2

Bukanlah syi’ah kalau tidak berdusta. Sorban hitam digunakan para pendeta syi’ah untuk menipu ummat bahwa mereka adalah ahlul bait. Padahal, sama sekali mereka bukanlah ahlul bait.

Pada pembahasan sebelumnya, kita pernah membahas bahwasanya Khumaini sama sekali bukanlah ahlul bait, bahkan dia berasal dari kaum beragama sikh. Bisa dibaca disini.

Dan pada saat ini, yang mengungkap kedustaan para pendeta syi’ah bukanlah saya pribadi. Melainkan yang mengungkapkannya adalah seorang penganut syi’ah sendiri. Dia mengungkapkan kedustaan Khumaini, Khamina’i, As-Sistani, dan yang lainnya bahwa mereka berasal dari keturunan nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Pada sebuah kanal sebuah televisi, penganut syi’ah tersebut ditanya:

فيما يختص بالعمامة التي تم لبسها. لها رمزة معينة إذا كانت سوداء تعني أنه سيد ومن أهل البيت وإذا كانت بيضاء فهو شيخ في الحوزة العلمية أو ما يسمى بذالك.

سؤالي عندما يكون الخميني العرقية الفارسية عنده أو عند الخامنئي أو غيرهم يلبسون العمامة السوداء وهم ليس بعرب, فكيف يكونون من أهل البيت؟ هذا كسؤال بسيط يتم طرحه. ألا يوجد هذا السؤال عند الشيعي العربي على الأقل يبدأ بكيف يكون سيدا وأهل البيت وهو لا يعرف الجزيرة العربية وليس منها. هذا بس سؤال أبرز.

“Dalam permasalahan khusus mengenai sorban yang dipakai, maka dia memiliki arti tertentu. Jika sorban yang digunakan berwarna hitam maka maksudnya bahwa sang pemakai adalah sayyid dan dari ahlul bait dan jika sorban yang digunakan berwarna putih maka maksudnya sang pemakai adalah seorang guru di Hawzah ilmiyyah (madrasah syi’ah) atau yang lainnya.

Maka pertanyaanku adalah ketika Khumaini etniknya adalah etnik persia dan khamina’i seperti itu pula dan selainnya, yang memakai surban hitam padahal mereka bukanlah orang arab, maka bagaimana mereka bisa menjadi ahlul bait?? Ini adalah soal sederhana yang dipertanyakan. Tidakkah muncul pertanyaan di benak orang syi’ah arab, minimal bagaimana mungkin mereka adalah sayyid dan ahlul bait sedangkan mereka tidak mengetahui jazirah Arab dan mereka bukanlah dari jazirah arab. Maka ini saja soal yang ingin disoroti.

(Selesai)

Maka penganut syi’ah mengatakan:

وأنا كشفت عن ذالك منذ عام 2003 إلى حد الآن. قلت:لو هو صدق صحيح. الخميني والذين يلبسون العمائم السود على أنهم من سلالة الرسول صلى الله عليه وسلم والأئمة الآخرين, فلماذا يبقى ملتزما بلقبه الخميني, أو الخامنئي, أو الشيرازي, أو المتقي, أو الطلقاني أو غير ذالك أو السيستاني المرجعية في نجف. لماذا باقين على هذه الألقاب؟ إذا كانوا صدق هم سادات لماذا لا يرجع إلى لقبه العربي؟ أيهما أشرف اللقب العربي أو اللقب الفارسي؟ قالوا: لا هم سادات ومن أولاد رسول الله وكذا وكذا هذا كذب وافتراء. أنا أتحدى أكبر إيراني اللابس العمامة السوداء يرجع نسبه إلى الحسن والحسين. أتحداهم كلها باطلة. أنا أسميهم سادات خرسان.

"Dan aku telah mengungkapkan hal tersebut sejak tahun 2003 hingga sekarang. Aku katakan: Kalau itu benar dan jujur, semisal Khumaini dan lainnya yang memakai surban hitam bahwa mereka adalah keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para imam lainnya, maka mengapa mereka tetap menggunakan laqab mereka Khumaini, Khamina’i, Syirazi, Muttaqi, atau Thalaqani, atau Sistani Ulama marji’ di Najf. Mengapa mereka tetap menggunakan laqab tersebut? Jika mereka jujur bahwa mereka adalah sayyid akan tetapi mengapa dia tidak kembali menggunakan laqab arabnya?? Mana yang lebih utama, laqab arab atau laqab persia?? Mereka mengatakan: bahwa mereka adalah sayyid dan dari keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atau sebagainya. Maka itu adalah dusta dan hanya dibuat-buat saja !! Saya tantang orang terbesar Iran yang memakai surban hitam bahwa nasabnya merujuk kepada Hasan dan Husain. Saya tantang mereka semua. Semua itu adalah bathil. Saya menyebut mereka sebagai sayyid Khurasan.

(Selesai)

Pembawa acara:

هو توكيد مع كونك على مذهب والطائفة الشيعية

“Maka ini adalah kabar penguat, walaupun engkau berada diatas madzhab dan kelompok syi’ah”

(selesai)

Bukti video bisa dilihat disini:



Sudah banyak yang mengetahui kedustaan para pendeta syi’ah, semoga Allah menghancurkan agama syi’ah dan memberikan hidayah kepada para penganut syi’ah.

Wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.


Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry


Poskan Komentar

 
Top