0

Diantara bulan-bulan haram adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

السنة اثنا عشر شهرا، منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر، الذي بين جمادى وشعبان

“1 tahun terdiri dari 12 bulan. Diantaranya ada 4 bulan haram, yang tiganya berturut-turut. Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, Dan Rajab yang terletak antara bulan Jumadi Ats-Tsani dan Sya’ban” (HR. Bukhari Muslim)

Ketika kita mengetahui rajab adalah bulan haram, maka ketika itu kita dianjurkan untuk berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Puasalah di bulan haram kemudian tinggalkan. Puasalah di bulan haram kemudian tinggalkan. Puasalah di bulan haram kemudian tinggalkan” HR. Abu Daud

Hadits diatas, diperselisihkan oleh para ulama. Apakah haditsnya shohih atau dho’if. Karena di dalam sanadnya terdapat Mujibah Al-Bahiliyyah. Ada yang mengatakan dia adalah majhul (tidak diketahui). Adapula yang menyatakan dia adalah wanita dari kalangan para sahabat. Akan tetapi Allahu a’lam, hadits ini diterima dan diamalkan oleh banyak para ulama salaf.

و قد كان بعض السلف يصوم الأشهر الحرم كلها منهم ابن عمر و الحسن البصري و أبو اسحاق السبيعي و قال الثوري : الأشهر الحرم أحب إلي أن أصوم فيها

“Dan sebagian salaf, mereka berpuasa di bulan haram seluruhnya. Diantaranya Ibnu Umar dan Hasan Al-Bashri dan Abu Ishaq As-Subai’i dan Ats-Tsauri berkata: Bulan-bulan haram yang paling aku cintai jika aku berpuasa di bulan-bulan tersebut” (Latha’if Al-Ma’arif hal. 130)

Maksud dari sabda Nabi “Puasalah di bulan haram kemudian tinggalkan” adalah kita menyelang-nyelang puasa. Terkadang puasa terkadang tidak. Akan tetapi cara yang terbaik, sebagaimana yang dianjurkan oleh nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk melakukan sehari puasa dan sehari tidak. Sehari puasa dan sehari tidak lagi. Yang mana ini dinamakan dengan puasa Daud.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فصم يوما وأفطر يوما، فذلك صيام داود عليه السلام، وهو أفضل الصيام

“Puasalah satu hari dan tinggalkan puasa besoknya, maka itu adalah puasa daud alaihissalam. Dan dia adalah sebaik-baik puasa” (HR. Bukhari)

Kesimpulannya: Puasa Rajab dianjurkan karena bulan Rajab termasuk bulan-bulan haram.

Ingat !!

1- Puasa Rajab dianjurkan karena Rajab termasuk bulan-bulan haram dan tidak yang lainnya

2- Hadits keutamaan khusus di bulan rajab, tidak ada asal-usulnya. Banyak yang dipalsukan kemudian disandarkan kepada sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Seperti puasa 1 hari di bulan rajab pahalanya seperti berpuasa selama 1 tahun bahkan yang mengingatkannya seperti ibadah 80 tahun.

Itu tidak ada asal usulnya dari nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salalam. Dan itu adalah hadits yang dipalsukan atas nama Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

3- Hati-hati untuk menyebarkan hadits palsu, terutama mengenai keutamaan puasa di bulan rajab. Karena saat ini banyak yang menyebarkannya. Rasulullah mengancam keras yang menyebarkan hadits palsu karena orang yang menyebarkan hadits palsu adalah pendusta besar bagi Rasulullah dan tempatnya di Neraka. Beliau bersabda:

مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

“Barang siapa yang bercerita dengan suatu hadits palsu yang disandarkan dariku, maka dia adalah salah satu dari para pendusta” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

من كذب علي فليتبوأ مقعده من النار

“Barang siapa yang berdusta atas namaku, maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya di neraka” (HR. Muslim)

Allahu a’lam, semoga bermanfaat.



Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @ma_alamiry

Poskan Komentar

 
Top