0

Sering kita lihat disebagian masjid-masjid yang ada di Negara kita ini langsung melaksanakan shalat berjamaah tanpa ada jeda antara adzan dan iqamah, padahal jika kita perhatikan akan ada keutamaan-keutamaan yang kita tinggalkan dikarenakan langsung melaksankan shalat berjamaah setelah adzan dikumandangkan.

Minimal kita akan kehilangan dua keutamaan yang sebagai berikut:

1. Kehilangan keutamaan shalat Sunnah qabliyah (shalat Sunnah sebelum dilakukan shalat fardhu), terutama shalat Sunnah qabliyah pada shalat subuh, dzuhur dan ashar.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat menjaga dan bersemangat untuk tetap melakukan shalat Sunnah qabliyah subuh, istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam Aisyah – Semoga Allah meridhoinya – berkata:

أنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat-shalat Sunnah beliau yang lebih semangat daripada dua rakaat sebelum subuh” (H.R Muslim no 724)

Dan keutamam shalat tersebut, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua rakaat fajar (shalat Sunnah qabliyah sebelum shalat subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (H.R Muslim no 725)

Jika kita telah mengetahui keutamaan shalat sebelum shalat subuh, maka hendaknya kita untuk selalu menaga shalat Sunnah qabliyah tersebut.

Begitu juga dengan shalat Sunnah sebelum shalat dzuhur, Aisyah – semoga Allah meridhoinya – berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الغَدَاةِ

Sesunguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum subuh” (H.R Bukhari no 1182)

Dan keutamaan shalat Sunnah sebelum ashar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

Semoga Allah merahmati orang yang shalat 4 raka’at sebelum ashar” (H.R Abu Daud no 1271 dan Tirmidzi no 430)

Adapun untuk shalat maghrib dan isya, Rasululah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ

Diantara dua adzan (adzan dan iqamah) ada shalat (Rasulullah mengucapkan tiga kali) bagi siapa yang mau” (H.R Bukhari no 624 dan Muslim no 838)

2.Kehilangan waktu mustajab untuk berdoa, yaitu waktu jeda antara adzan dan iqomah
Rasulullah bersabda:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

Doa tidak akan tertolak diantara adzan dan iqamah” (H.R Tirmidzi no 212)
Maka kita sangat dianjurkan untuk berdoa diwaktu jeda antara adzan dan iqamah, karena waktu tersebut termasuk waktu yang mustajab

Lantas, apa yang hendaknya dilakukan oleh imam?

Hendaknya seorang imam untuk memberi waktu jeda antara adzan dan iqamah, agar para makmum bias melaksanakan shalat Sunnah qabliyah dan berdoa di waktu tersebut, dan memberi kelonggaran para makmum yang agak telat agar tidak terlambat.

Dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh makmum?

Hendaknya bagi seorang makmum untuk bersegera ke masjid jika telah mendengarkan kumandang adzan, agar dia tidak kehilangan keutamaan-keutamaan di waktu antara adzan dan iqamah

Wallahu’alam bisshowab.

PenulisYahya Thaib Al Amiry

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry 

Poskan Komentar

 
Top