0

Bersiwak sangat dianjurkan pada setiap waktu karena pada dasarnya kita dapat mendapatkan ridha Allah dengan bersiwak. Namun ada waktu-waktu tertentu yang lebih ditekankan lagi bagi kita untuk bersiwak. Diantaranya yang akan kita sebut dibawah ini:

=> Ketika kita membaca Al-Qur’an Al-Karim

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أَتَاهُ الْمَلَكُ فَقَامَ خَلْفَهُ، فَيَسْمَعُ الْقُرْآنَ وَيَدْنُو فَلَا يَزَالُ يَسْتَمِعُ وَيَدْنُو حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيهِ فَلَا يَقْرَأُ آيَةً إِلَّا كَانَتْ فِي جَوْفِ الْمَلَكِ

“Sesungguhnya seorang hamba, jika dia melaksanakan shalat maka malaikat mendatanginya maka dia tegak di belakang hamba tadi. Maka malaikat mendengarkan Al-Quran dan mendekat kepadanya. Maka malaikat masih terus mendengarkan Al-Quran dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya di atas mulut hamba tadi, maka tidaklah dia membaca sebuah ayat, kecuali ayat tersebut sudah berada pada mulut hamba tadi” (HR. Baihaqi)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu:

إِنَّ أَفْوَاهَكُمْ طُرُقٌ لِلْقُرْآنِ، فَطَيِّبُوهَا بِالسِّوَاكِ

“Sesungguhnya mulut-mulut kalian adalah jalan Al-Quran, maka indahkanlah mulut dengan siwak” (HR. Ibnu Majah)

=> Sebelum shalat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلَا أَنْ أشق عَلَى أُمَّتِي  لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Seandainya aku tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali mereka akan shalat” (HR. Bukhari Muslim)

=> Sebelum berwudhu

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya aku tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali mereka akan berwudhu” (HR. Bukhari)

=> Ketika masuk rumah

Dari Aisyah radhiyallahu anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

“Bahwasanya nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika masuk rumah, maka beliau memulainya dengan bersiwak” (HR. Muslim)

=> Ketika bagun tidur

Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika bagun malam, maka beliau menggosok giginya dengan siwak” (HR. Bukhari)

Dan siwak bisa digantikan dengan sikat dan pasta gigi sebagaimana fatwa syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. 

Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan dapat kita amalkan. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry  

Poskan Komentar

 
Top