0

Islam mengajari kita agar hidup bersih. Dan termasuk sunan fitrah adalah memotong kuku. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

خمس من الفطرة: الختان، والاستحداد، ونتف الإبط، وتقليم الأظفار، وقص الشارب

“5 perkara dari fitrah: Khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu kemaluan, memotong kuku, dan memotong bulu kumis” (HR. Bukhari Muslim)

Adakah batas waktu membiarkan bulu kemaluan atau bulu ketiak atau kuku, atau kumis untuk tumbuh panjang?

Ternyata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menentukan batas waktu untuk membiarkannya yaitu “40 hari”. Lebih dari itu Rasulullah memerintahkan untuk memotongnya dan melarang untuk membiarkannya.

Anas bin Malik berkata:

وقت لنا في قص الشارب، وتقليم الأظفار، ونتف الإبط، وحلق العانة، أن لا نترك أكثر من أربعين ليلة

“Rasulullah memberikan waktu kepada kami mengenai memotong bulu kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar kami tidak membiarkannya tumbuh panjang lebih dari 40 hari” HR. Muslim

Dari hadits diatas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memanjangkan kuku lebih dari 40 hari dilarang oleh syari’at islam.

Terlebih kalau memanjang kuku untuk meniru-niru orang kafir atau fasik, maka jelas haramnya.   

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan dari mereka” (HR. Abu Daud)

Yang lucu dari mereka yang memanjangkan kukunya “mereka menyatakan memanjangkan kuku adalah mode zaman baru”. Padahal itu adalah mode zaman batu yang kumuh terlebih memanjangkan kuku menyerupai hewan-hewan yang kukunya penuh dengan kotoran.

Maka bagaimapaun juga, dokter pasti akan menyarankan untuk rajin memotong kuku agar hidup itu lebih bersih dan higenis.

Maka ikutilah sunnah Rasulullah untuk tidak memanjangkan kuku lebih dari 40 hari.

Allahu a’lam.


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

 
Top