- Pahala membaca huruf Al-Quran yang mana 1 hurufnya akan dilipat gandakan menjadi 10 ganjaran kebaikan.

- Pahala bersabar untuk selalu belajar dan membaca Al-Quran, walau pertamanya terbata-bata dan kesulitan.

Maka, sangat rugi orang yang tidak membaca Al-Qurannya secara langsung karena dia akan kehilangan ribuan pahala yang akan diberikan oleh Allah ta’ala. Betapa tidak, jika satu hurufnya akan dilipatkan gandakan olehNya menjadi 10 kebaikan ??

Semoga pemaparan ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad. 


-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.

Posting Komentar

  1. Jadi kalo hanya membaca terjemahannya ga dapat pahala ya? Astagfirullah .
    Kalo mau share ke facbook, caranya fmn ta?sialnya ga ada tombol sharenya

    BalasHapus
  2. sebenarnya jika kita ingin mempelajari al-qur'an adalah dibaca, dimaknai artinya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.. jika kita hanya belajar al-qur'an sampai khatam pun kalau tidak dimaknai artinya maka kita sendiri tidak akan pernah tau dari arti dan isi al-qur'an itu sendiri.. karna kebanyakan dari kalangan umat islam sekarang ini hanya membaca saja tapi tidak memaknai artinya dan mengamalkan, yg diamalkan disini bukan berarti al-qur'an itu dibaca terus tp diamalkan isi daripada arti dan makna yang terkandung di dalamnya..

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum saya mau bertanya, sejak kuliah saya membaca al quran dalam al quran yang ada terjemahannya.. bagaimana itu apakah boleh? atau harus baca dalam alquran tanpa terjemahan

    BalasHapus
  4. alhamdulillah informasi yang sangat bermanfaat. terimakasih

    BalasHapus
  5. Menurut saya tetap berpahala orang yg membaca terjemahan. Tanpa baca terjemahan bagaimana mau mengamalkan.

    BalasHapus
  6. Kalau baca Al-Qur'an beserta artinya sampai dengan selesai apa bisa dibilang khatam? Apa harus arabnya saja? Baru dikatakan khatam?

    BalasHapus
  7. 19 Surah Maryam

    97. Maka sesungguhnya Kami memudahkan turunnya Al-Quran ini dengan bahasamu (wahai Muhammad), ialah supaya engkau memberi khabar gembira dengannya kepada orang-orang yang bertaqwa, dan supaya engkau memberi amaran dengannya kepada kaum yang degil dalam kekufurannya.

    Dalam ayat diatas menunjukkan sebab al Quraan diturun dalam bahasa Arab adalah kerana Nabi Muhammad saw adalah bangsa Arab dan hanya faham bahasa Arab. Tujuan utama ialah agar di FAHAM dengan MUDAH. Kalau tak faham bagaimana dia nak berdakwah dan agar orang boleh terima islam?
    Kalau diturunkan dalam bahasa Hindustan, tentu Nabi saw tak faham. Jika dia hafal pun dan baca dengan alunan lagu yang baik, yang dapat hanya hiburan.
    Adakah Islam akan tersebar? Tentu tidak seorang pun akan faham dan masuk Islam.Jadi apa faedahnya? Ada pahala ker?

    Hanya jika Nabi terjemahkan bahasa Hindustan itu ke dalam bahasa Arab, barulah orang faham , masuk Islam dan taat ada Allah.
    Jadi mana yang lebih penting?
    Guna akal dan jawap sendiri.

    Manakah yang akan dapat lebih pahala dan dapat menarik orang masuk Islam serta taat pada Allah?
    Guna Akal dan jawab sendiri.

    Oleh kerana Quraan bahasa Arab, huruf dan tulisan tentulah dalam bahasa Arab, jadi pahala di beri pada setiap huruf .

    Dan Jika tidak pandai, pahala diberi berganda atas usaha susah payah membaca.

    Begitu juga jika baca dalam bahasa yang lain ang huruf dan tulisan yang lain. Setiap usaha dan kesusahan juga sepatutnya diberi pahala pada setiap huruf dan perkataan dibaca dengan kesusahan hanya kerana mahu memahamidan mentaati perintah Allah.

    Adakah masuk akal jika tidak dapat pahala? Adil ker? Sedangkan Allah maha Adil dan memahami.

    Ada akal , fikir sendiri?

    Walaubagaimana pun lebih baik jika di baca dalam bahasa asal yaitu Arab dan dapat memahami al Quraan lebih tepat.

    Tetapi adakah yang fasih dalam bahasa Arab faham ayat al Quraan dengan tepat?

    Apa kurangnya terjemahan al Quraan kerana penterjemahnya pun yang pakar dan sudah diperiksa oleh pakar yang lain
    Jika irang itu faham bahasa arab, belum tentu dia pakar.

    Itu hanyalah pandangan peribadi saya. Fikirkanlah.
    Bahasa Arab ada istemwanya, maka digalakkan belaja membacanya juga. Ada sebab Allah memilih bahasa Arab.
    Rugi jika tak boleh baca dan untuk mendapat pahala.
    Tetapi apalah guna hafal tapi tak faham
    Maaf jika tersilap. Salam.

    BalasHapus

 
Top