11

Siapakah Khumaini sebenarnya? Dan apa asal agamanya? Inilah yang masih banyak tidak diketahui oleh kaum muslimin.

Ayah Khumaini berasal dari selatan negara India yang menganut agama sikh dan ibunya adalah anak dari seorang imam di tempat peribadatan agama sikh di Kasmir. Apa sikhisme itu?  Sikhisme (bahasa Punjabi: ਸਿੱਖੀ) adalah salah satu agama besar di dunia yang bertolak belakang dengan islam. Agama ini berkembang terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. Kata Sikhisme berasal dari kata Sikh, yang berarti "murid" atau "pelajar". Selebihnya bisa lihat disini dan sini.

Dan tentunya, kita tidak sembarang ucap, bahwa dia asalnya dari kaum penganut agama sikh di India. Itu diakui sendiri oleh Ulama syi’ah Musa Al-Musawi. Dia mengatakan pada kitabnya Al-Jumhuriyyah Ats-Tsaniyah:

حيث قدم جده من الهند قبل 120سنة وسكن قرية خمين في إيران. ووالده هو مصطفي ابن احمد وكان يدعى سينكا، ولد سنة 1842 في كشمير من أسرة سيخية ثرية وكان والد سينكا تاجر خمر وعلى علاقة ودية بالإنجليز ،ولما تعرف على فتاة مسلمة تدعى طاهرة وهي ابنة أحد التجار المسلمين قرر اعتناق الدين الإسلامي للزواج منها فهدده أهله بالقتل ففر مع طاهرة من كشمير إلى مدينة لكفؤ ،وأسلم سينكا على يد سيد حامد حسين مؤلف كتاب عبقات الأنوار.وحفيد عم الخميني يسمى ودا ويعيش بالقرب من مدينة سريناجار عاصمة كشمير ،وهو مسؤول عن معابد السيخ هناك . وهذه المعلومات استقاها المؤلف من علماء الشـيعة في كشمير

“Kakek Khumaini datang dari India sebelum  120 tahun yang lalu. Dan dia tinggal di kota Khumain di Iran. Dan ayahnya adalah Musthafa bin Ahmad dan dikenal sebagai “Singh” lahir tahun 1842 di Kashmir dari keluarga penganut agama sikh. Dan ayah Singh adalah penjual Khamr dan memiliki hubungan hangat dengan Inggris. Dan setelah dia mengenal seorang wanita muslimah yang bernama Thahirah dan dia adalah anak dari pedagang muslimin, maka dia menetapkan untuk memeluk agama islam agar dapat menikah dengan wanita tersebut. Maka keluarganya mengancam untuk membunuhnya. Maka dia kabur bersama Thahirah dari Kashmir ke kota lokfo. Dan Singh masuk islam di tangan Sayyid Hamid Husain penulis Kitab ‘Aqabat Al-Anwar.  Dan cucu dari pamannya Khumaini bernama Wud dan dia tinggal di dekat kota Srinagar ibu Kota Kashmir dan dia penanggung jawab tempat-tempat peribadatan Sikh disana. Dan inilah info-info yang dikumpulkan oleh penulis dari ulama-ulama syi’ah di Kashmir” (Al-Jumhuriyyah Ats-Tsaniyah hal. 352)

Itu adalah kesaksian ulama syi'ah sendiri.
Sehingga Khumaini bukan Ahlul Bait, Karena Ahlul Bait adalah keturunan nabi yang benar-benar berpegang teguh dengan agama islam dan bukan keturunan dari keluarga penganut agama sikh.

Bukti lain kalau dia asal India adalah foto di bawah ini:


Keterangan foto menggunakan bahasa persia. Intisari maknanya: “Gambar Khumaini di masa kecilnya sedang di gendong oleh ayahnya. Diambil dari kitab “Malik Kiyan”  karangan Dr. Humaid Khowajah Nushairi. Kitab mereka sendiri yang bersaksi dan gambarnya jelas.

Dan ternyata, Khumaini sendiri mengakui bahwa dia adalah seorang India. Dan ini banyak yang tidak diketahui oleh kaum muslimin.

Dia berkata sendiri di kitabnya Syarh Du’a Sihr bahwa dia adalah orang India. Dia menamai dirinya dengan “As-Sayyid Ruhullah bin Musthafa Al-Khumaini Al-Hindi”. Al-Hindi adalah berasal dari India. Lihat pengakuan dia sendiri disini:

Lihat Pengakuannya Yang Diblock Warna Kuning

Begitulah khumaini yang bukan Ahlul Bait. Pada awal hidupnya dia menulis risalah dan kitab dengan namanya Hindi (asal India). Kemudian tiba-tiba berubah menjadi Musawi dan kemudian memakai kain penutup kepala warna hitam.

