0

Bodoh dan begitu dungu, itu adalah sifat nyata para pendeta syiah. Salah satu pendeta syi’ah ingin merendahkan ilmu Imam Bukhari dan Muslim dengan cara berdusta, akan tetapi dia kurang pintar dalam berdusta. Ingin rasanya tertawa melihat kebodohan pendeta syi’ah.

Dia merendahkan Imam Bukhari dan Muslim dengan cara berdusta. Dia menyatakan bahwa Imam Bukhari dan Muslim menshohihkan hadits-hadits bukan dari ilmu keduanya melainkan dari ilmu para ulama yang terlebih dahulu hidup dan terlebih dahulu menguasai ilmu hadits.

Yang lucu, dia menyebutkan nama para ulama yang mana Imam Bukhari bersandar kepada ilmu mereka dalam bidang hadits, seperti  Imam Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar. Pertanyaannya, emangnya Imam Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar lebih duluan hidup dari Imam Bukhari? Imam Bukhari sudah lama wafat, baru keduanya barulah hidup.

Mari kita lihat perkataan pendeta syiah ini:

وإنما نرجع لهذين الكتابين, فإن البخاري ومسلم صححا الروايات ليس من عندهما. وإنما كان تصحيحهما الروايات على كلمات العلماء سبقوهما في هذا المجال. كابن حجر والذهبي وأحمد بن حنبل.

“Dan ketika merujuk kembali kepada kedua kitab ini (shahih Bukhari dan Muslim), sesungguhnya Imam Bukhari dan Muslim menshahihkan riwayat bukanlah dari ilmu keduanya. Akan tetapi mereka berdua menshahihkan riwayat dengan bertumpu kepada perkataan para ulama yang telah mendahului mereka berdua dalam bidang ini (ilmu hadits), seperti Ibnu Hajar, Adz-Dzahabi, dan Ahmad bin Hanbal, dll.

(Selesai)

Lihat video disini:


Bodoh dan betapa bodohnya mereka.

Imam  Bukhari rahimahullah wafat pada tahun 256 H

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah wafat pada tahun 748 H

Imam Ibnu Hajar rahimahullah wafat pada tahun 852 H

Semakin kalian banyak bicara wahai pendeta syi’ah , maka akan semakin tampak kebodohan dan kedunguan kalian.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry  

Poskan Komentar

 
Top