0

Pertanyaan:

“Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.. Ustadz afwan bertanya, jika sedang shalat sunnah qabliyyah, lalu rakaat pertama baru akan selesai ternyata sudah dikumandangkan iqamat. Apa sudah terhitung? Jarak waktu dikumandangkannya shalat adzan dan iqamat cukup singkat.

Untuk mendapatkan pahala yang utuh, perlukah diqadha ? Semisal qabliyyah shubuh, dimana Rasulullah tidak pernah meninggalkannya”

Dari: Sdr. Nugroho (Anggota Grup Whatsapp T/J “Kajian Al Amiry”)

Jawab:

Waalaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh..

Untuk shalat qabliyyah yang  luput dan terlewatkan, maka boleh bagi kita untuk mengqadhanya. Hal tersebut karena pernah dilakukan oleh baginda kita Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau terlewat untuk melaksanakan shalat qabliyyah dzuhur, maka beliau melaksanakan shalat qabliyyah dzuhur setelah melaksanakan shalat dzuhur. Aisyah radhiyallahu anha berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا لَمْ يُصَلِّ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ صَلَّاهُنَّ بَعْدَهَا

“Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika belum melaksanakan 4 rakaat qabliyyah dzuhur, maka beliau melaksanakannya setelah shalat dzuhur” (HR. Tirmidzi; Hasan)

Hal yang sama juga pernah terjadi oleh salah seorang sahabat nabi yang luput dari shalat sunnah qabliyyah shubuh.

Qais bin Amr radhiyallahu anhu berkata:

رَأَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يُصَلِّي بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَصَلَاةَ الصُّبْحِ مَرَّتَيْنِ؟» فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ: إِنِّي لَمْ أَكُنْ صَلَّيْتُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَهَا، فَصَلَّيْتُهُمَا. قَالَ: فَسَكَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat seseorang yang shalat 2 rakaat setelah melaksanakan shalat subuh. Maka nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “ Apakah shalat shubuh 2 kali?” Maka orang tadi berkata kepada nabi: “Sesungguhnya aku belum pernah melaksanakan shalat 2 rakaat qabliyyah subuh, maka aku shalat”. Maka nabi shallallahu alaihi wa sallam hanya diam saja.” (HR. Ibnu Majah; Shahih)

Dari hadits-hadits ini, maka kita dianjukan untuk mengqadha shalat sunnah qabliyyah yang luput dari kita karena sebuah udzur. Tapi ingat, ini hanyalah sunnah dan bukan wajib. Barang siapa yang tidak melakukannya, maka tidak mengapa. Dan barang siapa yang melaksanakannya, maka dia telah melakukan hal yang lebih sempurna.

Untuk faidah tambahan, “Lantas bagaimana dengan shalat sunnah ba’diyyah yang terlewatkan?

Maka jawabnya: Tetap dianjurkan bagi kita untuk mengqadha shalat ba’diyyah yang terlewatkan. Hal tersebut juga pernah terjadi di zaman nabi alaihis shalatu was salam.

Beliau melaksanakan shalat 2 rakaat setelah shalat ashar. Maka Ummu salamah radhiyallahu anha bertanya, shalat apa itu? Maka beliau menjawab:

سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ، وَإِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ القَيْسِ، فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ فَهُمَا هَاتَانِ

“Engkau bertanya tentang shalat 2 rakaat setelah ashar, itu sebabnya karena orang-orang dari Abdul Qais mendatangiku, maka menyibukkan diriku sehingga terlewatkan shalat 2 rakaat setelah dzuhur. Maka itulah tadi shalat 2 rakaat setelah dzuhur yang aku lakukan” (HR. Bukhari)

Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat. 


Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry  

Poskan Komentar

 
Top