7

Banyak diantara kita selaku makmum masbuq, ketika mendapati imam sedang sujud, maka mereka tetap  berdiam diri sampai imam berdiri lantas kemudian baru shalat bersama imam.

Apakah tata cara ini benar? Dan bagaimana tata cara yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberi tahukan tata cara yang benar kepada ummat. Beliau bersabda:

 إِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الصَّلَاةَ وَالإِمَامُ عَلَى حَالٍ فَلْيَصْنَعْ كَمَا يَصْنَعُ الإِمَامُ

“Jika salah seorang dari kalian mendatangi shalat jama’ah, dan imam sedang berada pada suatu gerakan shalat, maka hendaklah kalian melakukan apa yang sedang dilakukan imam” (HR. Tirmidzi dishahihkan oleh Al-Albani)

Dari hadits diatas, sudah sangat jelas bahwa jika imam sedang ruku’ maka kitapun segera melakukan apa yang dilakukan oleh imam yakni ruku’. Dan jika kita mendapati imam sedang sujud maka kitapun segera melakukan apa yang dilakukan oleh imam yakni sujud. Dan tidak perlu menunggu sang imam berdiri.

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إذا أتيتم الصلاة فعليكم بالسكينة، فما أدركتم فصلوا وما فاتكم فأتموا

“Jika kamu mendatangi shalat jama’ah maka datangilah dengan tenang (tidak terburu-buru), maka apa yang kalian dapati dari gerakan imam maka shalatlah dan apa yang luput dari kalian berupa raka’at maka sempurnakanlah” (HR. Bukhari Muslim)

Begitulah yang dipegang dan dilakukan oleh para ulama.

Al-Kharsyi rahimahullah berkata dalam Syarh Mukhtashar Khalil:

أن المسبوق إذا وجد الإمام ساجدا فإنه يكبر للسجود يريد بعد تكبيرة الإحرام ولا ينتظر الإمام حتى يرفع وكذلك يكبر فيما إذا وجده راكعا تكبيرتين إحداهما للإحرام والأخرى للركوع ولا ينتظره

“Bahwasanya seorang makmum masbuq jika mendapati imam sedang sujud, maka hendaklah dia bertakbir untuk sujud setelah melakukan takbiratil ihram dan dia tidak perlu menunggu imam sampai berdiri. Dan begitu pula dia bertakbir dengan 2 takbir ketika mendapati imam sedang ruku’, takbir pertama adalah takbiratul ihram dan takbir keduai untuk takbir ruku’ dan dia tidak perlu menunggu” (Syarh Mukhtashar Khalil milik Al-Kharsyi 2/46)

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

قال أصحابنا : إذا أدركه ساجدا أو في التشهد كبر للإحرام قائما ويجب أن يكمل حروف تكبيرة الإحرام قائما كما سبق بيانه قريبا في باب صفة الصلاة . فإذا كبر للإحرام لزمه أن ينتقل إلى الركن الذي فيه الإمام

“Para ulama madzhab kami berkata: Jika seseorang mendapati imam sedang sujud atau duduk tasyahhud, maka hendaklah dia melakukan takbiratul ihram dalam keadaan berdiri dan wajib baginya untuk menyempurnakan takbiratul ihram dalam keadaan berdiri sebagaimana yang telah berlalu penjelasannya pada bab sifat shalat. Maka jika dia telah melakukan takbiratul ihram maka dia harus berpindah kepada rukun gerakan shalat yang mana imam sedang melakukannya” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab 4/190)

Kesimpulan: Maka jika kita mendapati imam sedang sujud atau sedang melakukan gerakan rukun shalat yang lain, maka kita segera bertakbir dan melakukan apa yang sedang dilakukan oleh imam. Dan tidak perlu menunggu imam berdiri atau menunda-nunda lagi.

Allahu a’lam, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad. 


Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry

Poskan Komentar

  1. Ustadz, bagaimana tata caranya? Apa kita takbir sekali tanpa sedekap, kemudian langsung ruku' atau sujud, apa kita takbir kemudian sedekap, kemudian takbir kemudian ruku' atau sujud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersedekap gerakan tersendiri dari takbiratul ihram. Dalam kata lain, takbiratul ihram adalah mengangkat tangan seraya mengucapkan takbir di awal shalat dan tidak masuk di dalamnya bersedekap.

      Maka tidak mengapa dia bertakbir kemudian langsung melakukan ruku' atau sujud tanpa melakukan sedekap terlebih dahulu.

      Hapus
  2. Assalamualaikum ustad. nanya.. bagaimana klo kita mau sujud sahwi karena kekurangan dalam shalat, ketika mau sujud sahwi pas terakhir salam lupa tuk sujud, setelah salam baru inget kembali..
    apakah harus sujud sahwi lagi ketika salam.. mengingat jika kekurangan dalam salah satu didalam shalat adalah sujud sahwi sebelum salam..
    Mohon jawabannya ustad.. BArakallahufik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam. Kalau senggang antara salam dan waktu ingatnya tidak terlalu lama maka hendaknya dia langsung sujud sahwi. Akan tetapi kalau senggang waktunya terlalu lama, maka dia tidak perlu melakukan sujud sahwi dan shalatnya sah.

      Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya:

      رجل نسي التشهد الأول فعلم أنه يجب عليه سجود سهو قبل السلام ولكنه نسي وسلم فما الحكم؟

      "Seseorang lupa tasyahhud awal, kemudian dia baru sadar kalau dia wajib untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam. Akan tetapi dia lupa untuk melakukan sujud sahwi dan dia langsung salam. Maka bagaimana hukumnya?

      Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab:

      إن ذكر في زمن قريب سجد، وإن طال الفصل سقط، مثل أن لا يذكر إلا بعد مدة طويلة، فلو خرج من المسجد فإنه لا يرجع إلى المسجد ويسقط عنه.

      "Jika dia mengingatnya di waktu yang dekat (tidak terlalu lama) maka hendaklah dia sujud. Akan tetapi kalau senggang waktunya terlalu lama maka jatuhlah kewajiban sujud sahwi darinya. Seperti dia lupa untuk melakukan sujud sahwi di waktu yang lama. Jadi semisal dia sudah keluar dari masjid, maka dia tidak perlu untuk kembali lagi ke masjid untuk melakukan sujud sahwi. Dan kewajiban sujud sahwi telah jatuh darinya" (Majmu' Fatwa Ibni Utsaimin 14/50)


      Hapus
  3. Perhitungannya kalo imam masih ruku itu masuk 1 rakaat
    kalo imam sudah sujud berarti tidak dihitung 1 rakaat
    apakah salah ustad?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau imam masih ruku' maka masih dihitung dia mendapatkan raka'at. Tapi kalau sudah i'tidal maka sudah tidak dihitung lagi. Maka dia harus menyempurnakan shalatnya 1 raka'at lagi.

      Hapus
  4. Ustadz, ingin bertanya. Apabila kita mendapati imam sedang i'tidal, setelah kita takbiratul ihram apa yang kita ucapkan? Allahu akbar atau sami'allahuliman hamidah? Jazakallah khoir Stadz...

    BalasHapus

 
Top