Akan tetapi saudaranya Khumaini enggan untuk merubah nasab keluarganya dari Singh menjadi Musawi. Dan dia juga enggan untuk memakai kain penutup kepala hitam. Akhirnya, Khumaini mengurungnya hingga membunuh saudaranya.

Maka orang pertama asal India dari kaum penganut agama Sikh yang menguasai Iran dan memperbudak orang syi’ah dan memut’ah wanita-wanita syi’ah sekehendak perutnya adalah Khumaini.

Maka bagaimana dia dipastikan sebagai Ahlul Bait, sedangkan nasabnya saja masih sangat diragukan.

Dan Khumaini, meletakkan simbol khas agama nenek moyangnya “Sikh” sebagai simbol negara Iran. Maka sangat mirip simbol bendera Iran dan simbol bendera kaum agama Sikh.

Yang sebelah kiri adalah simbol negara Iran. Sebelah kanan simbol agama Sikh

Simbol Agama sikh
Simbol Negara Iran

Maka, begitukah ahlul bait?? Memiliki kesamaan dengan agama sikh?? Kalla wa haasya. Bodohlah orang yang bodoh tertipu oleh Khumaini.

Bahkan.. Sekali lagi, nasabnya sangat diragukan bahkan ada versi lain yang menyatakan dia adalah keturunan Inggris walau India adalah tempat tinggalnya. Ayahnya bernama William Richard Williampshon. Dia lahir di kota Bristol dan ibunya seorang India Kashmir.

Berita ini diambil dari salah satu kabar media dari India yang telah dikabarkan pada tahun 80-an.

Dan selebihnya bisa dilihat disini.

Maka, bagaimana Khumaini dapat dipastikan sebagai Ahlul Bait keuturnan nabi, sedangkan nasabnya saja tidak diakui oleh ulama syi’ah dan yang lainnya.

Maka dari itu, Abu Muntashir Al-Balusy mengatakan:

ان الخميني لا ينتسب الى سلسلة نسب معروفة

“Sesungguhnya Khumaini tidak bernasab kepada silsilah nasab yang dikenal”.



Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry

Poskan Komentar

  1. Assalamu'alaikum..
    Barakallahu fik..
    mau izin copy isi artikelnya tapi ternyata ga bisa di copy, rencanya mau share di fb ana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam. Saat ini kami mengunci artikel agar tidak bisa dicopas, dikarenakan banyak yang menyalahgunakan artikel dengan cara copas artikel tanpa mencantumkan "penulis" dan "sumber artikel".

      Kebijakan ini hanya bersifat sementara. Terima kasih jazakumullah khairan.

      Hapus
    2. mudahkanlah artikel antum untuk dicopy ya akh admin.. adapun niat baik antum, niscaya malaikatnya mencatat niat baik antum.. karena para ulama terdahulupun tidak pernah melarang atau mempersulit siapapun yang hendak mengambil ilmu dari kitab2nya.. apakah perjuangan antum sudah lebih baik dari para ulama terdahulu sehingga antum seolah tak ridho artikel ini diesebar luaskan tanpa menyertakan link? bukankah ini untuk kepentingan ummat dan bentuk perjuangan antum juga?

      baarokallahu fiik..

      Hapus
    3. Untuk amin ben ahmed:

      1- "Mudahkanlah artikel antum untuk dicopy ya akh admin.."

      Jawab: Kami sudah permudahkan. Setiap yang meminta artikel, kami berikan file tulisan penulis dalam bentuk file word.

      Seperti arrahmah.com yang meminta langsung ke kami artikel diatas, maka kami berikan filenya dan kami tidak pernah mempersulit. Sepertinya anda saja yang langsung menilai kami mempersulit sedangkan anda belum pernah meminta kepada kami artikel manapun.

      Adapun kami mengunci artikel, itu hanya jalan untuk menahan para plagiat yang tidak bertanggung jawab. Meng-copy paste artikel full dari awal hingga akhir tanpa menulis kan penulis bahkan yang sangat disayangkan, dia menamai diri sendiri sebagai penulis artikel di akhir artikel tersebut. DAN INI KAMI JUMPAI BERKALI-KALI BUKAN HANYA SEKALI. Sehingga kebijakan ini kami berlakukan sementara waktu.

