5

Bismillah wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad..

Jujur saja, saya sedikit tergeletikkan dengan tulisan Bu Emilia Renita di dunia maya selepas penyerangan syi’ah terhadap masjid Adz-Dzikra. Sebuah peristiwa yang menyebabkan kemarahan kaum muslimin terhadap syi’ah itu sendiri.

Banyak point yang begitu aneh dari tulisan Emilia di dunia maya selepas peristiwa  masjid Adz-Dzikra. Dan point tersebut membuat saya yakin bahwasanya Emilia masih sangat dangkal tentang ajaran syi’ah yang dianut olehnya. Mari kita rinci point-point ganjal dari tulisannya.


Point pertama: Emilia Renita berkata, “Heran juga, isu SYIAH bukan ISLAM !! Bagaimana sih berpikirnya? Syi’ah itu madzhab besar dalam islam sebagaimana sunni. Kalau mau membandingkan, ya syi’ah bukan sunni & sunni bukan syi’ah! Kristen bukan islam & islam bukan kristen. Kok syi’ah bukan islam? Ngawur banget!”.

Jawaban kami (Al-Amiry): Perlu diketahui oleh emilia, satu kubu mengkafirkan kubu yang lain. Syi’ah mengkafirkan sunni dan sunni mengkafirkan syi’ah. Maka bagaimana mungkin, sunni dan syi’ah adalah madzhab dalam satu lingkup, yakni islam. Lah menurut syi’ah saja, sunni adalah kafir. 

Sunni dengan ajaran akidanya, menyatakan bahwa syi’ah bukanlah bagian dari islam dan ini dinyatakan oleh ulama-ulama ahlussunnah. Saya sudah menulis perkara ini dan silahkan baca disini: http://www.alamiry.net/2014/01/syiah-rafidhah-adalah-kafir-menurut.html

Sebaliknya, syi’ah sangat-sangat mengkafirkan sunni. Dan ini dinyatakan oleh ulama marja’nya sendiri “Muhammad Al-Husaini Asy-Syirazi”.

Dari point ini saja, saya sangat yakin kalau Emilia masih sangat dangkal sekali tentang ajaran syi’ah itu sendiri. Bagaimana mungkin dia menyatakan "Syi'ah adalah madzhab besar dalam islam sebagaimana sunni"??. Dia menyatakan bahwasanya syi’ah dan sunni adalah madzhab besar dalam islam. Padahal Ulama marja’ Emilia sendiri mengingkarinya. Bahkan ulama marja’nya menyatakan sunni bukanlah islam dan mereka kafir. Kalau Emilia adalah penganut syi’ah bahkan  seorang guru syi’ah di Indonesia serta memiliki marja’, sangat hina sekali jika dia tidak mengetahui perkataan marji’nya sendiri.

Marja’ yang dibangga-banggakan olehnya bernama “Muhammad Al-Husaini Asy-Syirazi”, meyatakan dengan jelas bahwasanya seluruh kelompok syi’ah selain Itsna ‘Asyariyyah Rafidhah adalah kafir dan bukan islam menurutnya. Jika kelompok syi’ah saja dinyatakan bukan islam, maka bagaiamana dengan sunni?? Tentu sunni jauh lebih kafir.

Muhammad Al-Husaini Asy-Syirazi berkata:

وأما سائر أقسام الشيعة غير الإثني عشرية، فقد دلت نصوص كثيرة على كفرهم

Dan adapun seluruh bagian-bagian kelompok syiah selain Itsna Asyariyyah, maka banyak nash-nash yang menunjukkan akan kekafiran mereka” Al-Fiqh milik  Asy-Syirazi 4/269

Ulama marja’nya saja mengkafirkan kelompok syi’ah yang lain, maka terlebih sunni. Tentu lebih dikafirkan lagi oleh syi’ah. Maka bagaimana mungkin Emilia menyatakan bahwasanya sunni bagian dari islam kecuali karena kedangkalan pengetahuannya mengenai perkataan ulama syi’ah atau karena taqiyyah dan kedustaan yang sedang dilakukan olehnya.

Maka kemungkinan yang ada:

=> Emilia menyatakan bahwa sunni adalah islam karena kedangkalan ilmunya mengenai perkataan ulama syi’ah. Kalau ilmu yang dimiliki olehnya masih dangkal, maka saya sarankan kepadanya untuk mempelajari agama syi’ah lebih dalam atau dia bertaubat dari ajaran syi’ah karena itu bertolak belakang dengan fitrahnya.

=> Emilia menyatakan bahwa sunni adalah islam karena taqiyyah, menampakkan apa yang berbeda dengan bathin. Menyembunyikan perkara aslinya. Dan karena terdesak disebakan kaum muslimin semakin tahu akan kesesatan dan kekafiran syi’ah terkhususnya setelah peristiwa penyerangan masjid Adz-Dzikra.

Kalau perihalnya seperti ini maka saya tidak kaget lagi, karena dusta dan taqiyyah adalah ajaran pokok syi’ah.

