1

Betapa bodohnya ulama syi’ah terlebih pengikut butanya. Mereka mengaku pengikut ahlul bait, namun tak sedikitpun akhlak mereka mencerminkan ahlul bait.

Dalam sebuah contoh, ulama mereka “At-Tijani” makan dan minum dengan tangan kiri. Yang lucu, ketika At-Tijani diingatkan dia malah mengamuk.

Seorang syaikh mengingatkan At-Tijani:

أنت مسلم, تشرب باليسار وتأكل باليسار لأيش تشرب باليسار؟؟ الشيطان يشرب باليسار.


“Kamu adalah seorang muslim, tapi kamu makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri? Kenapa kamu minum dengan tangan kiri? Syaithan itulah makan dengan tangan kiri”

Tapi yang ajaib, At-Tijani malah membalas:

اسكت يالشيطان

“Diamlah kamu wahai syaithon”

Lihatlah videonya disini:


Adakah seorang muslim jika dinasihati dengan kebenaran maka dia menolaknya? Apakah seperti itu akhlaknya ahlul bait? Apakah akhlaknya ahlul bait makan dengan tangan kiri? Adakah sifat ahlul bait adalah kesombongan yakni “menolak kebenaran”? Dan apakah akhlak ahlul bait melakukan sifat buruk di depan khalayak ramai? Di depan kamera yang ditonton oleh ribuan manusia?

Maka dengarlah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

 لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر الكبر بطر الحق، وغمط الناس

“Seseorang tidak akan masuk surga jika ada di dalam hatinya kesombongan walau sebesar biji sawi. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” (HR. Muslim)

Menolak kebenaran nasihat yang disampaikan. Dan merendahkan manusia yang menasihati hingga mencela sang penasihat bahwa sang penasihat adalah syaithan. Itukah akhlak ahlul bait yakni “kesombongan” seperti yang dilakukan At-Tijani??

Maka simaklah hadits Rasulullah wahai syi’ah:

إذا أكل أحدكم فليأكل بيمينه، وإذا شرب فليشرب بيمينه فإن الشيطان يأكل بشماله، ويشرب بشماله

“Jika seseorang dari kamu hendak makan, maka makanlah dengan tangan kanan. Dan jika salah seorang dari kamu hendak minum, maka minumlah dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaithan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri” (HR. Muslim)

Wahai syi’ah, tidak perlu engkau mengaku-ngaku pengikut ahlul bait jika ternyata kamu adalah pengikut syaithan dan akhlak kamu begitu.

Kalian semua mengaku-ngaku dekat dengan ahlul bait.. Namun ahlul bait tidak mengakuinya..

وكل يَدَّعي وَصْلا بِلَيْلى ... وَلَيْلى لا تُقِرُّ لَهُمْ بِذاكا

“Semua mengaku-ngaku dekat dengan Laila... Akan tetapi Laila tidak mengakuinya..”

Maka bukalah mata anda wahai syi’ah. Dan perhatikanlah langkahmu dalam beragama.

Dan yang lucu lagi, tokoh syiah Indonesia “Jalaluddin Rahmat” justru membagi-bagikan buku At-Tijani (ulama syi’ah yang mengikuti akhlaknya syaithan). Silahkan lihat disini: http://www.nahimunkar.com/jalaluddin-rakhmat-bagikan-buku-syiah-karya-at-tijani-sang-pendusta-dan-pencela-sahabat-nabi/

Maka sekali lagi, perhatikanlah langkahmu dalam beragama wahai syi’ah.



Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry

Poskan Komentar

 
Top