0

Kita terkadang menemukan lagu-lagu yang dibuat oleh Jalaluddin Rahmat di media-media milik Ijabi. Lirik lagu tersebut terkadang dibuat oleh Jalaluddin Rahmat untuk kelompoknya syi’ah Ijabi. Sebagai bukti, anda bisa menuju ke situs mereka disini untuk melihat bahwa Jalaluddinlah yang memiliki andil besar dalam penciptaan lagu tersebut dengan diringi musik, silahkan menuju ke sini.

Ternyata ulama marja’ syi’ah, khusunya marja’nya Jalaluddin Rahmat dan Emilia Renita, melarang dan mengharamkan mendengarkan musik dan lagu. Jika mendengarkan musik dan lagu saja haram, maka membuat lagu tersebut justru lebih diharamkan.

Ulama marja’ mereka bernama As-Sayyid Shadiq Al-Husaini. Ini bukti bahwa As-Sayyid Shadiq adalah ulama marja’nya Jalaluddin dan Emilia menurut pengakuan mereka sendiri:


Lihat pengakuan mereka yang telah dikotak dengan warna merah


Dari bukti diatas, kita mengetaui bahwa As-Sayyid Shadiq Al-Husaini adalah ulama marja' mereka. 

Akan tetapi mengapa Jalaluddin dan istrinya berani melanggar fatwa ulama marja’nya sendiri?

Mari kita lihat fatwa ulama marja mereka “As-Sayyid Shadiq Al-Husaini” mengenai haramnya musik dan lagu:

Fatwa pertama:

س/ رجل يجبر زوجته على الاستماع للغناء، فما هو الحكم في هذه الحالة هل على الزوجة ذنب في موافقته؟
ج/ يحرم الاستماع للاغاني، ويحرم عليه إجبار زوجته في الفرض المذكور

Soal: Seseorang memaksakan istrinya untuk mendengarkan lagu, maka apa hukumnya dari kejadiaan seperti ini? Apakah istri juga mendapatkan dosa jika menuruti suaminya?

Jawab: Haram hukumnya mendengarkan lagu, dan haram hukumnya memaksakan istri seperti permisalan yang telah disebutkan.

Fatwa kedua:

س/ ما حكم الاستماع إلى الموسيقى الكلاسيكية المصاحبة للأناشيد الإسلامية؟ وماذا على من استمع لهذا النوع من الأناشيد؟
ج/ الاستماع إلى الموسيقى من المحرمات ويلزم على من استمع إليها الاستغفار والندم والعزم على عدم العود لمثله في الفرض المذكور

Soal: “Apa hukum mendengarkan musik klasik yang diiringi nasyid-nasyid islami? Dan apa yang harus diperbuat oleh orang yang mendengarkan nasyid-nasyid seperti ini?”

Jawab: “Mendengarkan musik termasuk perbuatan-perbuatan yang haram. Dan diharuskan bagi siapa saja yang mendengarkannya untuk meminta ampun kepada Allah dan menyesal dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan seperti permisalan yang telah disebutkan”.

Dan fatwa ulama marja’ mereka bisa dilihat disini.

Sedangkan orang-orang syi’ah harus kembali kepada ulama marja’ mereka, jikalau mereka benar-benar orang yang menjalankan wasiat Imam Mahdi mereka:

وأما الحوادث الواقعة فارجعوا فيها إلى رواة حديثنا، فإنهم حجتي عليكم وأنا حجة الله

“Dan adapun kejadian yang terjadi, maka kembalilah kepada marja’ para perawi hadits kami, karena mereka adalah hujjahku untuk kalian dan saya adalah hujjahnya Allah” (Wasa’il Asy-Syi’ah 27/140 dan Bihar Al-Anwar 2/90)

Apakah Jalaluddin dan Istrinya akan benar-benar menjalankan wasiat imam Mahdi mereka??


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry

Poskan Komentar

 
Top