0

Inilah diantara canda syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah.

Pertama:

Suatu hari syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah sedang di Makkah dan ingin naik taksi. Maka beliau mendapatinya dan kemudian menaiki taksi tersebut.  Dan perjalanan beliau adalah perjalanan yang panjang.

Maka dari itu, sang sopir taksi ingin berkenalan.  Kemudian sang sopir berkata:

“Bolehkah aku mengenal namamu?”

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab:

“Namaku Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin”.

Sang sopir menjawab:

“Dengan segala hormat, aku adalah Abdul Aziz bin Baaz (Sang sopir mengira kalau syaikh Ibnu Utsaimin mencandainya)”

Maka syaikh Ibnu Utsaimin tertawa dan berkata:

“Ibnu Baz adalah orang yang buta, bagaimana bisa dia menyopir taksi?”

Maka sang sopir balik menjawab:

“Ibnu Utsaimin berada Najd, apa kamu mau mencandaiku?”

Syaikh Ibnu Utsaimin pun tertawa lagi dan beliau pun memahamkan sang sopir bahwa beliau benar-benar syaikh Ibnu Utsaimin.

Kedua:

Syaikh Ibnu Utsaimin ketika itu sedang mengajar murid-muridnya tentang bab nikah mengenai keburukan istri. Maka salah seorang murid beliau bertanya:

“Seandainya aku menikah dan ternyata aku mendapati istriku tidak memiliki gigi, apakah boleh bagiku untuk memfaskh (membatalkan) nikah karena keburukan tersebut?”

Maka syaikh Ibnu Utsaimin menjawab:

“Itu adalah istri yang bagus. Karena dia tidak akan bisa menggigitmu”.

Murid-murid beliau pun tertawa.

Ketiga:

Syaikh Ibnu Utsaimin ketika itu sedang berkumpul bersama syaikh Ibn Baaz rahimahumallah. Maka salah seorang bertanya kepada keduanya:

“Wahai syaikh, sekarang ada alat canggih yang mengingatkan seseorang ketika lupa dalam shalat. Apa hukum memakai alat tersebut?”

Maka syaikh Ibn Baaz terdiam dan syaikh Ibnu Utsaimin tertawa seraya berkata:

“Alat tersebut bertasbih atau bertepuk?” (Bertasbih khusus untuk laki-laki dan bertepuk untuk perempuan)

Maksud candaan beliau, kalau alat tersebut bertasbih maka alat tersebut laki-laki dan kalau bertepuk maka dia perempuan.

Keempat:

Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya:

“Apa yang dilakukan seseorang jika dia selesai berdoa?”

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab:

“Dia menurunkan tangannya”

Kelima:

Seseorang yang sudah menikah ingin berpologami dan menikahi seorang gadis dengan tujuan untuk menjaga kehormatan sang gadis.

Maka syaikh Ibnu Ustaimin menjawab:

“Kasihkan hartamu kepada seorang pemuda yang tidak mampu dan biarkan dia menikahi gadis tersebut maka engkau akan mendapatkan 2 pahala”

Sumber: mktaba.org

Mungkin ini saja cerita yang dapat kami paparkan disini, semoga bermanfaat.

Diterjemahkan olehMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry 

Poskan Komentar

 
Top