0

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika seekor lalat terjatuh ke dalam sebuah gelas seseorang, maka hendaklah dia mencelupkan seluruh tubuh lalat tersebut. Kemudian dia membuangnya. Sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lain terdapat penyembuhnya” HR. Bukhari

Mungkin sebagian dari kita menganggap itu adalah perbuatan aneh dan menjijikkan. Namun, saya meminta kepada para pembaca agar jangan tergesa-gesa dahulu untuk menolak ajaran nabi ini. Mari kita melihat hikmah besar dari ajaran nabi tersebut. 

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

سبحان الله !! الرسول عليه الصلاة والسلام لم يكن متخرجا من كلية الطب لكنه يأتيه الوحي وإلا فمن يدري بذالك الوقت أن في إحدى جناحيه داء وفي الآخر شفاء. لا يوجد تحليلات ولا يوجد طب راق لكنه الوحي من عند الله عز وجل

“Subhanallah !! Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bukanlah lulusan dari kuliah kedokteran. Akan tetapi wahyulah yang mendatangi beliau. Kalau tidak, maka di zaman tersebut siapa yang tahu bahwasanya pada salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penyembuhnya? Di zaman tersebut tidak ada analisa untuk hal tersebut dan tidak ada kedokteran yang hebat. Akan tetapi itulah wahyu dari Allah azza wa jalla” (Fathu Dzii Al-Jalal Wa Al-Ikram 1/107)

Maka kedokteran pun akhirnya membenarkan sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam tersebut. Salah seorang dokter di yayasan Al-Hidayah Mesir mengungkapkan:

يقع الذباب على المواد القذرة المملوءة بالجراثيم التي تنشأ منها الأمراض المختلفة، فينقل بعضها بأطرافه، ويأكل بعضاً آخر فتكون في جسمه مادة سامة يسميها علماء الطب ( مبعد البكتريا ) وهي تقتل كثيراً من جراثيم الأمراض، ولا يمكن لتلك الجراثيم أن تبقى حية أو يكون لها تأثير في جسم الإنسان في حال وجود مبعد البكتريا هذا

“Lalat itu terbentuk dari bahan-bahan kotor yang penuh dengan kuman dan dapat menyebabkan beberapa penyakit yang beraneka ragam. Lalat dapat menyebarkannya melalui kaki-kakinya dan memakan sebagian lainnya. Dengan demikian, maka pada tubuh lalat terdapat sesuatu zat beracun yang dinamakan oleh ilmuwan kedokteran dengan “bakteri”. Bakteri ini akan membunuh kuman-kuman penyakit yang ada sehingga kuman tidak dapat bertahan hidup atau tidak dapat berpengaruh pada diri seorang manusia jika bakteri tersebut ada” (Perkataan diambil dari artikel yang diunggah oleh Majmaa’ University)

Hal serupa juga dinyatakan oleh Dokter Sa’id As-Suyuthi, dan dokter Mahmud Kamal, dan Muhammad Abdul Mun’im.

Maka shadaqa rasuulunaa al-kariim, nabi kita telah benar. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad.

Pelajaran lainnya yang dapat kita petik dari hadits ini adalah:

- Tubuh lalat itu suci, baik ketika hidup maupun ketika sudah mati.

- Para ulama mengkiyaskan akan sucinya hewan seperti lalat yang tidak memiliki darah mengalir seperti semut, lebah, dan serangga lainnya. Walaupun hewan itu haram, akan tetapi dia suci dan bukan najis jika tidak memiliki darah yang mengalir, seperti kalajengking. Sesungguhnya tidak semua yang haram itu najis. Tapi semua yang najis itu haram.

- Kita harus beriman dengan sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam walau mungkin ketika itu akal kita belum bisa menerimanya. Terkadang ada beberapa syari’at yang akal diri ini belum bisa mengetahui hikmahnya. Akan tetapi tentu, Allah ta’ala maha tahu dan kita adalah manusia biasa yang jahil. Maka apa saja yang shahih dari nabi shallallahu alaihi wa sallam kita harus menerimanya dan mengamalkannya.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.



-----
Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Mari bergabung untuk menyebarkan dakwah sunnah dan dan islam yang murni bersama Kajian Al-Amiry. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

- Bank BCA No Rek 3000573069 a/n: Muhammad Abdurrahman
- Bank BNI No Rek 0360066890 a/n: Muhammad Abdurrahman

Donasi yang  diberikan akan digunakan untuk kelancaran dakwah kita bersama. Dan dukungan anda insya Allah akan semakin memperkuat dakwah sunnah di atas bumi Allah.

Nb: Mohon lakukan konfirmasi ke email: webkajianalamiry@gmail.com atau ke nomor 082282012864 jika bapak/ibu telah mengirimkan donasi.

Poskan Komentar

 
Top