0

Haid adalah suatu ketetapan dari Allah ta’ala untuk seluruh wanita. Dan tentunya, haid juga dialami oleh istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan seluruh wanita dari kalangan sahabat. Namun, tidak ada dari mereka yang keberatan dengan permasalahan tersebut, dan mereka cukup tidak puasa ketika itu namun mereka mengqadha puasanya.

Maka dari itu, pada asalnya minum obat pencegah haid di bulan Ramadhan tidaklah dianjurkan. Cukup wanita mengalami kodratnya sebagai wanita dan mengqadha puasa.

Aisyah radhiyallahu anha berkata:

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ، فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ

“Kami mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk qadha shalat” (HR. Muslim)

Kalau tidak dianjurkan, akan tetapi apakah boleh meminumnya?

Iya boleh dengan syarat obat itu tidak berbahaya bagi tubuh wanita yang meminumnya. Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 196)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Janganlah kamu membahayakan orang lain dan janganlah kamu membahayakan diri sendiri” (HR. Ibnu Majah)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

لَا بَأْسَ أَنْ تَشْرَبَ الْمَرْأَةُ دَوَاءً يَقْطَعُ عَنْهَا الْحَيْضَ، إذَا كَانَ دَوَاءً مَعْرُوفًا

“Tidak mengapa seorang wanita meminum obat pencegah haid, jika obat itu baik (dikenal tidak berbahaya)” (Al-Mughni 1/266) 

Allahu a'lam, semoga bermanfaat.

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry  

Poskan Komentar

 
Top