Abu Abdillah alaihissalam berkata:

التقية من ديني ودين آبائي ولا إيمان لمن لا تقية له

"Taqiyah bagian dari agamaku dan agama bapak-bapakku. Tidak ada iman bagi orang yang tidak melakukan taqiyah" Bihar Al Anwar 72/431

Kalau Emilia kurang puas dengan pernyataan kafirnya sunni dan bahwa sunni bukan dari islam menurut ulama besar marja’nya sendiri, maka saya akan kasih riwayat syi’ah bahwasanya imam-imam syi’ah dengan jelas menyatakan sunni bukanlah islam.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Imam Abul Hasan Al-Ridha dan dinukil di Bihar Al-Anwar milik 23/78 Al-Majlisi, dan begitu pula dinyatakan oleh Imam Abu Ja’far alaihis salam dan dinukil di Wasa’il Asy-Syi’ah 20/553 milik Al-Hur Al-‘Amili.

Saya rasa, cukup bu Emilia yang menelaahnya sendiri. Karena agar pengetahuannya mengenai syi’ah bertambah kemudian bertaubat karena menyelisihi fitrah selamatnya.

Dengan ini, maka sudah sangat jelas bahwasanya syi’ah menganggap sunni bukan dari islam.

Sehingga, tidak perlu engkau telalu sok menyatukan sunni dan syi’ah dalam satu madzhab islam jika itu hanya karena taqiyyah dan kedustaan darimu atau karena kedangkalan ilmumu.

Maka dari itu tidak ada titik temu antara sunni dan syi'ah dalam satu lingkup islam. Terlebih syi'ah telah mengkafirkan sunni, dan terlebih lagi syi'ah sudah melenceng jauh keluar dari ajaran islam yang menyebabkan kekufuran.

Point Kedua: Emilia Renita berkata, “Tidak ada penyerangan ke Adz-Dzikra oleh syi’ah dan ini sudah diklarifikasikan oleh Polres setempat bahwa tidak ada penyerangan, penculikan, penganiyaan dll, karena yang ada adalah penurunan spanduk yang menyebarkan kebencian kepada yang lain”.

Jawaban kami (Al-Amiry): Saya masih merasa sangat aneh dengan pernyataan ini. Bagaimana mungkin tidak ada penyerangan, penganiyaan, sedangkan sudah sangat banyak media yang mengabarkannya. Bahkan lebih dari itu, seorang bapak menjadi korban pemukulan oleh mereka di depan anak-anaknya. Dan bahkan ustadz Arifin Ilham sendiri menyatakan ada penyerangan disana. Bahkan karena penyerangan mereka ummat islam Indonesia akan jihad terhadap mereka.


Dan bukan hanya media ini saja yang mengabarkan, silahkan dia melihat di media yang lain.

Point Ketiga: Emilia Renita berkata, "Kalau menurut MUI JATIM, syiah adalah sesat. Siapakah MUI Jatim itu? Wong MUI Pusatnya saja tidak mengakui, kenapa kita yang mikiri? Kenapa jadi kita yang gontok-gontokan sendiri?”

Jawaban kami (Al-Amiry): Dari point ketiga sangat terlihat ketergesa-gesaan diri Emilia Renita. Sudah sangat jelas MUI pusat menyatakan bahwasanya syi’ah adalah SESAT. Dan MUI telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Mengenal dan mewaspadai penyimpangan syi’ah di Indonesia” yang ditulis oleh tim penulis MUI pusat. Dalam buku tersebut, penuh akan kesesatan-kesatan ajaran syi’ah.

Apakah Emilia benar-benar tidak tahu? Atau dia hanya pura-pura bodoh? Atau dia berusaha membodohi kaum muslimin yang belum tahu tentang buku MUI pusat tersebut?

Mari kita lihat bukunya:

Buku ditulis oleh "Tim Penulis MUI Pusat"
Lihatlah, ternyata buku yang sarat akan kesesatan-kesesatan syi'ah ditulis oleh tim penulis MUI pusat. Maka siapa bilang MUI pusat tidak menyatakan syi'ah adalah sesat??

Tambahan: Wahai kaum muslimin.. Lihatlah kelancangan wanita syi’ah satu ini. Dia meremehkan kedudukan ulama kita dari jatim khususnya MUI Jatim. Dia tidak menganggap kedudukan ulama kita. Allahul musta’an.. Semoga Allah memberikan adab dan keutamaan akhlak untuk wanita syi’ah satu ini.

Semoga bermanfaat, wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammad. 


Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry
 

Poskan Komentar

  1. Alhamdulillah, Berjuang terus ustadz.. Hancurkan hujjah2 mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah kami selalu berjuang untuk menghancurkan kelompok dan aliran sesat khususnya aliran sesat syi'ah. Dan jazakumullah atas dukungannya. Baarokallahu fiik..

      Hapus
  2. kenapa ada sunni kenapa ada syiah kenapa ada NU kenapa ada muhammadiyah dan golongan golongan lainnya kenapa tdk ISLAM saja seperti jaman baginda Nabi Muhammad SAW...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal tersebut karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan akan terpecahnya ummat islam. Beliau bersabda:

      وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ: ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ

      "Dan seseungguhnya ummat islam akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 golongan di neraka dan 1 golongan di surga. 1 golongan ini adalah Ahlul Jama'ah" HR. Abu Dawud

      Hapus
  3. barakallohum fikh ustadz....terus semangat ustadz....biar mati kutu itu para si`i.....

    BalasHapus

 
Top