1

Kerja di bank yang penuh dengan transaksi riba, hukumnya adalah haram. Walaupun pada asalnya, bukanlah dia yang bertransaksi riba namun dia hanya bekerja untuk para pemakan riba, maka dia juga ikut kena dosa besarnya.

Hal tersebut, sudah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: 

لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ، وَشَاهِدَيْهِ ، وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, dan penyetor riba, dan penulis transaksi riba, dan kedua saksi atas transaksi riba”. Dan beliau berkata: Mereka semua sama dalam dosa” HR Muslim

Dalam hadits diatas, terdapat ancaman bagi siapa saja yang membantu transaksi riba walaupun dia tidak memakan riba tersbut. Baik dia penyetor riba atau nasabah yang meminjam, baik pula dia adalah sekretaris
yang mencatat uang riba, baik dia yang kerja membantu mereka, maka semuanya mendapatkan ancaman dosa dari Allah dan pekerjaannya adalah haram.

Hal tersebut, karena termasuk dalam bahu-membahu diatas dosa. Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan janganlah kalian tolong-menolong diatas dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya” (QS. Al-Maidah: 2)

Sesuatu dihukumi haram karena ada dua sebab: 

1- Allah dan RasulNya mengaharamkan dzatnya (seperti daging babi, anjing, dll karena najis).
2- Allah dan RasulNya mengharamkan karena cara pendapatannya yang salah. Walaupun pada asalnya dzatnya adalah halal (seperti makanan hasil curian, atau uang hasil transaksi riba,dll). 

Maka dari sini dapat disimpulkan, uang yang dihasilkan dari kerja di bank ribawi adalah haram dan berdampak bahaya bagi dirinya dan keluarganya. Maka hendaklah dia memperhatikan permasalahan ini.

Dan tambahan, jangan sekali-kali kaum muslimin main-main dengan riba. Hal tersebut karena riba adalah dosa yang sangat besar sekali dan menghancurkan kehidupan kaum muslimin.

- Riba mengundang laknat dari Allah ta’ala. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang kita bawa diatas.

- Bagian riba yang paling ringan, dosanya seperti seseorang menyetubuhi orang tuanya sendiri. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الرِّبَا ثَلَاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا، أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ

“Riba memiliki 73 bab. Riba yang paling ringan, dosa seperti dosa seseorang yang menyetubuhi ibunya” (HR. Hakim)

- Dan pemakan riba lebih buruk dari para pezina. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

دِرْهَمٌ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ، أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلَاثِينَ زَنْيَةً
“Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang sedangkan dia mengetahui hukumnya, maka dia lebih buruk dari 36 para pezina” (HR. Ahmad)

Jika riba sangat buruk dan besar sekali dosanya, maka sangat hina dan memalukan jika kita ikut membantu mereka dan meynetujui mereka dengan bekerja di perusahaan mereka.

Allahu a’lam. Semoga bermanfaat.



Artikel
alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di alamiry.net dengan menyertakan alamiry.net sebagai sumber artikel.


Ikuti status kami dengan menekan tombol follow pada akun FB Muhammad Abdurrahman Al Amiry , dan tombol follow pada akun Twitter @abdr_alamiry

Poskan Komentar

  1. Ustad, apabila kita bekerja di vendor yang mengerjakan proyek di bank, apakah hal itu sama saja? Mohon penjelasannya..
    Terimakasih

    BalasHapus

 
Top