0

Mengenai hukum ini, mungkin banyak dari kaum muslimin yang bertanya-tanya; “Apakah boleh mengatakan “Allah berfirman dan Rasulullah bersabda?”

Sebelum kita menghukumi permasalahan ini, kita harus mengetahui apa itu sabda dan apa itu firman dalam bahasa indonesia. Karena, jika seseorang ingin mengetahui sesuatu maka dia harus mengetahui hakikat sesuatu tersebut.  Disebutkan dalam kaidah ushul fiqh:

الحكم على الشيء فرع عن تصوره

“Menghukumi sesuatu adalah bagian dari memahami hakikat sesuatu tersebut” (Mudzakkirah Ushul Al-Fiqh hal.2)


Mari kita meruju’ dahulu ke kamus bahasa Indonesia rujukan, yakni “KBBI” untuk mengetahui apa itu sabda dan apa itu firman.

Sabda:

sabda /sab·da/ n kata; perkataan (bagi Tuhan, nabi, raja, dsb): renungkan -- Rasulullah mengenai kasih sayang sesama umat manusia;

bersabda /ber·sab·da/ v berkata; bertitah: raja telah - agar para menterinya selalu berbuat adil;

menyabdakan /me·nyab·da·kan/ v mengatakan; mengucapkan; menitahkan: raja yg adil tidak akan - sesuatu yg merugikan rakyatnya

Silahkan lihat “KBBI” disini.

Firman:

firman /fir·man/ n kata (perintah) Tuhan; sabda: segala -- Tuhan hendaklah dipatuhi; -- Ilahi termaktub dl kitab suci;

berfirman /ber·fir·man/ v berkata; bersabda; memerintahkan: Allah ~ dl surah Albaqarah, ayat 183 tt kewajiban berpuasa;

difirmankan /di·fir·man·kan/ v disabdakan; diperintahkan: ayat-ayat seruan mendirikan salat ~ dl berbagai surah

Silahkan lihat “KBBI” disini.

Dari pemaparan kamus diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sabda dan firman artinya adalah “perkataan”. Dan tidak ada kekhususan yang satu dari yang lainnya. Dan bahkan disebutkan dalam kamus tersebut bahwa sabda adalah firman dan firman adalah sabda dan bisa digunakan untuk Tuhan dan nabi.

Kesimpulan hukum:

Maka perkataan “Allah bersabda” dan “Rasul berfirman” tidak ada larangannya. Karena dua-duanya bermakna “berkata”. Dan pada hakikatnya Allah berkata, begitu pula Rasulullah juga berkata.

Akan tetapi jika banyak masyarakat yang menganggap aneh jika firman dinisbatkan untuk Rasul dan sabda dinisbatkan untuk Allah, ada baiknya untuk tidak dilakukan walaupun hukumnya boleh dan tak terlarang. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata:

حدثوا الناس، بما يعرفون

“Berbicaralah dengan manusia dengan apa yang dimengerti oleh mereka” (HR. Bukhari)

Sehingga, ucapan diatas hukumnya boleh-boleh saja dan tidak ada larangannya.

Allahu a’lam, dan semoga bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top