      2- "Para ulama terdahulu tidak pernah melarang atau mempersulit siapapun yang hendak mengambil ilmu dari kitab-kitabnya"

      Jawab: Kami tidak melarang, namun kami mempertegas untuk mencantumkan penulis di artikel.

      Anda kira ulama membolehkan menukil perkataan tanpa mencantumkan sumber atau orang yang berkata?

      Maka, anda telah salah besar. Ulama sangat mempertegas dalam masalah penukilan untuk mencantumkan sumber atau penulis.

      Salah satunya Imam As-Suyuthi. Beliau berkata:

      ومن بركة العلم وشكره عزْوُه إلى قائله

      "Dan dari bentuk keberkahan ilmu dan mensyukuri ilmu adalah menisbatkan ilmu kepada orang yang mengatakannya" Al- Muzhir Fii Uluum Al-Lughah 2/273

      Dan bahkan Syaikhul islam ibnu Taimiyyah mengharuskan bagi siapa saja yang ingin menukil sebuah perkataan untuk menulis siapa yang berkata dan sumbernya, agar tidak dusta tidak mudah tersebar.

      Dan bahkan syaikh Al-Albani rahimahullah, menganggap plagiat ini termasuk bentuk pencurian ilmu dengan tanpa mencantumkan penulis. Beliau ditanya dalam masalah ini:

      لما كثر اللغط حول ما يفعله بعض إخواننا من نقل لكلام دون أن يعزو ذلك إليهم : سألت شيخنا هل هذه سرقة أم لا ؟ .
      فقال شيخنا : نعم هو سرقة ، ولا يجوز شرعاً ؛ لأنه تشبّع بما لم يعط ، وفيه تدليس وإيهام أن هذا الكلام أو التحقيق من كيس علمه .

      "Ketika banyak komentar mengenai apa yang dilakukan oleh sebagian saudara kita, yakni menukil perkataan tanpa mencantumkan orang yang mengatakannya. Maka aku bertanya: Apakah ini dinamakan pencurian atau tidak?

      Maka syaikh kami Al-Albani menjawab: "Ya itu adalah bentuk pencurian dan hal tersebut tidak dibolehkan menurut syari'at. Karena di dalamnya termasuk berbangga dengan sesuatu yang tidak dia miliki dan di dalamnya juga terdapat TADLIS dan PENYAMARAN bahwa perkataan tersebut dari ilmunya" (Al-Albani Kamaa 'Araftuhu
      hal. 74)

      Jelas di dalamnya terdapat tadlis sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Al-Albani.

      Maka dari itu Imam As-Suyuthi juga berkata:

      ولهذا لا تراني أذكر في شيء من تصانيفي حرفا إلا معزوا إلى قائله من العلماء، مبينا كتابه الذي ذكر فيه

      "Maka dari itu, engkau tidak akan melihat aku menyebutkan satu hurufpun dalam kitab manapun dari karyaku kecuali aku mencantumkan orang yang mengatakannya dan aku menyebutkan kitabnya yang mana perkataannya itu ada dalam kitab tersebut" (Kitab dan halaman sama dengan yang sebelumnya)

      Kami rasa amanah dalam karya ilmiyyah saja diwajibkan dalam artikel umum. Terlebih artikel agama.

      Maka dari itu salah besar, kalau anda mengatakan bahwa ulama tidak melarang perbuatan tersebut.

      Adapun metode kami, maka sama seperti metodenya para ulama. Yang ingin mengambil artikel dari kami maka silahkan, dengan mencantumkan artikel yang ada.

      Dan kami rasa pun artikel di atas sudah banyak tersebar. Dan alhamdulillah dan ini yang kami berikan untuk ummat.

      Kita adalah muslim ahlussunnah yang beradab, dahulukan prasangka baik dari pada prasangka buruk. Tanyakan dahulu jangan langsung menjudge tanpa burhan. Allahu a'lam.

      Hapus
    4. afwan, ana baru lihat balasan admin..
      ana sangat mengerti dengan keputusan admin..
      jazakallahu khairan

      Hapus
  2. Syiah berbahaya tdk beradab ........

    BalasHapus
  3. Semua yg menimpa umat islam akibat abainya umat islam terhadap petunjuk Allah swt sehingga terkena penyakit wahn

    BalasHapus
  4. Berhati-hatilah terhadap taqiyah syiah.

    BalasHapus
  5. Syiah dan kristen itu sama ........ Aeb ...... Laknatulloh .......

    BalasHapus

 
Top